Profile
Depresi

Deteksi 10 Gejala Depresi

Deteksi 10 Gejala Depresi

Pernah merasa stres berat, putus asa dan tidak bersemangat? Hati-hati, itu adalah beberapa gejala depresi. Gangguan mental ini bisa menimpa saja, termasuk Anda. Depresi adalah suatu kondisi mood yang menurun drastis. Ada perasaan kosong, putus asa dan kesepian.

Depresi bersifat melumpuhkan dan membuat si penderitanya tidak dapat menikmati hidup.Ia merasa lelah yang teramat sangat, hari-harinya terlalu berat sehingga ia kehilangan kegembiraan dan semangat.  Kondisi mental dan kejiwaan yang terganggu ini harus segera diatasi sebelum berakibat fatal. 

Depresi merupakan kondisi emosi yang awalnya normal, seperti kesedihan hingga mood yang berubah-ubah, yang kemudian berubah menjadi perasaan kosong, tak bersemangat, agresif, tidak dapat beristirahat dan apatis.Pada kesedihan biasa, aktivitas Anda masih dapat berjalan dengan normal, Anda masih bisa bekerja, belajar, makan, tidur termasuk menikmati waktu berkualitas dan menyenangkan diri. Sementara pada kondisi depresi, hal yang sama tidak terjadi.

Gejala khusus yang dapat mengindikasikan depresi, di antaranya adalah: 

1.Merasa tidak berdaya dan tidak berpengharapan, merasa keadaan tidak akan pernah membaik.

2.Kehilangan minat dalam melakukan kegiatan harian, bahkan kegiatan favorit dan interaksi sosial dengan orang lain.

3.Adanya pertambahan atau penurunan berat badan secara drastis, sekitar 5% dari total bobot tubuh dalam sebulan.

4.Adanya perubahan dalam kebiasaan tidur, entah terjadi gejala insomnia, bangun terlalu pagi atau tidur terlalu sering.

5.Mudah marah, tidak sabaran dan bahkan terkadang sangat kasar dan merusak. Anda semakin sulit bertoleransi pada orang lain.


6.Merasa lelah, lamban dan terkuras secara fisik. Seluruh tubuh juga dapat terasa berat dan bahkan pekerjaan sepele pun terasa melelahkan dan lambat terselesaikan.

7.Timbul rasa mengasihani diri sendiri dan rasa bersalah. Anda mengkritik diri sendiri dengan keras untuk setiap kesalahan yang Anda perbuat. 

8.Berperilaku tidak peduli pada keselamatan diri sendiri, dengan melakukan pelarian berupa memakai obat-obatan terlarang, berjudi, menyetir ugal-ugalan hingga olahraga berbahaya dengan harapan mengalami cidera serius dan meninggal.

9.Kesulitan dalam berkonsentrasi sehingga tidak mampu fokus, membuat keputusan hingga sulit mengingat.

10.Muncul rasa sakit tanpa sebab seperti sakit kepala, sakit punggung, sakit pada otot dan sakit perut.

Depresi sendiri dapat timbul akibat adanya kondisi kesepian, kurangnya dukungan secara moral dalam kehidupan sehari-hari. Trauma, riwayat keluarga yang juga mengalami depresi, masalah pada mental dan hubungan, masalah keuangan, pengalaman buruk yang baru terjadi. Juga konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, kehilangan pekerjaan hingga adanya masalah kesehatan kronis serta rasa sakit kronis. 


Dengan mengetahui penyebab terjadinya depresi, perawatan dan pengobatan dapat dilakukan sesuai masalah yang dialami. Jika depresi terjadi karena situasi, mengubah situasi yang dialami dapat menjadi solusi, dan bukan dengan mengonsumsi obat-obatan antidepresi. Jika depresi seakan tidak terkontrol, meminta bantuan sahabat atau para ahli seperti psikiater atau psikolog mungkin bisa menjadi solusi. Psikiater atau psikologi dapat membantu Anda menjalani terapi atau meresepkan obat-obatan. Jangan pernah berdiam diri jika Anda merasa kesepian.

Selain itu, mengadakan perbaikan dalam gaya hidup juga dapat sangat membantu memperbaiki kondisi depresi. Di antaranya memperbaiki hubungan dengan sesama, sering berolahraga dan memperbaiki pola tidur, makan makanan sehat dan alami. Berlatih teknik relaksasi dan mengontrol stres, serta mengatasi berbagai pikiran negatif dapat dilakukan sebelum mengambil obat antidepresi.(PA)

Ditinjau oleh: dr. Aria Wibowo

Anda punya pertanyaan seputar Depresi ?
Ask Doctor
Bahaya merokok bagi kesehatan, selain kanker, juga bisa mempercepat penuaan dan masalah seksual. Tidak hanya perokok aktif yang mendapatan efek negatif rokok. Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif