Profile
Kanker

Kemoterapi

Kemoterapi

Kemoterapi atau yang biasa disebut dengan istilah kemo, adalah jenis perawatan yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara menghentikan pertumbuhannya. Kemoterapi umumnya digunakan untuk ‘mendampingi’ pembedahan, terapi radiasi dan terapi biologis.

Sayangnya, selain membantu pengobatan, kemoterapi juga memiliki efek samping, contoh efek kemoterapi adalah mual, rambut rontok, masalah pencernaan, cepat lelah dan berat badan menurun. Dari beberapa dampak diatas, rambut rontok nampaknya menjadi masalah yang utama, karena selain hilangnya rambut yang melindungi bagian-bagian tubuh tertentu, kebotakan pastinya sangat mengganggu bagi penampilan penderitanya.

Apa yang menyebabkan rambut menjadi rontok selama kemoterapi?

Seperti yang telah dijelaskan diatas, efek obat kemoterapi sangat ‘kuat’ sehingga dapat membubuh sel-sel kanker, sayangnya, obat tersebut ikut membunuh pertumbuhan sel-sel lain didalam tubuh. Sebelum rambut menjadi rontok, akan lebih dulu menipis, sayangnya lagi, tidak ada obat atau perawatan yang dapat mencegah hal tersebut. Setelah terapi kemoterapi dihentikan, barulah perlahan rambut akan tumbuh kembali. Jika sangat mengganggu, gunakan rambut palsu untuk pengganti.

Adapun dampak lain dari penggunaan kemo dan terapi radiasi, yaitu perubahan pada jaringan mulut, produksi air liur dan merusak keseimbangan antara bakteri baik dan jahat dalam mulut sehingga dapat menyebabkan luka, infeksi, kerusakan gigi dan gusi. Jika penderita merasakan kesulitan makan karena hal-hal diatas, dapat menyebabkan komplikasi seperti malnutrisi dan dehidrasi.

Anda punya pertanyaan seputar Kanker ?
Ask Doctor
Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu