Profile
Hamil

Makan Plasenta, Banyak Manfaat atau Risikonya?

Makan Plasenta, Banyak Manfaat atau Risikonya?

Makan plasenta dianggap bermanfaat, padahal ada risiko di baliknya

Ibu yang habis melahirkan memakan plasenta, sebenarnya bukan hal baru. Ilmu pengobatan tradisional Cina, sudah mencatat manfaat konsumsi plasenta sejak ribuan tahun lalu, yaitu untuk mempercepat kesembuhan ibu yang usai melahirkan dan mempertahankan kecantikan.

Namun, hal ini kembali mendapat perhatian, dan menjadi tren, ketika Kim Kardashian mengatakan mengonsumsi plasenta anaknya setelah melahirkan. Aksi memakan plasenta ini disebut plasentopagy.

Ibu yang memakan plasentanya percaya akan kekuatan plasenta untuk mengembalikan energi dan membantu membersihkan rahim, meningkatkan produksi ASI, serta mempercepat selesainya pendarahan pasca melahirkan. Demikian menurut laman Baby Centre. 

Pada masa kehamilan, plasenta bertindak sebagai pengantar makanan dari ibu ke bayi dalam kandungan, dan penyaring untuk menyerap dan melindungi pertumbuhan janin dari racun dan polutan selama kehamilan. 

Plasenta mengandung  prostaglandin yang menstimulasi kontraksi rahim sesudah melahirkan. Juga mengandung sedikit hormon oksitosin. Hormon oksitosin adalah hormon yang banyak diproduksi saat Mama menyusui bayi. Karena itu, banyak juga  yang percaya jika plasenta dapat membantu merangsang keluarnya ASI. 

Namun, apakah manfaat yang disebut di atas memang sudah terbukti secara medis? Sebuah studi  yang dipublikasikan di Archives of Women's Mental Health menunjukkan tidak ada manfaat kesehatan terukur bagi ibu baru yang memutuskan untuk makan plasenta mereka. Menurut periset di Northwestern University, makan plasenta  tidak banyak gunanya. Bahkan, mungkin ada risiko yang terlibat.

Northwestern Medicine meninjau 10 penelitian terkini tentang placentophagy (makan plasenta), namun tidak menemukan data manusia atau hewan untuk mendukung dugaan manfaat kesehatan. 

"Ada banyak laporan subjektif dari wanita yang merasakan manfaatnya, namun belum ada penelitian sistematis yang menyelidiki manfaat atau risiko konsumsi plasenta," kata penulis studi Dr. Crystal Clark. "Penelitian pada tikus tidak dapat diterjemahkan ke dalam manfaat manusia."

Dalam evaluasinya, tim Dr. Clark tidak menemukan adanya bukti bahwa konsumsi plasenta bisa memberikan energi pemulihan,  mengurangi sakit pasca melahirkan, meningkatkan produksi ASI, atau membuat kulit jadi elastis. Yang dimaksud konsumsi plasenta di sini adalah konsumsi dalam bentuk mentah, matang, atau pil.

“Penelitian yang menunjukkan manfaat plasenta ternyata lebih banyak berdasarkan pada laporan-laporan yang bersifat subjektif atau bersifat sugesti," tambah Dr. Clark. 

Bahkan, konsumsi plasenta terutama yang mentah, bisa berisiko memicu infeksi. Hal ini karena belum adanya aturan yang baku tentang bagaimana menyimpan, mengolah dan mengonsumsi plasenta yang benar.

"Karena salah satu fungsi plasenta adakah menyaring racun, termasuk bakteri, agar tidak membahayakan janin - maka artinya plasenta adalah jaringan tubuh yang mengandung racun dan bakteri. Kemudian Anda mengonsumsinya? Ini terdengar tidak benar, menurut saya. 

Meski Anda melahirkan di rumah sakit yang sangat steril, proses melahirkan melibatkan banyak cairan tubuh yang keluar bersama dengan bayi dan cairan ini berisiko mengontaminasi plasenta," papar Titi Otunla, perawat bersertifikat dari Texas Children's Pavilion for Women di Houston. 

Selain itu, vagina juga  bisa terinfeksi dan tidak steril. Para ibu sering mengeluarkan urin, bahkan feses, saat melahirkan. Baik urin maupun feses, keduanya mengandung bakteri yang bisa mengontaminasi plasenta saat proses bersalin. Begitu kata Marra Francis, M.D., ahli kebidanan dan kandungan di Woodlands, Texas, dan penulis buku  Mommy MD Guides.  

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Anda punya pertanyaan seputar Hamil ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Posisi seks konon dapat meningkatkan peluang hamil, padahal ada cara lebih efektif yang bisa Anda lakukan Benarkah Posisi Seks Tingkatkan Peluang Hamil?