Profile
Kecantikan & Perawatan Kulit

Kosmetik Tak Melulu Percantik

Kosmetik Tak Melulu Percantik

Kosmetik sudah memjadi suatu kebutuhan harian untuk wanita. Kebanyakan wanita berpikir tampil cantik adalah dengan memakai kosmetik. Alih-alih upaya untuk tampil menarik, justru membawa konsumen ke dalam kondisi yang membahayakan diri.

Selain berdampak negatif  bagi kondisi fisik secara langsung, tak banyak yang menyadari bahan-bahan yang kurang bijaksana dipilih oleh produsen kosmetik sepert merkuri, rhodamine B, bismuth oksi klorida, titanium dioksida, dan serbuk logam turut membawa pengaruh bagi psikis. Hendaknya Anda berhati-hati memilah produk kecantikan atau kosmetik yang tak melulu mempercantik. Berikut ulasan upaya cantik yang berdampak tidak baik.

  • Tato kosmetik berujung petaka
    Seiring berkembangnya teknologi, kini muncul tato kosmetik yang mulai dijadikan alternatif . Namun, seperti dikutip “The New York Times”, tato riasan pada wajah memiliki risiko gangguan kesehatan lebih besar daripada pada bagian tubuh lainnya. Beberapa keluhan yang timbul usai tato kosmetik mulai dari radang kulit, luka membengkak yang dikenal dengan sebutan keloid, hingga kondisi kulit melepuh. Terlepas dari kandungan kimianya, risiko terinfeksi HIV/AIDS, hepatitis dan radang akibat penggunaan jarum yang tidak steril turut menjadi ancaman.

     
  • Merkuri tak hanya milik kosmik, kini mengorbit di produk kosmetik
    Efek merkuri yang dioleskan ke permukaan kulit memang tidak separah efek merkuri yang langsung tertelan. Namun, perlu diketahui bahwa merkuri mudah diserap kulit dan masuk ke dalam darah yang kemudian menimbulkan kerusakan susunan saraf. Merkuri ini kemudian berpotensi menyebabkan kanker otak. Beberapa gejala keracunan merkuri yang telah menganggu susunan saraf  antara lain; gemetar, insomnia, pikun yang kerap disangka sebagai gejala alzheimer, gangguan emosi hingga depresi.

Konsumen harus kritis mendeteksi keberadaan merkuri pada kosmetik, terutama saat ada produk yang dapat mencerahkan kulit dalam tempo singkat. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Rosnini Savitri, “Kosmetik yang berbahan dasar aman membutuhkan kurun waktu berbulan-bulan sebelum terlihat hasilnya.”

Ada baiknya kita mulai mengubah perspektif cantik. Elok tak harus karena bersolek. Cantik itu sehat dan bersih. Sikap mensyukuri dan menerima diri apa adanya juga turut membuat wanita terlihat lebih cantik.

Anda punya pertanyaan seputar Kecantikan & Perawatan Kulit ?
Ask Doctor
Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif