Profile
Hamil

Tanda-tanda Kehamilan Palsu

Tanda-tanda Kehamilan Palsu

Tanda-tanda kehamilan palsu perlu diketahui untuk mencegah kekecewaan pada pasangan yang ingin segera memiliki anak. Kehamilan adalah hal yang paling dinantikan oleh setiap pasangan, terlebih bagi mereka yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Sayangnya, kehamilan tak selalu datang secepat yang diharapkan. Bahkan, ada pasangan yang baru mendapat keturunan setelah sepuluh tahun menikah.

Uniknya, ada beberapa wanita yang meyakini bahwa dirinya sedang hamil tetapi kenyataannya tidak.  Mereka umumnya mengalami beberapa keluhan seperti layaknya wanita hamil, misal: kenaikan berat badan, mual, dan sakit punggung. Namun, saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, tidak ada janin di dalam kandungan. Kondisi ini, seringkali disebut sebagai kehamilan palsu atau pseudocyesis dalam istilah medisnya. 

Lalu, apakah penyebab kehamilan palsu?
Hingga saat ini, penyebab kehamilan palsu secara pasti ialah dari pseudocyesis masih belum diketahui, namun diduga faktor psikologis memegang peranan utama dalam hal ini. Awalnya, ketika seorang wanita memiliki keinginan kuat untuk hamil, tubuhnya akan memunculkan beberapa tanda kehamilan, seperti pembengkakan perut, pembesaran payudara, dan bahkan merasakan sensasi gerakan janin.Selanjutnya, otak akan salah menginterpretasikan sinyal tersebut sebagai kehamilan, dan memicu pelepasan hormon (seperti prolaktin dan estrogen) yang justru menyebabkan timbulnya gejala kehamilan sesungguhnya. 


Gejala hamil palsu
Wanita dengan pseudocyesis akan mengalami keluhan yang sama seperti layaknya orang hamil. Nah, keluhan tersebut meliputi:
•    Gangguan siklus menstruasi
•    Pembesaran perut
•    Pembesaran dan pengencangan payudara, perubahan puting, dan mungkin produksi ASI
•    Merasakan adanya gerakan janin
•    Mual dan muntah
Keluhan - keluhan tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa tahun. 


Konsultasi kepada dokter atau tim medis dapat membantu Anda mengetahui, apakah mengalami kehamilan palsu atau tidak. Biasanya, dokter akan mengevaluasi keluhan yang dialami serta melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan panggul dan USG perut. Nah pada kehamilan palsu, si bayi tidak akan terlihat pada pemeriksaan USG dan tak ada detak jantung yang terdengar.  

Lalu bagaimana cara mengatasinya? 
Tentunya akan sangat mengecewakan, ketika seorang wanita yang telah meyakini kehamilannya selama berbulan-bulan, akhirnya harus menerima kenyataan sebaliknya. Oleh sebab itu, dokter pun harus berhati-hati dalam menyampaikan hal tersebut, serta memberikan dukungan secara psikologis, termasuk terapi untuk membantu si pasien pulih dari kekecewaan. (DV)


Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

 

Anda punya pertanyaan seputar Hamil ?
Ask Doctor
Kebiasaan makan kita memengaruhi berat badan. Beberapa kebiasaan makan kita ini sebaiknya dihindari karena berpotensi menaikkan bobot tubuh. 5 Kesalahan Pola Makan yang Masing Sering Kita Lakukan Diet ketogenik adalah diet yang memperbanyak konsumsi lemak dan mengurangi konsumsi karbohidrat dan protein. Ada kelebihan dan kekurangand dari diet ini. Efektifkah Menurunkan Berat Badan dengan Diet Ketogenik?