Profile
Menstruasi

Apakah siklus menstruasi/haid yang panjang itu normal?

Apakah siklus menstruasi/haid yang panjang itu normal?
Surabaya

Dok, saya perempuan berusia 22 tahun. Saya mulai haid sejak umur 16 tahun (kelas 3 SMP). Masalah yang saya hadapi adalah siklus haid yang sangat panjang (lebih dari 40 hari), sehingga saya sering merasa minder dengan teman-teman saya. Hal tersebut saya alami secara tidak teratur (terkadang siklus haid 1 bulan, terkadang 40-50 hari). Apakah semua ini normal? Apa yang harus saya lakukan? Apa penyebab dari siklus haid yang panjang ini? Apa dampak dari hal ini bila berkepanjangan? Mohon diberi masukan dan saran, atau obat apa yang harus saya minum? Sekian terimakasih :)

Answers

3 answers

  • Selamat siang,

    Dari cerita anda, kemungkinan anda mengalami gejalaa oligomenorrhea, dimana siklus haid lebih dari 35 hari. Apakah gejala ini sudah anda alami sejak pertama kali haid atau baru muncul akhir-akhir ini saja?

    Jika gejala ini baru muncul, oligomenorhea paling sering disebabkan karena stres dan gangguan emosional lainnya. Biasanya gejala akan berkurang seiring dengan berkurangnya stress.

    Penyebab lain dari oligomenorhea adalah seperti :
    - Polikistik ovarium sindrom
    - Obesitas
    - Gangguan hormonal seperti hiperprolaktinemia

    Saran saya jika memang ada stress, kurangi stres tersebut. Jika berat anda berlebih, anda dapat mengurangi BB anda secara perlahan. Dan berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan untuk masalah ini, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang mengandung progesteron untuk mengatur siklus anda menjadi normal kembali. Apalagi, jika sekarang anda sudah menikah dan berencana hamil, tentunya anda harus mengatur siklus haid anda menjadi normal dahulu sehingga lebih mudah untuk menghitung masa subur anda.

    Semoga membantu.

  • Menurut perhitungan Body Mass Index, saya tergolong normal. Tinggi badan 151 cm dan berat badan sekitar 45 kg.

    Gejala yang saya ceritakan terjadi lebih sering daripada siklus normal, Memang saya tidak selalu mengalaminya namun hal ini sanggat mengganggu bagi saya. Dan saya merasa bahwa saya tipe orang yang tidak mudah stress. Saya masih mahasiswa, dok, belum ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat ini..
    Mohon diberi saran lagi.

    Selamat malam, terima kasih.

  • dr. Deffy Leksani dr. Deffy Leksani Dokter Umum

    Hallo, Selamat Siang.

    Umumnya periode menstruasi yang dialami wanita setiap bulan rata-rata antara 2 sampai 7 hari. Tetapi tidak jarang juga wanita yang mengalami periode menstruasi yang lebih panjang, bahkan lebih dari 2 minggu.

    Periode menstruasi terjadi pada semua wanita sejak masa pubertas, yaitu rata-rata usia 11 atau 12 tahun hingga masa menopause. Menstruasi terjadi ketika sel telur yang berada pada lapisan rahim meluruh karena tidak dibuahi oleh sperma, sehingga terjadi pendarahan melalui vagina. Panjang periode menstruasi masing-masing wanita sangat bervariasi antara 2 sampai 7 hari, dengan selang waktu rata-rata 28 hari. Namun, rentang waktu antar periode menstruasi juga bervariasi mulai dari 24 sampai 35 hari, yang masih dianggap normal.

    Tetapi jika periode menstruasi Anda terlalu panjang bahkan hingga lebih dari 2 minggu, Anda perlu waspada terhadap beberapa alasan kesehatan yang menyebabkannya. Hal ini mungkin wajar jika Anda telah mendekati usia menopause, yaitu antara usia 45-55 tahun karena perubahan hormon yang sangat drastis. Berikut beberapa alasan terhadap periode menstruasi yang ekstra panjang :

    1. Pertumbuhan fibroid non-kanker dalam rahim (fibroid uterus).
    2. Pertumbuhan polip dalam rahim.
    3. Memiliki endometriosis, suatu penyakit dimana jaringan endometrium rahim mengalami pertumbuhan hingga menonjol keluar rahim.
    4. Menderita penyakit radang panggul
    5. Ketidakseimbangan hormon sementara, misalnya, ketika mengubah kontrasepsi hormonal.
    6. Pemasangan alat kontrasepsi IUD tembaga yang mungkin membuat menstruasi Anda manjadi berat.
    7. Hamil dan keguguran, mungkin Anda mengira darah keguguran dari kehamilan yang tidak Anda ketahui sebelumnya sebagai darah menstruasi.
    8. Pendarahan disfungsional uterus (DUB/Dysfunctional Uterine Bleeding), dokter tidak tahu apa yang menyebabkan DUB dan dapat mendiagnosa Anda dengan kondisi tersebut jika tidak dapat menemukan penyebab pendarahan.

    Jika tidak ada penyebab fisik yang jelas, terutama jika Anda telah berusia setengah baya, dokter mungkin akan menunggu hingga Anda menopause dan menyakan bahwa hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormonal yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pemeriksaan panggul dan USG rahim akan dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan tertentu yang menyebabkan panjangnya periode menstruasi. Dokter akan melakukan operasi jika menemukan fibroid, polip atau lapisan endometrium di tempat yang tidak seharusnya. Pengobatan lain meliputi terapi penggantian hormon, terapi obat yang membuat periode menstruasi lebih ringan, dan anti-inflamasi untuk mengurangi kehilangan terlalu banyak darah.

    Untuk tambahan informasi, dapat anda buka link berikut ini : http://meetdoctor.com/article/mengenal-menstruasi

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk anda.

Anda punya pertanyaan seputar Menstruasi ?
Ask Doctor
Terapi Alergi Kacang: Semakin Dini, Semakin Baik Terapi Alergi Kacang: Semakin Dini, Semakin Baik Terapi Alergi Kacang: Semakin Dini, Semakin Baik Terapi Alergi Kacang: Semakin Dini, Semakin Baik