MEETDOCTOR

Profile
Health A-Z

Terapi Stem Cells Atasi Ragam Penyakit Berat

Terapi Stem Cells Atasi Ragam Penyakit Berat

Pada 21 September 2013, Brawijaya Women & Children Hospital kembali meluncurkan produk terobosan terbarunya di bidang kesehatan dan hanya satu-satunya di Jakarta yaitu “Terapi Stem Cells”. Sejak peluncurannya di awal tahun 2013, sudah banyak pasien di Brawijaya Women &

Children Hospital yang berhasil ditangani, misalnya penderita penyakit jantung, stroke, auto Imun disease, osteoartritis, autisme, kanker, dan beberapa penyakit lainnya. Terapi ini diharapkan bisa membantu bagi banyak orang dimasa depan.

Apa yang dimaksud dengan Terapi Stem Cells ini?

Adalah teknologi kedokteran terkini dimana para ahli memanfaatkan sel punca tersebut untuk meregenerasi sel di dalam tubuh sehingga dapat memulihkan dan menumbuhkan kembali jaringan yang rusak akibat terserang penyakit degeneratif (penurunan fungsi sistem di dalam tubuh akibat rusak maupun penuaan jaringan atau organ).

Dr. dr. Indah Julianto, SpKK (K), FINsDV, FAADV, dokter dari Brawijaya Women & Children Hospital yang menangani terapi Stem Cells di Indonesia, menjelaskan bahwa tipe stem cells yang dikembangkan dan digunakannya berasal dari Darah Tali Pusat dan Jelai Wharton Tali Pusat.

Setelah itu, Stem Cells yang diperoleh akan diproses di laboratorium Stem Cells untuk kemudian bila sudah berkembang (berdeferensiasi) menjadi sel yang diharapkan, akan ditanam (implant) ke dalam tubuh pasien dan bila berhasil, Stem Cells implant akan berkembang dan berkoneksi dengan sel-sel tubuh dan akan memperbaiki sistem dan regenerasi sel.

Penyakit apa saja yang dapat ditangani dengan terapi Stem Cells ini? “Beberapa contoh nama penyakit yang memiliki potensi sembuh atau membaik dengan terapi Stem Cells ini adalah diabetes mellitusdengan komplikasi, autisme, beberapa macam gangguan tumbuh kembang, epilepsi, cerebral palsy, parkinson disease, encephalitis, systemic lupus erythematosus, ankylosing spondylitis, myasthenia gravis, polyarteritis nodosa.”

“Penyakit jantung, Penyakit gangguan darah, multiple sclerosis, penyakit autoimmune dan rematik berat, optic atrophy, macular degeneration, retinitis pigmentosa, optic neuritis & diabetic retinopathy, ophthalmoneuromyelitis, guillain barre syndrome (GBS), reynolds diseases, acute disseminated encephalomyelitis, diffuse sclerosis, leukodystrophy, chorea minor, huntington disease, twitching tourette syndrome,penyakit degenerasi neuron seperti: motor neuron disease and multiple system atrophy, batten disease, muscular dystrophy, inflammatory myopathy, alzheimer, stroke dan kelumpuhan, bahkan untuk perawatan kecantikan”, jelas dr. Indah.

 

Anda punya pertanyaan seputar Health A-Z ?
Ask Doctor
Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi pencegah kehamilan. Selain kondom untuk pria, ada juga kondom untuk wanita lho. Berikut keuntungan dan kerugiannya menggunakan kondom wanita. Kondom Wanita: Ini Faktanya! Kehidupan seks yang harmonis sangat penting dalam hubungan. Jika kehidupan seks mulai kurang bergairah, coba lakukan cara berikut. Seks Kurang Bergairah? Coba Cara Ini