Profile
Kecemasan (Anxiety)

Cemas yang Berlebihan? Ini Solusinya

Cemas yang Berlebihan? Ini Solusinya

Cemas yang berlebihan tak hanya mengganggu kondisi kejiwaan seseorang. Gangguan kejiwaan ini juga bisa bisa membuat kesehatan fisik terganggu. 

Cemas yang berlebihan bisa disebabkan faktor lingkungan dan faktor genetik. Bicara soal faktor lingkungan, misalnya, Robert L. Leahy, PhD., dari American Institute of Cognitive Therapy mengungkapkan hasil penelitiannya. Ternyata, sebanyak 70 persen anak dari orangtua yang bercerai atau broken home akan memiliki gangguan rasa cemas yang berlebihan atau anxiety disorder.  

Demikian pula orangtua yang overprotektif. Kekahwatiran yang berlebihan biasanya dialami oleh orangtua yang mencemaskan anaknya sebab ia ingin menjaga anaknya. Akan tetapi, orangtua juga harus ingat bahwa overprotektif pun tidak baik untuk kondisi psikologis anak. 


Mengapa seseorang merasa cemas? Leahy menjelaskan bahwa cemas terjadi karena seseorang khawatir akan terjadi hal yang buruk. “Orang tersebut pun berpikir, ‘Jika saya cemas, maka saya bica mencegah hal buruk tersebut sebelum terjadi.’ Atau, setidaknnya mengendalikan hal buruk tadi.”

Tahukah Anda? Penderita cemas yang berlebihan akan sering mengalami sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome), mual, kelelahan, dan rasa nyeri. Selain itu, seseorang yang mengalami kecemasan berlebihan memiliki risiko depresi yang lebih besar. Nah, berikut beberapa cara mengatasi cemas yang berlebihan:

  • Buatlah daftar hal yang sering Anda cemaskan.
  • Analisis daftar tersebut supaya Anda tahu kecemasan yang produktif dan kecemasan yang tidak produktif. 

  1. Kecemasan produktif adalah hal yang bisa Anda tangani. Misalnya, Anda merencanakan akan melakukan perjalanan dan belum melakukan pemesanan tiket. Anda pun cemas karena kehabisan tiket. Anda bisa menangani rasa cemas ini dengan memesan tiket secara online, misalnya. 
  2. Kecemasan tidak produktif adalah hal yang tidak bisa Anda kendalikan. Misalnya, Anda tidak bisa tidur saking cemasnya akan mengidap kanker. Padahal, tak ada yang tahu kanker bisa menimpa siapa, bukan?
  • Carilah ketenangan dan berulang kali pikirkan penyebab cemas yang berlebihan tersebut di otak Anda. Lakukan hingga Anda bosan memikirkan hal tersebut dan cemas pun akan hilang.
  • Buatlah diri Anda nyaman di tengah situasi yang tidak membuat Anda nyaman. Biasanya, di situasi yang tidak nyaman, penderita anxiety disorder akan menggunakan rasa cemas sebagai benteng pertahanan. Ingat, jangan menghindari! Melainkan paksa diri melakukan hal yang membuat tidak nyaman. Percaya atau tidak, rasa kecemasan tersebut akan menghilang sedikit demi sedikit.

  • Lihatlah untung dan rugi dari kecemasan Anda. Daripada memikirkan sesuatu yang tidak berguna, bukankah akan lebih baik Anda fokus pada hal yang bermanfaat dan menyenangkan? 
  • Tidak semua hal seburuk yang Anda pikirkan, kok. Jadi berpikirlah positif.
  • Bicarakan mengenai kecemasan tersebut dengan seseorang yang Anda percayai. Dengan hal tersebut akan membuat Anda merasa lebih nyaman. 

Jika dari tips di atas tidak bisa membantu Anda mengurangi rasa cemas yang berlebihan, periksakan diri Anda kepada psikolog untuk mendapatkan jalan keluar terbaik. (DV)

Ditinjau oleh dr. Aria Wibowo

Anda punya pertanyaan seputar Kecemasan (Anxiety) ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya