x
Meetdoctor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah
Layanan Meetdoctor libur sementara mulai tanggal 26 Juli 2014, hingga 3 Agustus 2014.
Berapa batas nilai kreatinin dalam darah yang memerlukan cuci darah?
on 31 May 2012

Hasil lab saya menunjukkan nilai kreatinin 2.88 apa artinya? dan berapa nilainya yang memerlukan cuci darah, dan bagaimana mencegah naiknya kreatinin dalam darah?

Wayan Sukadja
Indonesia

2 Answers

Dokter
Jakarta, Indonesia

Halo, selamat sore, Pak Wayan.

Kreatinin dalam darah (serum) adalah salah satu indikator menilai fungsi ginjal selain ureum. Nilai normal kreatinin pada pria ada pada kisaran 0.7-1.2 mg/dL. Kenaikan nilai ini, selain karena adanya gangguan pada ginjal, dapat pula terjadi pada orang yang mengkonsumsi obat darah tinggi jenis tertentu, serta pada mereka yang melakukan olahraga fisik berat.

Namun, nilai kreatinin saja tidak cukup untuk menilai fungsi ginjal seseorang. Dibutuhkan parameter yang lain untuk hal itu; karena yang akan dicari adalah laju filtrasi glomerulus (LFR) dan bersihan kreatinin dalam melihat fungsi ginjal serta menentukan kapankah dimulai cuci darah pada pasien.

Ada banyak panduan mengenai kapan dilakukan cuci darah pada pasien, salah satu panduan menyatakan ketika bersihan kreatinin <7 mL/menit, atau LFR <10.5 mL/menit/1.73m2.

Untuk mengetahui bersihan kreatinin atau pun LFR dibutuhkan parameter lain. Karena itu, ada baiknya tentang ini Anda konsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) di kota Anda.

Demikian dan semoga bermanfaat.

Say Thanks
on 31 May 2012
Dokter
Jakarta, Indonesia

Halo, Selamat Siang Sdr. Wayan Sukadja

Nilai kadar kreatinin dalam darah anda sudah menunjukkan adanya kenaikan (normal untuk laki-laki berkisar antara 0,6-1,2 mg/dL). Perlu diketahui terlebih dahulu apakah keadaan ini baru saja terjadi (akut) atau sudah lama (kronis). Hal terebut biasanya dinilai dari pemeriksaan Hb (Hemoglobin), karena ginjal merupakan salah satu organ yang berperan dalam produksi sel darah merah. Penanganan dan indikasi untuk cuci darah pada fase akut dan kronis berbeda.

Untuk fase akut/ gagal ginjal akut indikasi cuci darah adalah sebagai berikut :
- Kelebihan cairan / bengkak pada tungkai atau badan (edema /ascites)
- Hipertensi yang tak terkendali
- Peninggian kadar kalium dalam darah yang tak terkendali (hiperkalemia)
- Mual dan muntah disertai perdarahan lambung
- Penurunan keadaran, koma, atau kejang
- Gangguan perdarahan
- Terjadinya asidosis (peningkatan derajat keasaman darah)
- Pemeriksaan Blood urea nitrogen (BUN) > 70 – 100 mg/dl

Sedangkan untuk fase kronis/ gagal ginjal kronis :
- Terjadinya pericarditis (radang pada selaput jantung)
- Terjadinya bengkak di tungkai, lengan atau tubuh (edema) yang tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
- Hipertensi yang tidak terkendali.
- Tanda-tanda kerusakan persarafan dan gangguan perdarahan akibat peninggian kadar ureum dalam darah.

Nilai kreatinin darah biasanya hanya menjadi acuan bahwa sudah terjadi penurunan fungsi ginjal dan bukan merupakan indikator mutlak seseorang membutuhkan cuci darah atau tidak.

Demikian, semoga membantu. Terima Kasih

Say Thanks
on 31 May 2012
in partnership with