Profile
Strep Throat

Cara Mengurangi Risiko Bahaya Kabut Asap

Cara Mengurangi Risiko Bahaya Kabut Asap

Kabut asap masih melanda beberapa kota di Indonesia. Pekatnya kabut asap membuat aktivitas masyarakat seakan terhenti. Bayak sudah yang menjadi korban akibat kabut asap. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengancam ribuan masyarakat yang terpapar kabut asap. Berbagai upaya pemadaman kebakaran hutan terus dilakukan, namun belum juga membuahkan hasil optimal.

Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang kabut asap dan mengapa berbahaya bagi kesehatan. 

Bagaimana kabut asap dapat memengaruhi kesehatan?

Bagaimana asap dapat memengaruhi kesehatan tergantung pada beberapa faktor, misalnya lama waktu paparan, berapa banyak asap yang terisap, status kesehatan individu, dan konsentrasi asap yang diisap. 

Asap terbangun dari beberapa komponen. Material paling membahayakan dari asap kebakaran hutan adalah partikel-partikel kecil yang disebut partikulat. Partikulat bisa menyebabkan sulit bernapas dan batuk-batuk. Juga dapat memperburuk kondisi jantung dan paru-paru. 

Siapa yang paling berisiko terhadap bahaya kabut asap?

Anak-anak,orang tua, dan orang dengan gangguan jantung atau paru-paru seperti asma, bronkitis kronis, emfisema, dan  penyakit jantung lebih sensitif terhadap efek buruk paparan asap. Orang yang berpartisipasi dalam olahraga atau bekerja beratdi luar ruangan juga mungkin lebih rentan, karena mereka menghirup udara dalam-dalam dan cepat. Risiko meningkat ketika asap menjadi lebih berat dan seberapa lamanya waktu seseorang terkena meningkat.

Bagaimana gejala orang yang terpapar kabut asap?

Paparan asap dapat menyebabkan mata sakit dan berair, batuk dan hidung jadi tersumbat. Jika asap berlangsung satu minggu atau lebih, dapat menyebabkan masalah paru-paru dan batuk berkepanjangan. Paparan asap juga dapat membuat kondisi jantung dan paru-paru memburuk.

Apalagi yang harus saya lakukan bila ada kabut asap?

  • Batasi aktivitas di luar rumah terutama jika itu membuat Anda lelah atau sesak napas
  • Tutup pintu dan jendela dan nyalakan AC pada setelan “re-circulate”. Ini akan membantu udara berputar dan menjag ruangan tetap sejuk

     

  • Awasi individu yang tinggal sendiri terutama orang lanjut usia dan mereka yang punya kondisi kronis jantung, asma dan gangguan pernapasan lainnya
  • Jika Anda di dalam mobil, lakukan hal yang sama dengan saat di dalam ruangan, nyalakan AC pada setelan re-circulate
  • Jangan nyalakan apapun yang menghasilkan asap seperti rokok dan obat nyamuk bakar, termasuk kompor
  • Jika Anda punya pembersih udara ruangan dengan HEPA, nyalakan
  • Individu dengan riwayat sakit paru-paru, asma dan jantung harus selalu memonitor kondisinya, minum obat jika memang dianjurkan oleh dokter dan pastikan obat-obatan tersedia minimal untuk satu minggu dan minta lagi ke dokter jika persediaan habis dan udara di luar masih belum bersahabat
  • Bicara pada petugas kesehatan untuk memonitor kondisi Anda dan mengetahui langkah-langkah lanjutan yang diperlukan

     

Kapan saya harus mencari bantuan kesehatan?
Keputusan untuk mencari bantuan kesehatan sangat tergantung pada faktor umur, status kesehatan, dan gejala yang dialami pada saat ini. Sangat penting untuk mendengarkan sinyal tubuh And, terutama jika Anda masuk golongan berisiko tinggi. JIka Anda atau kenalan Anda memiliki gejala ini, disarankan untuk segera menemui dokter: 

  • Batuk berkepanjangan dan bertambah buruk
  • Susah bernapas ditandai dengan napas pendek-pendek dan tersengal-sengal
  • Sakit di dada
  • Merasa sangat lelah dan pusing. (LT)

Ditinjau oleh: dr. Deffy Laksani Anggar Sari

Anda punya pertanyaan seputar Strep Throat ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya