Profile
Kanker Serviks

7 Gejala Kanker Serviks yang Tidak Boleh Anda Abaikan

7 Gejala Kanker Serviks yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Salah satu pendorong tingginya kasus kanker serviks karena tidak adanya pemantauan sejak dini.

Kanker serviks menjadi penyakit yang menakutkan bagi wanita. Terdapat sekitar 21 ribu kasus kanker serviks di Indonesia per tahun. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan urutan kedua tertinggi di dunia. Lebih dari 92 ribu wanita Indonesia meninggal karena kanker dengan 10,3 persen di antaranya karena kanker  serviks, pada 2014 lalu. 

Salah satu pendorong tingginya kasus kanker serviks karena tidak adanya pemantauan sejak dini. Sebagian besar penderita kanker serviks baru menyadari saat kondisinya sudah parah. 

Berdasarkan laporan Centers for Disease Control and Prevention, enam dari setiap 10 kanker serviks terjadi pada wanita yang belum pernah menerima tes pap atau belum pernah melakukan tes dalam lima tahun terakhir. Perlu Anda ketahui bahwa wanita yang berusia antara 21 sampai 65 tahun, dan pelaku seks aktif, harus mendapatkan papsmear setiap tiga tahun dari usia 21 sampai 30 tahun. Dan setiap lima tahun dari usia 30 sampai 65 tahun 

"Faktanya, salah satu faktor risiko terbesar terkena kanker serviks adalah tidak melakukan pap smear dalam lima tahun terakhir," kata Eloise Chapman-Davis, M.D., ahli onkologi ginekologi di Weill Cornell Medicine dan New York-Presbyterian.

Tidak hanya harus melakukan papsmear, Anda juga perlu waspada terhadap gejala kanker serviks. Bicarakan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut bila menemukan gejala-gejala ini: 

Perdarahan yang tidak normal 
"Salah satu gejala yang paling umum dari kanker serviks adalah perdarahan vagina, entah itu di antara menstruasi Anda, setelah berhubungan seks, atau setelah menopause," kata Taraneh Shirazian, M.D., seorang ginekolog di NYU Langone Health. Perdarahan vagina yang tidak normal umumnya merupakan gejala kanker serviks stadium lanjut, karena ini berarti tumor di leher rahim menyebar ke jaringan terdekat, Chapman-Davis menambahkan. 

Periode menstruasi lebih panjang
Periode menstruasi Anda mendadak berubah menjadi dua minggu, bukan empat hari atau mengalami dua kali periode dalam satu bulan. Untuk amannya, sebaiknya Anda berbicara pada dokter kandungan bila Anda memiliki perubahan dalam siklus, yang berlangsung selama setidaknya dua siklus. 

Cairan vagina tidak normal 
Cairan vagina normalnya berwarna bening atau keputihan yang tidak berbau. Pada kanker serviks, cairan yang keluar biasanya berbau busuk, dan berwarna merah jambu, cokelat atau berdarah, dan mungkin diikuti potongan jaringan yang disebut  nekrotik. Pasalnya,  ‘massa’ dan tumor mengeluarkan cairan, yang dapat menyebabkan keluarnya cairan yang terus menerus dan terjadi tanpa alasan. Begitu kata Chapman. 

Nyeri panggul 
Rasa nyeri panggul bisa menjadi indikator perubahan pada serviks. Namun kanker serviks stadium lanjut bisa menyebar ke kandung kemih, usus, atau bahkan paru-paru dan hati, kata Chapman-Davis. "Anda juga mungkin merasa sakit punggung dan kaki,” katanya. "Tapi itu biasanya terkait dengan kasus yang sangat canggih karena serviks tidak terlalu mempengaruhi banyak saraf." Bicaralah dengan dokter Anda untuk menyingkirkan kanker serviks dan juga potensi penyebab saraf lainnya.

Kelelahan kronis
Kelelahan merupakan salah satu gejala yang tidak boleh diabaikan. Mengapa? Karena perdarahan vagina yang tidak normal-salah satu gejala utama kanker serviks, sebenarnya dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan oksigen di dalam tubuh, yang menyebabkan Anda merasa benar-benar kelelahan setiap saat, biasanya tanpa penjelasan lain. Jika Anda menghadapi kelelahan kronis, dokter  mungkin akan memeriksa kadar zat besi dan darah merah Anda. 

Mual atau gangguan pencernaan
Rasa mual atau gangguan pencernaan yang terus-menerus bisa menjadi pertanda kanker, dan itu termasuk kanker serviks. Itu karena, ketika lanjut, kanker serviks dapat menyebabkan serviks membengkak ke rongga perut, menekan saluran pencernaan dan perut. Karena mual bisa menjadi pertanda kanker serviks dan juga masalah lainnya, bicarakan dengan dokter umum sebelum Anda memilih saran dari dokter kandungan. 

Berat badan turun drastis 
Faktor yang sama yang dapat menyebabkan mual akibat kanker serviks dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Ini terjadi karena kondisi perut yang tertekan sehingga tidak bisa menahan banyak makanan. Ditambah rasa mual, membuat Anda tidak berminat untuk makan. Jika Anda kehilangan sampai 5 atau 10 persen berat badan Anda selama enam bulan tanpa diet, silakan hubungi dokter. 

 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

 

Anda punya pertanyaan seputar Kanker Serviks ?
Ask Doctor
Diet sering dipilih untuk menurunkan berat badan, namun banyak juga yang masih membahayakan diri demi tubuh ideal. Ini cara diet sehat yang benar. Inilah Cara Diet Sehat Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya