x
Meetdoctor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah
Layanan Meetdoctor libur sementara mulai tanggal 26 Juli 2014, hingga 3 Agustus 2014.
regenerasi Sel Otak Kecil Kanan dengan Sel Punca
on 10 Feb 2013

Selamat Malam, Dok,
Perkenalkan saya Nanang, saat ini saya berusia 28 tahun. Dulu sewaktu kecil saya pernah terjatuh ke dalam selokan air depan rumah setelah didorong teman, yang mengakibatkan kepala saya membentur dasar selokan dan mengeluarkan banyak darah. Guna menghentikan darah yang keluar, orang tua saya menggunakan Obat Merah (obat untuk luar) saja hingga luka di kepala mongering, dan tanpa disadari oleh kedua orang tua saya, ternyata ada luka dalam yang saya alami saat itu (menurut penuturan dokter yang beberapa tahun lalu menangani saya).
Setelah kejadian itu, sejak menginjak masih di Sekolah Dasar kondisi fisik saya menjadi lemah dan sering sakit-sakitan, selain itu saya sering merasakan sakit (seperti kram) pada sisi kepala bagian kanan di atas telinga hingga ke kepala bagian belakang. Rasa sakit itu biasanya saya rasakan setelah saya meminum air es atau setelah saya menyundul bola ketika bermain bola. Sesaat setelah itu saya rasakan rasa sakit yang terasa amat sangat sakit, namun beberapa saat kemudian akan hilang dengan sendirinya.
Kejadian ini terus berulang hingga puncaknya pada akhir Maret 1999 ketika menginjak akhir tahun kelas 2 SMP, rasa sakit di kepala mencapai klimaks yang mengakibatkan saya sampai kehilangan kesadaran sehingga harus dibawa ke salah satu rumah sakit swasta terkenal di Jogja,
Kemudian oleh dokter jaga yang menerima saya saat itu dianjurkan untuk dilakukan CT Scan, dari hasil CT Scan diketahui bahwa ada gumpalan darah pada bagian Otak Kecil Kanan saya, disarankan oleh dokter itu agar segera dilakukan operasi pengangkatan gumpalan darah dan sebagian Otak Kecil Kanan yang mengalami kerusakan akibat penggumpalan darah.
Beberapa minggu kemudian setelah kesadaran saya berangsur-angsur pulih, orang tua saya pun menceritakan apa yang saya alami Dikatakan oleh ibu bahwa saya sempat 3 minggu berada di ruang ICU. Tak berapa lama saya mulai rasakan ada yang aneh & berbeda pada tubuh saya, yaitu pada wajah (pipi kiri), penglihatan kedua mata, tangan kiri, dan kaki kiri.
1. Wajah
Pada bagian wajah, pipi kiri terasa lebih tebal, sehingga saat senyum tidak terlihat simetris.
2. Mata
Gangguan pada mata saya awal kali diketahui oleh kakak saya, saat itu kakak saya melihat ada yang janggal dengan kondisi mata saya, yakni mata saya menjadi “Kero” (dalam Bhs Jawa), maksudnya kedua mata saya tidak melihat pada arah yang sama, saat mata kiri melihat ke arah depan maka posisi mata kanan juga melihat ke depan tapi terlalu melirik ke kanan, akibatnya penglihatan mata saya pun menjadi dobel, segala sesuatu yang saya lihat dengan kedua mata saya pun tampak dobel (ganda), namun penglihatan dobel (ganda) tersebut akan hilang bila salah satu mata ditutup. Kalau tidak salah dokter mata pernah mengatakan gangguan mata ini disebut dengan istilah Diplopia binokular yang diakibatkan oleh cedera & kerusakan pada otak.
Beberapa bulan kemudian saya mulai rasakan gangguan lain pada penglihatan mata kanan saya. Awalnya hanya tampak seperti kilatan bintang saja, setelah beberapa hari diperiksakan ke dokter & diberi obat, gangguan penglihatan pada mara kanan saya berubah menjadi seperti semacam kabut / kapas yang menutupi bagian tengah penglihatan mata kanan saya, namun sisi kanan-kiri & atas-bawah penglihatan mata kanan saya masih terlihat jelas. Kemudian saat diperiksakan lagi ke dokter mata, dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap, dari hasil pemeriksaan, dokter mengataan jika terdapat selaput/ layar keruh di depan retina mata kanan saya yang menyebabkan penglihatan mata kanan saya menjadi terhalang.
3. Tangan Kiri
Pasca operasi, saya tidak dapat menggerakkan tangan kiri saya seperti sediakala, sebab tangan kiri saya terasa kaku, berat, susah digerakkan, dan tebal, sehingga tidak begitu terasa ketika disentuh pada permukaan kulitnya. Jari tangan saya pun juga terasa kaku, susah digerakkan, dan diluruskan sehingga cenderung menggenggam. Bila digunakan untuk memegang atau membawa sebuah benda, kadang tanpa saya sadari benda yang saya bawa tersebut jatuh & terlepas dari genggaman tangan saya. Pada bagian sendi bahu kiri tidak kuat saat tangan mengangkat sesuatu, sehingga kadang terasa sendi ini seperti terlepas dari tempatnya.
4. Kaki Kiri
Sama seperti halnya tangan kiri saya, kaki kiri sayapun terasa kaku, berat, susah digerakkan, dan juga tebal, sehingga tidak begitu terasa ketika disentuh pada permukaan kulitnya. Awal kali saya coba untuk berdiri, saya tidak dapat berdiri dengan seimbang seperti semula sehingga harus menggunakan bantuan tripod. Kini saya sudah lepas dan tidak menggunakan tripod lagi, namun kadang saat saya gugup, nervous, dan tidak konsentrasi ataupun tanpa sebab keseimbangan tubuh saya terganggu sehingga membuat saya hampir terjatuh, dokter yang mengoperasi saya mengatakan ini dikarenakan kondisi otak kecil kanan saya yang tidak utuh lagi setelah dipotong pada saat operasi karena mengalami kerusakan akibat penggumpalan darah. Selain itu jari kaki saya juga masih kaku & susah digerakkan serta cenderung mencengkeram, akibat kaki yang terasa berat, cara berjalan saya pun menjadi pincang dan terkadang ujung jari kaki “menyaruk” tanah ketkta berjalan, akibatnya ujung jaripun sering terluka.
Saya sudah mencoba berobat ke beberapa dokter ahli bedah syaraf dan hasilnya sama, belum ada perkembangan. Bahkan salah seorang dokter ahli bedah syaraf di Semarang yang pernah saya kunjungi mengatakan bahwa dipijat atau diobati dengan cara apapun juga.., saya tidak akan bisa sembuh & pulih seperti sedia kala, selama…bagian Otak Kecil Kanan saya yang diangkat ketika operasi, dikembalikan lagi ke tempatnya. Namun, saat saya menanyakan keberadaan sebagian Otak Kecil Kanan saya (yang diangkat ketika operasi) kepada dokter yang mengoperasi saya, dokter tersebut menjawab bahwa bagian Otak Kecil Kanan saya tersebut sudah lama dibuang, saya pun kecewa dan sedih mendengar penuturan dokter tersebut.
Pernah selama tahun 2007-2008 lalu oleh seorang dokter bedah syaraf di Jogja, dicoba-diberikan sebuah obat untuk menjaga kemungkinan sel-sel Otak Kecil Kanan saya yang masih hidup agar terus berkembang & dipertahankan, namun susaha yang dilakukan saat itu tidak berhasil dan dokter pun meminta saya untuk pasrah menerima keadaan ini dikarenakan sel-sel dan syaraf-syaraf Otak Kecil Kanan saya yang rusak tidak akan mengalami regenerasi lagi, seketika perasaan kecewa dan sedih pun bercampur menjadi satu ketika mendengar kembali kabar seperti itu, karena memang sejak awal saya sangat bersemangat dan yakin bahwa proses regenerasi sel dapat terjadi sehingga Otak Kecil Kanan saya pun dapat kembali utuh dan sempurna seperti sediakala dan sayapun dapat segera sembuh dari penyakit yang saya derita sejak tahun 1999 ini. Sejak saat itu dokter sengaja tidak memberi obat lagi dan menganggap kondisi fisik saya sudah stabil,
5. Kejang
Namun tanpa diduga penyakit kejang yang saya derita sejak penggumpalan darah di tahun 1999 pun kambuh lagi. Dokterpun memberikan obat yang harus saya minum sekali setiap harinya supaya Penyakit Kejang yang saya derita segera sembuh dan hilang.
Beberapa bulan lalu saya sempat mendengar, membaca, dan menyimak berita tentang Bank Placenta,tempat penyimpanan Sel Punca, di mana Sel Punca ini sendiri merupakan sel yang bersifat asal muasal, sel yang hanya bersifat 2 kondisi, yakni sel punca (sel yang asli, tidak berkembang menjadi sel apapun) dan sel yang kalau 'ditempelkan' pada suatu jaringan maka sifatnya akan mengikuti jaringan itu, yang artinya kalau sel punca diletakkan pada sel jantung, ia akan berubah menjadi sel jantung (dengan segala sifatnya), kalau ia diletakkan pada sel kulit, maka ia akan berubah menjadi sel kulit (dengan segala sifatnya).
Jika melihat pada kasus saya, di mana dokter mengatakan bahwa sel-sel dan syaraf-syaraf Otak Kecil Kanan saya yang rusak tidak akan mengalami regenerasi lagi, maka dengan adanya Sel Punca, jika diletakkan pada bekas bagian Otak Kecil Kanan saya yang diangkat (di dalam kepala saya) apakah ia bisa berubah & membentuk sel-sel dan jaringan sel Otak Kecil Kanan yang baru yang memiliki fungsi dan sifat yang sama dengan sebagian jaringan sel Otak Kecil Kanan saya yang diangkat oleh dokter karena mengalami kerusakan akibat pennggumpalan darah di Bagian Otak Kecil Kanan saya yang saya alami di tahun 1999? Jika jawabannya tidak, adakah metode pengobatan lain yang bisa mengembalikan kondisi Otak Kecil Kanan saya sehingga utuh, pulih, & berfungsi seperti sedia kala? Atas jawaban dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.

Salam,


Seseorang
Magelang

1 Answers

Dokter
Jakarta

Selamat siang,
memang pengunaan sel punca untuk terapi sekarang ini sedang marak, dan kemampuan sel punca ini juga sangat baik untuk meregenasi sel2 dalam tubuh kita yang sudah rusak, akan tetapi tingkat keberhasilannya saat ini memang masih dalam penelitian dan selain memerlukan biaya yang cukup mahal, persiapan dan tekniknya juga cukup rumit, bila memang hendak mencobanya silakan anda konsultasikan kembali kondisi anda sekarang ini dengan dokter yang merawat.

semoga membantu

Say Thanks
on 11 Feb 2013
in partnership with