Profile
Alergi

Alergi Makanan Bisa Mengganggu Tidur Si Kecil

Alergi Makanan Bisa Mengganggu Tidur Si Kecil

Anak Anda mengalami insomnia? Kemungkinan ini ada hubungannya dengan alergi makanan yang dimiliki Si Kecil. Gangguan pola tidur tersebut bisa menimbulkan gangguan dalam berbagai fungsi sosial, pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk gangguan pada fungsi lainnya. Insomnia sendiri adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan tidur yang baik.

Anak atau bayi yang sulit tidur, bisa saja karena dia menderita intoleransi zat makanan tertentu. Untuk bayi yang masih di usia ASI eksklusif, zat allergen masuk melalui ASI Anda. Ini tidak berarti bayi alergi terhadap ASI, karena tidak ada bayi yang alergi ASI, melainkan dia alergi terhadap sesuatu zat yang ada di dalam ASI dan zat itu bisa ada karena pola makan dan minum ibunya.

Satu penelitian di sebuah klinik tidur di Inggris menemukan, 12 persen bayi berusia 13 bulan yang mengalami gangguan tidur, ternyata mengalami intoleransi susu sapi.  

Jika Anda atau pasangan Anda menderita alergi seperti eksim, asma atau demam, atau jika ada riwayat keluarga alergi, ada kemungkinan risiko bayi Anda menderita hal yang sama akan meningkat. Cara terbaik untuk melindungi bayi Anda dari alergi adalah dengan memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama. Jika Anda memberikan sufor dan menduga bayi Anda menderita alergi, berkonsultasilah dengan dokter anak langganan. Mungkin dokter akan merekomendasikan susu formula antialergi.

Alergi pada bayi dan anak-anak dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk sakit perut, mual, muntah dan refluks, mengi dan hambatan pernapasan, dermatitis, eksim, dan berbagai ruam.Hal-hal inilah yang diduga dapat menganggu kenyenyakan tidur mereka.

Selain susu sapi, makanan lain yang umumnya dapat menyebabkan alergi makanan adalah kacang, telur, produk kedelai, ikan, gandum dan jeruk. Namun, reaksi terhadap makanan tampaknya bervariasi pada masing-masing anak. Beberapa bayi bereaksi bahkan terhadap sejumlah kecil makanan tertentu dalam pola makan ibu mereka, sehingga gejala alergi (termasuk sering terbangun waktu malam), dapat diatasi dengan menyingkirkan makanan itu dari pola makan Sang Ibu.

Buatlah suatu catatan tentang gangguan pola tidur anak. Anda bisa menuliskan mengenai kapan anak Anda menangis atau gelisah, atau terbangun dari tidurnya, apa saja yang dia dan Anda makan. Dengan catatan itu, Anda akan dapat menduga kira-kira asupan apa yang menyebabkan tidur Si Kecil terganggu.

Solusi yang paling murah dan sederhana adalah dengan menghilangkan makanan yang menjadi penyebab alergi Si Kecil, setidaknya selama seminggu, atau lebih baik lagi selama dua minggu. Jika jam tidur Si Kecil mengalami perbaikan, Anda dapat bersyukur dan terus menghindari makanan tersangka itu. Atau, Anda dapat mengonsumsi kembali sejumlah kecil makanan tersebut. Jika anak kembali rewel pada waktu malam dan gejala alergi kembali terjadi, kita bisa cukup yakin bahwa memang makanan atau minuman itulah penyebabnya. Jadi sebaiknya, jauhi makanan tersebut agar anak mendapatkan waktu tidur yang baik.

Alergi bukanlah masalah sepele, maka itu pemahaman alergi yang baik perlu Anda miliki. Yuk, tingkatkan kesadaran alergi Anda melalui gerakan 3K yang terdiri dari Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan. Kenali adalah mengenal pengertian alergi dengan benar, faktor risiko, penyebab serta gejala. Konsultasikan adalah mengonsultasikan kepada dokter begitu risiko diketahui atau terdapat kejadian yang menyerupai gejala alergi. Dan terakhir, Kendalikan, yaitu mengambil tindakan pencegahan maupun pengobatan sesuai saran dokter. Dapatkan informasi lengkap seputar alergi anak di www.alergianak.com

 

 

Ditinjau oleh: dr. Jezzy Reisya.

Anda punya pertanyaan seputar Alergi ?
Ask Doctor
Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Saat ini belum diketahiui penyebabnya, namun kamu bisa tau gejalanya Gejala Leukemia yang Tidak Boleh Diabaikan Aturan Konsumsi Gula Saat Hamil Aturan Konsumsi Gula Saat Hamil