Profile
Penyakit Jantung

Aritmia, Apakah Itu?

Aritmia, Apakah Itu?

Penyakit aritmia jantung disebut juga disaritmia, yaitu irama detak jantung yang abnormal, di mana jantung berdenyut tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Gangguan irama detak jantung ini, bisa meningkatkan risiko stroke atau kematian mendadak. 

Penyebab terjadinya aritmia atau detak jantung yang tidak beraturan ini, biasanya adalah adanya stres, latihan fisik berlebihan, konsumsi obat-obatan tertentu hingga masalah medis lainnya yang jarang terjadi.

Dalam kasus-kasus tertentu, aritmia dapat mengindikasikan adanya kondisi jantung seperti aritmia atau detak jantung yang memang abnormal (terlalu cepat maupun terlalu lambat), maupun kelenjar tiroid yang bekerja terlalu aktif (hipertiroid). Sehingga, diperlukan perawatan khusus.

Jika terjadi kondisi aritmia, umumnya yang akan Anda rasakan adalah:

1.Detak jantung saling berbalapan.
2.Jantung yang berdebar-debar.
3.Detak jantung yang terlalu cepat dari biasanya. 

Biasanya, jantung yang terasa tidak beraturan detaknya, akan terasa hingga kerongkongan, leher, juga pada area dada. Jantung yang berdetak cepat ini dapat terasa, saat Anda sedang beraktifitas, saat beristirahat, maupun saat Anda berdiri, duduk maupun berbaring.

Aritmia, yang terjadi sesekali selama beberapa detik, tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda memiliki riwayat menderita sakit jantung sebelumnya, serta sering mengalami detak jantung tak beraturan dan makin memburuk, segera periksakan diri ke dokter. Anda akan diminta menjalani tes monitor jantung, untuk memastikan apakah penyebab dari denyut jantung yang tidak beraturan, berkaitan dengan masalah jantung yang lebih serius.

Lebih lanjut, jika rasa sakit timbul pada dada, diiringi dengan kesadaran yang berkurang atau bahkan pingsan, napas sesak dan rasa pusing mengiringi detak jantung yang tidak beraturan, segera minta seseorang untuk mengantar Anda ke Instalasi Gawat Darurat untuk mengantisipasi adanya serangan jantung. 


Pada dasarnya, tidak ada penyebab pasti detak jantung yang tidak beraturan. Namun delapan hal berikut bisa meningkatakan risiko terjadinya aritmia.

1.Respon emosi yang kuat, seperti amarah, stres hingga rasa cemas.
2.Latihan fisik yang terlalu menekan fisik.
3.Konsumsi kafein yang berlebihan.
4.Konsumsi nikotin.
5.Terjadinya demam.
6.Perubahan hormon pada wanita, karena menjelang menstruasi, kehamilan serta menopause.
7.Mengonsumsi obat demam dan batuk yang mengandung bahan pseudoephedrine, jenis obat penstimulasi.
8.Menggunakan obat hisap asma yang mengandung bahan penstimulasi.

Berikut ini adalah empat bahaya aritmia yang harus diwaspadai:

1.Hilangnya kesadaran, serta kepala pening akibat turunnya tekanan darah. Risiko ini lebih besar,  jika ada penyakit jantung bawaan dari lahir atau masalah katup jantung.

2.Jantung yang tiba-tiba berhenti. Terjadinya aritmia, dapat mengancam nyawa, karena bisa membuat denyut jantung berhenti tiba-tiba, tanpa gejala apapun.

3.Salah satu penyebab aritmia adalah atrial fibriltation, suatu kondisi di mana ruang jantung bergetar dan tidak berdetak sebagaimana mestinya. Kondisi ini  akan menyebabkan darah berkumpul dan membentuk gumpalan darah. Saat gumpalan darah sedikit melunak, aliran darah ke pembuluh arteri otak dapat terhenti dan menyebabkan terjadinya stroke

4.Gagal jantung. Jika jantung terus menerus berdetak kencang karena terjadinya aritmia, maka berisiko jantung berhenti seketika. Kontrol denyut jantung, agar aritmia tidak menyebabkan gagal jantung, serta dapat memperbaki fungsi jantung secara keseleruhan.

Aritmia biasanya akan sembuh sendirinya, jika tidak ditemukan penyebab medis yang harus ditangani. 


Tiga hal berikut bisa menghindarkan Anda dari serangan aritmia:

1.Mengurangi stres dan rasa cemas, dengan mempraktekkan teknik relaksasi, yoga hingga terapi menari napas panjang dengan aromaterapi.
2.Hindari obat-obatan maupun senyawa kimia dalam makanan dan minuman yang mengandung pemicu, termasuk kafein, nikotin, beberapa jenis obat dan minuman berenergi.
3.Hindari konsumsi obat-obatan illegal seperti kokain dan amfetamin. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Tri Ari Wibowo

Anda punya pertanyaan seputar Penyakit Jantung ?
Ask Doctor
Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya Memiliki asam urat tinggi membuat orang akan langsung minum obat tertentu untuk menurunkannya. Padahal ada cara alami yang bisa dilakukan. 6 Obat Asam Urat yang Alami