x
Meetdoctor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah
Layanan Meetdoctor libur sementara mulai tanggal 26 Juli 2014, hingga 3 Agustus 2014.
Allergy

Rhinitis


Rhinitis terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap partikel di udara terhirup. Wujud pertahanan tubuh biasanya terlihat dalam bentuk bersin-bersin dan hidung meler.

Partikel-partikel pemicu reaksi alergi disebut allergen. Orang dengan alergi biasanya mengalami gejala alergi selama bertahun-tahun. Alergi biasanya menimbulkan komplikasi sinusitis dan infeksi telinga.

Selain bersin berkepanjangan dan hidung meler, penderita rhinitis juga kerap mengalami kaku pada otot wajah, atau malah hidung mampet. Pada cuaca yang lebih hangat, biasanya virus dan partikel pemicu alergi cenderung tidak aktif. Namun, seiring berjalannya waktu, deraan gejala alergi biasanya menurun.

Ada pun gejala rhinitis, yaitu:

  • Bersin di pagi hari
  • Hidung berair. Biasanya cairan yang keluar berwarna bening dan bervolume ringan
  • Mata berair dan terasa gatal
  • Telinga, hidung dan ternggorokan terasa gatal.

Ada pun allergen yang memicu terjadinya alergi biasanya adalah:

  • Serbuk sari
  • Debu
  • Bulu binatang
  • Bahan kimia
  • Beberapa orang dilaporkan juga sempat alergi pada sereal gandum.

Untuk mengetahui jenis alergen apa yang dapat memicu alegi Anda, tidak ada salahnya memeriksakan diri dan melakukan tes alergi. Tes alergi dilakukan dengan memberikan beberapa suntikan berisi alergen-alergen di lapisan kulit.

Sejauh ini belum ditemukan obat yang bisa mengatasi alergi, langkah yang terbaik agar tak terjangkit alergi adalah dengan menjauhi sumber-sumber alergen. Ada pun langkah medis yang bisa dilakukan adalah terapi suntikan immunotherapy.

in partnership with