Profile
Kecantikan & Perawatan Kulit

Kenali Bahan-Bahan yang Terkandung Dalam Kosmetik

Kenali Bahan-Bahan yang Terkandung Dalam Kosmetik

Bahan yang terkandung dalam kosmetik harus aman demi menjaga kulit agar tetap sehat dan cantik.

Kosmetik merupakan bagian yang tak terlepas dari kehidupan sehari-hari wanita. Banyak yang merasa lebih percaya diri dengan menggunakan kosmetik. Wanita rata-rata menggunakan 12 produk perawatan pribadi dalam sehari, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The Environment Working Group (EWG), sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk mendidik konsumen mengenai kandungan dalam produk kosmetik.

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, memiliki beberapa wewenang hukum atas kosmetik. Di Indonesia, seluruh kosmetik harus melalui uji tes di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, kembali lagi banyak produk dipasaran yang menambahkan logo BPOM padahal mungkin saja produk tersebut tidak lulus uji BPOM.

Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai konsumen untuk lebih tahu mengenai informasi produk dan kandungan di dalam produk yang Anda pilih. Kandungan kosmetik terdiri dari bahan aktif dan bahan tambahan. Mari pelajari apa yang terkandung dalam kosmetik dan bagaimana dampaknya untuk Anda dan lingkungan.

Surfaktan

Surfaktan merupakan molekul yang  dapat menyatukan campuran minyak dan air. Surfaktan banyak ditemui pada deterjen, kosmetik, farmasi, dan teksil. Busa yang Anda temukan pada sabun cuci muka Anda adalah salah satunya. Contoh surfaktan antara lain adalah SLS (sodium lauryl sufate) dan SLES (sodium lauryl ether sulfate). Bahan surfaktran yang terlalu keras dapat merusak faktor kelembapan alami kulit, protein dan lemak kulit sehingga kulit menjadi kering dan mudah iritasi

Polimer

Gliserin adalah komponen alami dari minyak nabati dan lemak hewan, diproduksi secara sintetis dalam industri kosmetik. Polimer berguna sebagai pengemulsi sehingga meningkatkan kestabilan produk. Polimer yang digunakan dalam produk perawatan rambut berguna untuk melembutkan rambut. Polimer juga terdapat pada krim cukur untuk membuatnya terasa halus dan licin agar tidak menempel pada tangan.

Pengawet

Pengawet digunakan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan memperpanjang umur simpan produk. Bahan ini dapat melindungi dari infeksi pada kulit atau mata. Walaupun begitu, tetap perhatikan bila terdapat iritasi kulit atau reaksi alergi. Contoh pengawet adalah paraben dan formaldehyde

Pewangi

Parfum atau pewangi pada kosmetik bisa menjadi bagian paling berbahaya dari produk kecantikan. Bau yang harum sering mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Perlu Anda pertimbangkan bila terdapat istilah “fragrance” dalam ingredients produk kosmetik.

Zat pewarna

Zat warna dapat digunakan untuk mewarnai kosmetik agar tampilannya menjadi lebih indah ataupun digunakan sebagai bahan aktif untuk melapisis bagian tubuh, misalnya untuk produk lipstik, pewarna rambut, dan alas bedak

 

Bahan-Bahan yang Dilarang untuk Digunakan

Menurut FDA, bahan berikut secara hukum dilarang dalam pembuatan kosmetik:

  • bithionol
  • chlorofluorocarbon propellants
  • chloroform
  • halogenated salicylanilides, di-, tri-, metabromsalan and tetrachlorosalicylanilide
  • methylene chloride
  • vinyl chloride
  • zirconium-containing complexes
  • prohibited cattle materials

Bahan-Bahan yang Dibatasi Penggunaannya

FDA juga membuat daftar bahan-bahan yang dapat digunakan namun harus dibatasi:

  • hexachlorophene
  • mercury compounds
  • sunscreens used in cosmetics

Bahan Lain yang Perlu Dibatasi

EWG menjabarkan bahan-bahan yang perlu dihindari, termasuk di dalamnya:

  • benzalkonium chloride
  • BHA (butylated hydroxyanisole)
  • coal tar hair dyes and other coal tar ingredients, such as aminophenol, diaminobenzene, and phenylenediamine
  • DMDM hydantoin and bronopol
  • formaldehyde
  • ingredients listed as “fragrance”
  • hydroquinone
  • methylisothiazolinone and methylchloroisothiazolinone
  • oxybenzone
  • parabens, propyl, isopropyl, butyl, and isobutylparabens
  • PEG/ceteareth/polyethylene compounds
  • petroleum distillates
  • phthalates
  • resorcinol
  • retinyl palmitate and retinol (vitamin A)
  • toluene
  • triclosan and triclocarban

Bahan kosmetik yang sering menyebabkan reaksi alergi menurut North American Contact Dermatitis Group (NACDG):

  • Paraphenylenediamine (PPD)
  • Lanolin
  • Glyceril thioglycolate
  • Propylene glycol
  • Toluene sulfonamide/formaldehyde resin
  • Methacrylates

Jadi, sebelum memilih kosmetik, teliti terlebih dulu kandungan yang terdapat di dalamnya ya. Sebaiknya pilih kosmetik berbahan alami.

Sumber: healthline.com

 

Ditinjau oleh: dr. Conny Melly Rosdiana SpKK

Anda punya pertanyaan seputar Kecantikan & Perawatan Kulit ?
Ask Doctor
Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya