Profile
Kesehatan Wanita

apa obat batuk yang cocok untuk ibu menyusui?

apa obat batuk yang cocok untuk ibu menyusui?
Jambi

dokter, saya adalah seorang ibu menyusui, sejak sebulan yang lalu saya menderita batuk hingga sampai muntah-muntah. Menurut dokter apa jenis/merk obat batuk yang cocok untuk saya? dan bagaimana cara mengatasinya? terima kasih...

Answers

4 answers

  • dr. Alan Goni dr. Alan Goni Dokter Umum

    Hai, selamat pagi.

    Mengenai jenis obat batuk, tergantung batuk apa yang Anda alami; apakah itu batuk berdahak atau batuk kering. Kandungan yang aman untuk wanita hamil dengan batuk berdahak, carilah dengan kandungan Guaifenesin.

    Sementara untuk batuk kering, dapat digunakan obat dengan kandungan Dextromethorphan.

    Hindari obat batuk dan flu yang mengandung alkohol. Komposisi seperti pseudoephedrine dan phenylephrine juga baiknya dihindari karena dapat mempengaruhi aliran darah ke janin Anda.

    Demikian dan semoga bermanfaat.

  • terima ksih infonya...
    batuk yang saya alami adalah sewaktu batuk kering, terasa gatal di tenggorokan sampai muntah dan *maaf* terkencing-kencing. jadi apa obat yang cocok? mengingat saya sedang mnyusui bayi saya yang berusia 2 bulan.

  • dr. Alan Goni dr. Alan Goni Dokter Umum

    Hai,

    Batuk sendiri hanya merupakan gejala dan bukan penyakit. Yang harus dicari tahu adalah apa yang menyebabkan batuk-batuk tersebut; apakah karena infeksi kuman (bakteri), virus, atau ada penyebab lain.

    Obat batuk yang saya bahas sebelumnya dapat Anda minum untuk kondisi tersebut. Apabila keluhan berlanjut, periksakan diri ke dokter.

    Demikian dan semoga bermanfaat.

  • dr. Adnan Yusuf dr. Adnan Yusuf Dokter Umum

    selamat malam,

    Batuk selama ini lebih dikenal sebagai salah satu penyakit yang datang bersamaan dengan flu dan demam. Namun, pada dasarnya batuk adalah reaksi alami tubuh untuk menghilangkan benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan atau untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru dan bagian teratas saluran pernapasan.Batuk sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan tubuh, terhadap zat iritatif seperti asap, debu yang mengganggu fungsi saluran pernapasan. Begitu pula dengan lendir atau dahak yang terbentuk sebagai respon tubuh terhadap benda asing, akan mempermudah pembersihan saluran napas. Tapi, jika batuk berlangsung lama dan lendir berubah warna atau berdarah, maka diperlukan perhatian medis lebih lanjut.

    Batuk hanyalah gejala dari suatu penyakit, bukan penyakit itu sendiri. Terdapat berbagai jenis batuk yang dapat dibedakan berdasarkan bunyi maupun penyebabnya. Beberapa jenis batuk yang sering terjadi:

    1. Batuk produktif

    Batuk yang demikian biasanya mengandung lendir. Lendir ini kemungkinan berasal dari bagian belakang tenggorokan, bersumber dari hidung, sinus, maupun dari paru-paru. Batuk produktif sebaiknya tidak ditahan-tahan karena bersifat membersihkan lendir dari paru-paru.

    Penyebab dari batuk produktif antara lain:

    Akibat flu.
    Terjadi infeksi di paru-paru atau di bagian atas saluran pernapasan seperti pneumonia, bronkitis, sinusitis, serta tuberkulosis.
    Asam lambung yang naik ke kerongkongan sebagai gejala penyakit gastroesophageal reflux disease(GERD).
    Cairan dari tenggorokan yang membuat penderitanya merasa harus terus-menerus membersihkan tenggorokan.
    Merokok atau penggunaan tembakau dalam bentuk lain yang seringkali menandakan adanya iritasi yang terjadi pada tenggorokan atau kerongkongan.

    2. Batuk non-produktif

    Batuk non-produktif mewakili batuk kering yang tidak menghasilkan lendir, biasanya timbul saat sakit flu akan selesai. Bisa juga disebabkan karena adanya interaksi tubuh dengan polusi seperti debu maupun asap.

    Penyebab dari batuk non-produktif ini antara lain:
    Penyakit flu yang mereda sehingga yang tersisa adalah batuk kering yang biasanya terasa semakin buruk di malam hari.
    Adanya bronchospasm yang diakibatkan oleh iritasi di dalam saluran tenggorokan.

    Adanya alergi.
    Batuk kering sebagai akibat dari konsumsi obat-obatan yang disebut ACE yang berguna untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Contoh obat-obatan yang termasuk ACE adalah captopril (Capoten), enalapril maleate (Vasotec), dan lisinopril (Prinivil, Zestril, or Zestoretic).
    Adanya interaksi tubuh dengan debu dan bahan kimia lain.
    Asma ringan yang diikuti dengan batuk rejan, napas tersengal-sengal, atau dada terasa sesak.
    Sumbatan oleh benda asing seperti debu yang terhirup dan tersangkut di dalam saluran pernapasan

    Agar penggunaan obat batuk, tepat sasaran sesuai gejala yang dialami.

    1. Dekstrometorfan
    Jenis obat batuk ini, biasanya diperuntukkan untuk Anda yang mengalami batuk kering dan disertai dengan flu. Kandungan dekstrometorfan
    pada obat batuk berfungsi untuk meredakan atau menekan rangsang batuk. Dekstrometorfan memiliki efek samping, yaitu dapat menyebabkan kantuk, pusing dan mual muntah. Selain itu, bagi pengidap diabetes, sebaiknya berhati-hati, karena obat ini mengandung glukosa.

    2. Ekspektoran
    Ekspektoran adalah jenis obat batuk yang dapat mengencerkan dan membantu membersihkan lendir yang ada di dalam saluran napas, sehingga batuk menjadi lebih ringan. Tak hanya itu, ekspektoran juga berfungsi untuk melancarkan saluran pernapasan. Jenis obat ini cocok untuk batuk berlendir atau berdahak. Contoh obat ekspektoran antara lain, adalah guaifenesin, ammonium klorida, squill (tanaman herbal), dan natrium sitrat.

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat bagi Anda,

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Wanita ?
Ask Doctor
Penyakit Ini Bisa Membuat Daya Pikir Anda Menurun Penyakit Ini Bisa Membuat Daya Pikir Anda Menurun Salah Kaprah Pil KB yang Bisa Merugikan Salah Kaprah Pil KB yang Bisa Merugikan