Smoking

Dampak Merokok Bagi Kehamilan


 

Merokok memang tidak baik bagi kesehatan, terlebih jika Anda seseorang yang sedang menjalani masa kehamilan. Merokok dapat memberikan efek langsung maupun tidak langsung bagi Anda dan bayi di perut Anda.

Penelitian yang ditulis dalam European Heart Journal menemukan bahwa bayi yang lahir dari seorang ibu yang merokok pada masa kehamilan, memiliki tingkat kolesterol “baik” (HDL)  yang berdampak pada serangan jantung dan stroke di kemudian hari. Asap rokok mengandung 2500 bahan kimia individu yang berbahaya bagi kehidupan janin. Penelitian menunjukkan bahwa merokok saat hamil dapat memiliki dampak yang menghancurkan dan bahkan mengancam perkembangan janin.



 



Berikut beberapa dampak negatif yang terjadi pada janin, saat ibu memutuskan untuk merokok di masa kehamilan :

  • Berat lahir rendah
    Wanita yang merokok selama masa kehamilan memiliki dua kali resiko melahirkan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Bayi dengan kondisi seperti itu meningkatkan resiko cacat mental, masalah kesehatan, bahkan kematian
     
  • Komplikasi kehamilan
    Wanita hamil yang merokok dua kali lebih mungkin menderita abrupsio plasenta dan plasenta previa, dua komplikasi kehamilan serius yang dapat mengakibatkan pendarahan berat selama kelahiran dan sangat meningkatkan risiko kematian bagi ibu dan anak
     
  • Lahir cacat
    Penelitian menemukan bahwa merokok selamaawal kehamilan meningkatkan risiko bayi cacat saat lahir. Secara khusus, bayi akan memiliki cacat jantung bawaan. Kasus ini lebih sering terjadi pada bayi dengan ibu yang merokok saat hamil daripada bayi dengan ibu yang bukan perokok
  • Kematian mendadak pada bayi (Sudden Infant Death Syndrome)
    Merokok selama masa kehamilan merupakan penyebab utama terjadinya kematian mendadak pada bayi (SIDS). Bayi dari ibu yang merokok tiga kali lebih mungkin meninggal dunia akibat SIDS dibandingkan dengan bayi yang bukan dari ibu perokok
     
  • Kanker anak
    Para ibu yang merokok selama masa kehamilan meningkatkan resiko kanker kepada anaknya, termasuk leukemia, dan limfoma yang akan diderita anak setelah dilahirkan
     
  • Gangguan perkembangan
    Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) lebih banyak terjadi pada bayi dengan ibu yang merokok. Penelitian telah mengidentifikasi berbagai masalah perilaku dan masalah kognitif lain yang terkait dengan ibu yang merokok, termasuk peningkatan 50 persen tingkat keterbelakangan mental


Seorang ibu yang tidak merokok (perokok pasif)  juga mampu menyebabkan masalah bagi bayi di kandungan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang berada di sekitaran orang-orang yang merokok, meningkatkan resiko kelahiran dengan berat badan bayi dibawah rata-rata.

 

in partnership with