Profile
Penyakit Jantung

Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan

Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan

Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang

Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, seperti menjadi pengingat kita untuk memulai gaya hidup sehat. Pasalnya, sampai saat ini penyakit kardiovaskular dan stroke tetap menduduki peringkat pertama dalam penyebab kematian masyarakat di seluruh dunia. 
 
Data dari WHO menunjukkan peningkatan angka kejadian jantung koroner dalam beberapa dekade tahun terakhir. Jantung koroner menjadi pembunuh nomer 2 di dunia setelah penyakit strokedan menyebabkan sepertiga kematian pada orang dengan usia >35 tahun. Peningkatan ini dapat disebabkan beberapa hal, diantaranyaurbanisasi yang cepat secara umum membuat penurunan aktivitas fisik dan perubahan gaya hidup yang tidak sehat.
 
Pengenalan gejala-gejala serangan jantung akut merupakan hal yang sangat penting karena setiap menit keterlambatan penanganan akan berdampak terhadap luas kematian otot jantung sehingga dikenal istilah time is muscle. 
 
Setiap organ di tubuh manusia membutuhkan oksigen dan nutrisi untuk bekerja. Kedua kebutuhan utama ini dibawa oleh darah yang dipompa secara otomatis (tanpa peritah otak), tanpa henti, dan teratur oleh jantung. 
 
Untuk menjalan fungsi yang berat tersebut, jantung juga memerlukan asupan oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah koroner. Jika pembuluh darah koroner ini tersumbat, asupan oksigen ke jantung akan terhambat (iskemia) sehingga fungsi pompa jantung akan terganggu dan suplai oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang. Sumbatan ini disebabkan oleh tumpukan lemak, kalsium, protein, dan sel-sel inflamasi yang secara menahun tertanam di dinding pembuluh darah arteri dengan berbagai ukuran dan konsistensi (biasa disebut plak). 
 
Akibat terbentuknya plak yang menyumbat, peningkatan kebutuhan oksigen (seperti pada kondisi olahraga atau stres) tanpa disertai peningkatan suplai oksigen akan menimbulkan gejala nyeri dada yang khas (angina). Nyeri dada ini biasaya berdurasi <20 menit dan berkurang jika penderita beristirahat (kebutuhan oksigen juga berkurang). Keadaan ini disebut angina stabil dan merupakan gejala dini sebelum serangan jantung akut di kemudian hari. 
 
Jika plak tersebut rusak, sumbatan total pada pembuluh darah koroner akan terjadi dan dalam waktu tertentu berakibat terhadap kematian sel otot jantung secara permanen (infark). Kondisi ini dikenal sebagai serangan jantung akut. Penanganan segera untuk membuka sumbatan total tersebut mutlak secara cepat harus dilakukan agar otot jantung dapat dipertahankan. Pencetus serangan jantung tersebut adalah peningkatan intensitas aktivitas secara mendadak (olahraga berat), stres akut yang tiba-tiba dan pagi hari.
 
Gejala khas yang dirasakan disebut sebagai angina tipikal, seperti:
• Rasa tidak nyaman, seperti tertimpa benda berat, nyeri, atau tertekan pada dada atau ulu hati. 
• Rasa tidak nyaman tersebut menyebar ke area punggung belakang, leher, lengan kiri, bahu, atau rahang bawah. 
• Dapat disertai rasa kembung, penuh (fullness), seperti tersedak, atau panas menusuk di dada.
• Berkerigat, mual, muntah, dan kepala berkunang-kunang terasa ingin jatuh (dizziness).
• Kelemahan anggota gerak yang parah, gelisah, atau napas terasa sangat berat
• Detak jantung terasa cepat atau tidak teratur.
• Pingsan
 
Gejala ini dirasakan minimal 20 menit serta tidak dapat berkurang degan istirahat atau pemberian nitrogliserin. 
 
Terdapat beberapa kelompok orang merasakan gejala yang tidak khas pada saat serangan jantung akut, seperti lansia (usia >75 tahun), wanita muda (usia 25-40 tahun), penderita diabetes melitus, gagal ginjal menahun, atau penderita demensia.
 
 Gejala yang tidak khas ini disebut angina atipikal, diantaranya:
• Nyeri dengan penjalaran di daerah angina tipikal
• Rasa gangguan pencernaan.
• Sesak napas tidak spesifik
• Rasa lemah mendadak yang sulit dijelaskan.
 
Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, harap segera datang ke unit gawat darurat atau memanggil tim emergensi untuk evaluasi jantung lebih lanjut. Pemeriksaan yang akan dilakuka adalah rekam listrik jantung, enzim jantung, dan lainnya. Penundaan pertolongan akan meningkatkan risiko kerusakan jantug serta mengurangi angka harapan hidup.
 
Pencegahan Sejak Dini
 
Plak pada pembuluh darah koroner terbentuk sejak usia 20 tahun dan semakin lama akan semakin menebal. Untuk mengurangi risiko serangan jantung, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan, seperti:
 
• Jika Anda perokok, mengurangi rokok secara bertahap hingga berhenti merokok.
 
• Mengendalikan kadar gula darah dalam batas normal bagi penderita Diabetes melitus dengan menjaga pola makan yang tepat, olahraga teratur, dan konsumsi obat sesuai resep dokter.
 
• Mengendalikan kadar lemak darah (LDL dan trigliserida) dalam batas normal dengan mengurangi makanan berlemak jenuh seperti santan, otak, usus, hati, kambing, gorengan, kuning telur, susu tinggi lemak,mentega, dan lainnya.
 
• Menjaga tekanan darah dalam batas normal (<120/80mmHg) dengan membatasi asupan garam 6 gram/hari (bagi penderita hipertensi kronis), meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur sebanyak 4-5 porsi per hari, mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan instan, serta menjaga berat badan dalam rentang yang ideal.
 
• Jika Anda memiliki berat badan lebih, mengurangi berat badan dalam rentang indeks massa tubuh yang normal.
 
• Mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan menghindari obat-obatan terlarang.
 
 
 
Anda punya pertanyaan seputar Penyakit Jantung ?
Ask Doctor
Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Saat ini belum diketahiui penyebabnya, namun kamu bisa tau gejalanya Gejala Leukemia yang Tidak Boleh Diabaikan Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu