Profile
Menstruasi

Aturan Makan Sehat Saat Menstruasi

Aturan Makan Sehat Saat Menstruasi

Wanita dewasa (dan remaja) pasti sudah akrab dengan gejala bulanan saat menstruasi:  perut sakit dan kram, nafsu makan menggila, tubuh menggemuk dan perut membuncit. Plus, gejolak emosi tidak stabil yang membuat Anda ingin marah-marah dan bersedih karena hal-hal sepele. Tidak nyaman? Sudah pasti!

Ada berita baik dari para pakar kesehatan buat Anda yang ingin bisa tampil sehat dan bugar serta terbebas dari gejolak emosi saat menstruasi.  Anda cuma perlu mengubah pola makan yang sehari-hari Anda lakukan dengan pola makan di bawah ini. Dijamin, mulai bulan depan gejala PMS tidak akan lagi  membuat Anda terlalu sengsara.  

Fokus pada protein dan serat
Konsumsi protein rendah lemak dan serat dapat membantu kadar gula darah stabil. Walhasil keinginan makan berlebih lebih dapat dikurangi, kata Jaclyn London, M.S., R.D., pakar diet senior Mount Sinai Hospital di New York City. 

Porsi kecil lebih oke
Saat periode PMS, Jaclyn juga menyarankan Anda untuk membagi pola makan yang biasanya tiga kali sehari menjadi enam kali sehari namun dalam porsi yang lebih kecil. “Ini dapat mengurangi nafsu makan karena Anda ‘ngemil’ lebih sering. Pola makan dalam porsi kecil namun lebih sering juga dapat mengurangi derita mual dan kram terkait haid karena perut Anda tidak kenyang atau lapar berlebih,” kata Jaclyn. 

Stop konsumsi yang manis dan asin
Kembung merupakan mimpi buruk bagi banyak wanita yang sedang menstruasi.  Kembung, masih menurut Jaclyn, ada hubungannya dengan makanan apa yang Anda konsumsi. Hindari makanan dan minuman manis dan minuman berkarbornasi karena keduanya dapat membuat Anda merasa lebih kembung.  Jauhi juga makanan yang terlalu asin dan bersodium tinggi. Konsumsilah lebih banyak buah dan sayur, kacang-kacangan, biji-bijian dan gandum utuh. 


Cukupi kebutuhan zat besi Anda
Banyaknya darah yang keluar selama masa menstruasi sangat berpotensi membuat Anda kekurangan zat besi. Akibatnya, Anda keranjingan mengonsumsi hamburger sebagai upaya memenuhi kebutuhan zat besi untuk tubuh. Saat menstruasi, jumlah darah yang hilang adalah sekitar 30-80 cc. Jika darah yang hilang sebanyak 30 cc artinya jumlah sel darah merah yang hilang 135 juta sel dan kehilangan zat besi 30 miligram. Sementara yang kehilangan darah sampai 80 cc, kehilangan sel darah merah sampai 360 juta dan kehilangan zat besi 80 miligram

Untuk memastikan kebutuhan zat besi Anda sesuai rekomendasi ilmu kesehatan (wanita dengan rentang usia 19 hingga 49 tahun memerlukan 26 mg zat besi setiap hari), konsumsilah makanan alami berzat besi tinggi seperti bayam, kangkung, asparagus, tomat, kacang edamame, kentang, hati sapi, kedelai dan kacang merah. 


Minum kopi di pagi hari
Kafein dapat membantu meringankan rasa lesu dan cepat letih yang biasa dialami wanita datang bulan. Selain itu, kafein juga bisa meringankan kram dan nyeri perut karena kontraksi rahim.  Jaclyn merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi 300 hingga 400 miligram atau satu hingga dua cangkir kopi murni di pagi hari, sebelum Anda mulai beraktivitas. Ada alasan lain mengapa konsumsi kopi dalam jumlah yang moderat bagus untuk kesehatan Anda: Kopi termasuk jenis minuman kaya antioksidan yang dapat membantu tubuh Anda melawan radikal bebas penyebab kanker dan penuaan dini.  Yang perlu diingat, batasi konsumsi gula pada kopi Anda supaya manfaat sehatnya tidak hilang. Lebih baik lagi jika Anda bisa mengonsumsi kopi tanpa tambahan gula.  (LT)

Ditinjau oleh: dr. Deffy Laksani Anggar Sari

Anda punya pertanyaan seputar Menstruasi ?
Ask Doctor
Diet ketogenik adalah diet yang memperbanyak konsumsi lemak dan mengurangi konsumsi karbohidrat dan protein. Ada kelebihan dan kekurangand dari diet ini. Efektifkah Menurunkan Berat Badan dengan Diet Ketogenik? Perut Anda terasa lapar dan ingin segera makan? Jangan-jangan itu hanya sinyal palsu. Coba cara ini untuk mengenali sinyal lapar yang sesungguhnya Begini Cara Mengenali Sinyal Lapar