x
Meetdoctor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah
Layanan Meetdoctor libur sementara mulai tanggal 26 Juli 2014, hingga 3 Agustus 2014.
Heart & Blood System

Kelainan Darah


Darah dalam tubuh memiliki ragam fungsi. Salah satunya sebagai pengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh. Peranan darah amat penting, sehingga, jika terdapat malfungsi, akan mengakibatkan gangguan pada tubuh. Untuk itu, penting adanya pemeriksaan secara berkala.

Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengantisipasi ragam gangguan dan kondisi kelainan pada peredaran darah Anda. Tak jarang, orang bahkan tak menyadari tengah terjadi kelainan pada peredaran darahnya. Adapun penyakit kelainan darah, yaitu:

  • Anemia Defisiensi Besi
    adalah kondisi penurunan kadar besi dalam tubuh yang mengakibatkan menyusutnya kadar sel darah merah. Jika tak segera ditangani, anemia defisiensi besi bisa berakibat lemas, sariawan, menurunnya daya tahan tubuh dan gangguan perkembangan otak. Kasus anemia defisiensi besi paling sering dialami oleh anak-anak
     
  • Thalassemia
    adalah kelainan darah yang biasanya terjadi sebab faktor keturunan. Gejala yang timbul pun berkisar pada rendahnya kadar sel darah merah dalam darah. Thalassemia minor biasanya lebih sukar untuk dideteksi, sebab tak menunjukan gejala pucat, pembesaran hati dan limpa atau bahkan infeksi, seperti yang terjadi pada thalassemia mayor

  • Hemophilia
    penderita hemophilia biasanya akan mengalami gejala memar kulit, mimisan, pendarahan otot dan sendi, dan pendarahan otak. Hal ini terjadi sebab menurunnya kadar pembekuan darah dalam tubuh
     
  • Idiophatic Thrombocyoenic Purpura (ITP)
    pada kasus ini, biasanya penderitanya akan mendapati banyak bintik-bintik merah atau memar di kulit sekujur tubuh. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar trombosit. ITP perlu mendapatkan penanganan khusus agar tak terjadi pendarahan yang hebat
     
  • Defisiensi Enzim Glocose 6-phosphate Dehydrogenase (G-6PD)
    Kelainan darah ini bisa berujung pada pendarahan hebat. Sebab kekurangan enzim, dapat mengakibatkan hancurnya sel darah merah. Biasanya terjadi sebab terpicu oleh pengonsumsian makanan atau obat-obatan yang bersifat oksidatif (kacang flava, salisilat, obat golongan sulfa). Jika tak ditangani dengan cepat, bisa menimbulkan anemia
     
  • Leukimia
    adalah sebuah kondisi saat produksi sel darah putih lebih banyak ketimbang produksi sel darah merah dalam darah. Hal ini menyebabkan gangguan kinerja masing-masing sel dalam darah.

 

Seperti yang dikemukakan oleh Prof. dr. Moeslichan, SpA (K) yang bertempat praktek di Brawijaya Woman and Children Hospital

in partnership with