Profile
Hamil

hamil diluar kandungan

hamil diluar kandungan
Jember

1. berapa waktu yang diperbolehkan hubungan suami istri, pasca operasi? 2. katanya 1 tahun pasca operasi istri boleh hamil lagi, apa betul? 3. operasi hamil diluar kandungan apakah rahimnya di angkat?

Answers

4 answers

  • Dr. Janfrional Dr. Janfrional Dokter Umum

    1. Tergantung jenis operasinya. Operasi jenis apa dan apakah terdapat komplikasi atau tidak.

    2. Kami tidak mengetahui jenis operasi apa yang anda maksudkan, sehingga belum bisa memberikan komentar. Sebaiknya mohon dijelaskan operasi apa yang anda maksudkan.

    3. Tidak. Yang diangkat hanyalah janin dan ari-ari yang tumbuh di luar kandungan tersebut.

  • dr. Didi Dewanto, SpOG dr. Didi Dewanto, SpOG Obstetri & Ginekologi (OBGYN)

    Apabila pasca operasi hamil diluar kandungan, maka kapanpun bila dirasa ibu sdh bisa aktivitas normal, tdk masalah melakukan hub seksual. Untuk hamil pun jg tidak masalah krn tidak ada cacat rahim akibat operasi tsb

  • Operasi KET dok, umur kehamilan 6 minggu

  • dr. Deffy Leksani dr. Deffy Leksani Dokter Umum

    Hallo, Selamat Pagi.

    Kehamilan Ektopik adalah kehamilan di luar kandungan. Pada kehamilan normal janin akan menempel dan berkembang dalam rahim. Namun pada sekitar 2% kehamilan janin dapat menempel pada organ selain rahim (yaitu pada tuba fallopi, rongga perut, ovarium, leher rahim dll) sehingga menimbulkan kehamilan ektopik. Penyebab yang paling umum ditemukan adalah kerusakan tuba falopi, misalnya akibat peradangan, sehingga menghalangi sel telur yang telah dibuahi masuk ke dalam rahim. KET (Kehamilan Ektopik Terganggu) adalah kondisi darurat yang timbul akibat gangguan pada kehamilan ektopik (robekan, abortus dll).

    Setelah mengalami KET, secara medis jika tidak ada kelainan yang mendasari maka Anda dapat hamil kembali. Jika Anda menjalani operasi untuk menangani KET sebelumnya, maka waktu terbaik untuk memulai program kehamilan adalah 6 bulan setelahnya. Namun untuk mencegah terulangnya kejadian KET, beberapa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya kehamilan ektopik perlu mendapat penanganan, yaitu:

    - Infeksi atau peradangan pada tuba falopi dan organ lain, misalnya akibat Pelvic Inflammatory Disease (penyakit radang panggul), Penyakit Menular Seksual/PMS seperti Gonore, Klamidia dll
    - Penggunaan obat-obatan kesuburan
    - Proses sterilisasi (pengikatan tuba) dan pembukaan ikatan tuba yang kurang sempurna
    - Penggunaan IUD/KB spiral

    Beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

    - Berkonsultasi kembali dengan Dokter untuk merencanakan program kehamilan yang aman bagi Anda
    - Melakukan kontrol rutin dengan Dokter sehingga setiap perkembangan dan penyulit yang mungkin timbul dalam kehamilan dapat dipantau secara dini dan ditangani segera
    - Istirahat yang cukup dan tidur yang cukup
    - Konsumsi buah dan sayuran hijau
    - Kelola stres

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk anda.

Anda punya pertanyaan seputar Hamil ?
Ask Doctor
Wanita Penderita Migrain Lebih Berisiko Menderita Stroke Wanita Penderita Migrain Lebih Berisiko Menderita Stroke Sulit Konsentrasi? Coba Cara Ini Sulit Konsentrasi? Coba Cara Ini