x
Meetdoctor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah
Layanan Meetdoctor libur sementara mulai tanggal 26 Juli 2014, hingga 3 Agustus 2014.

Hydrocephalus

Hydrocephalus adalah penyakit menumpuknya suatu cairan di dalam otak. Cairan serebrospinal umumnya mengalir didalam ventrikel (rongga otak) dan ‘membasahi’ otak dan tulang belakang. Cairan yang berlebihan tersebut dapat menekan otak bayi, menyebabkan kerusakan, gangguan fisik dan mental. Cairan serebrospinal di produksi oleh jaringan pada lapisan ventrikel otak. Cairan tersebut mengalir didalam ventrikel dan ruang diantara otak tulang belakang


Symptoms

Gejala hidrosefalus pada bayi diantaranya :

Ukuran kepala yang besarnya tidak normal, kepala membesar dengan cepat, di atas kepala terdapat bagian yang lembut, muntah, mengantuk, mudah marah, tidak mau makan, kejang, mata menghadap ke bawah dan otot-otot lemah.

Sedangkan gejala hidrosefalus pada batita dan anak-anak adalah :

Ukuran kepala membesar tidak normal, pusing, mual, muntah, demam, terlambat berjalan dan  bicara, pandangan kabur atau berbayang, tidak seimbang, koordinasi tubuh tidak baik, mudah marah, tidak dapat memperhatikan, tidak ada selera makan, kejang, mengantuk dan sulit bangun.


Causes

Hidrosefalus terjadi akibat dari :

  • Ketidakseimbangan produksi cairan serebrospinal (terlalu cepat dan banyak).
  • Terganggunya aliran dari satu ventrikel ke ventrikel lainnya.
  • Gangguan penyerapan cairan pada pembuluh darah, umumnya akibat peradangan jaringan otak.


 


Risk Factor

Masalah medis yang memicu terjadinya hydrocephalus adalah :

Congenital hydrocephalus.

  • Akibat gangguan perkembangan sistem saraf pusat yang bisa mengganggu aliran cairan.
  • Pendarahan didalam ventrikel.
  • Infeksi pada rahim saat mengandung, misalnya rubella atau sifilis, yang dapat menyebabkan peradangan pada jaringan otak janin.

Pemicu lainnya, yaitu :

  • Tumor pada otak atau tulang belakang.
  • Infeksi pada sistem saraf pusat, misalnya bakterial meningitis atau gondok.
  • Pendarahan otak akibat stroke atau cedera.

Diagnosis

Untuk memastikan, akan dilakukan :

  • Tes neurologi sesuai dengan usia penderita. Tes tersebut akan memeriksa mengenai refeleks, kekuatan otot, pergerakan mata dan keseimbangan.
  • Ultrasound,  MRI, CT.


 


Treatment

Untuk perawatan, dapat dilakukan pembedahan (Shunt atau Ventriculostomy), sayangnya kedua jenis pembedahan tersebut dapat membawa efek samping.


Prevention

Sebagai pencegahan, lakukan pemeriksaan rutin selama mengandung, melakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi dan cegah terjadinya cedera pada kepala.

in partnership with