Profile
Nutricoach

Makanan untuk Membantu Anak Cerdas

Makanan untuk Membantu Anak Cerdas

Perkembangan kecerdasan anak dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu gizi, genetik dan lingkungan.

Telah lama diketahui bahwa gizi berhubungan dengan kecerdasan anak. Perkembangan kecerdasan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu gizi, genetik, dan lingkungan. Karena banyaknya faktor yang memengaruhi kecerdasan, kita tidak bisa mengatakan bahwa jika anak makan makanan tertentu akan otomatis meningkatkan kecerdasannya. Walau demikian, gizi tetap memegang peranan penting dalam perkembangan kecerdasan anak, terutama di awal kehidupannya. Penting diingat bahwa gizi yang baik sejak awal kehidupan berhubungan dengan performa kecerdasan anak hingga kelak. 
 
Pengaruh zat gizi terhadap otak telah dimulai sejak anak dalam kandungan. Otak yang sedang bertumbuh rentan terhadap kekurangan zat gizi. Kekurangan zat gizi di awal kehidupan ini dapat berefek negatif terhadap kecerdasan anak secara permanen.
 
Semua zat gizi berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan, tetapi beberapa zat gizi memiliki efek yang lebih besar terhada pperkembangan otak, antara lain energi dan protein, asam lemak rantai panjang tak jenuh jamak (omega-3), zat besi, seng, yodium, selenium, vitamin A, vitamin B12, kolin dan folat. Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif juga berperan dalam meningkatkan perkembangan kecerdasan anak. ASI menurunkan kejadian diare, infeksi THT, ruam kulit dan alergi. 
 
Banyak pakar yang telah melakukan penelitian pemberian suplementasi satu jenis zat gizi yang dianggap bermanfaat untuk perkembangan kecerdasan anak, tetapi hasilnya masih berbeda-beda dan kurang menunjukkan adanya manfaat. Hal ini disebabkan umumnya seorang anak tidak hanya kekurangan satu zat gizi tunggal melainkan gabungan beberapa zat gizi.
 
Sedangkan pemberian suplementasi multivitamin mineral pada ibu hamil dan menyusui maupun pada anak bermanfaat meningkatkan kecerdasan hanya untuk ibu dan anak yang memang sudah kekurangan gizi sebelum mendapat suplementasi, dan tidak bermakna peningkatannya pada kelompok yang berada dalam kondisi gizi cukup sebelum mendapat suplementasi. 
 
Penelitian terbaru justu menemukan bahwa pola makan secara keseluruhan lebih berperan dalam peningkatan kecerdasan anak. Anak yang dibiasakan sarapan memiliki fungsi dan perkembangan kecerdasan yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak sarapan. Jenis makanan saat sarapan yang lebih baik adalah makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks (berserat tinggi) yang memiliki indeks glisemik rendah, karena akan melepaskan glukosa secara lambat dan memberikan suplai energi untuk otak lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana berupa gula dan tepung-tepungan.
 
Anak yang banyak makan buah, sayur, ikan, telur, daging, keju, yogurt, kacang-kacangan, biji-bijian (nasi, gandum, sereal), dan makanan rumah buatan sendiri memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Sebaliknya anak yang banyak makan margarin, biskuit, permen, minuman manis, dan makanan olahan instan (yang banyak mengandung karbohidrat sederhana dan tinggi lemak) memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah).
 
Tips makanan untuk anak cerdas adalah:
1. Berikan sehari-hari makanan yang kaya akan protein, asam lemak rantai panjang tak jenuh jamak (omega-3), zat besi, seng, yodium, selenium, vitamin A, vitamin B12, kolin dan folat yang banyak terkandung dalam buah, sayur, ikan, telur, daging, keju, yogurt, kacang-kacangan, dan biji-bijian (nasi, gandum, sereal).
 
2. Biasakan anak untuk sarapan setiap pagi dengan makanan yang kaya akan serat (karbohidrat kompleks) contohnya sayur, buah, bii-bijian, dan kacang-kacangan.
 
3. Hindari konsumsi permen, minuman manis, serta makanan olahan instan yang banyak mengandung karbohidrat sederhana (gula dan tepung-tepungan) dan tinggi lemak. 
(dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi)
 
Referensi:
Uauy R, Peirano P. Breast is best: human milk is the optimal food for brain development. Am J ClinNutr 1999;70:433–4.
 
Georgieff MK. Nutrition and the developing brain: nutrient priorities and measurement. Am J ClinNutr 2007;85(suppl):614S–20S.
 
Benton D. The influence of dietary status on the cognitive performance of children. MolNutr Food Res 2010;54:457–70.
 
Nyaradi A, Li J, Hickling S, Foster J, Oddy WH. The role of nutrition in children’s neurocognitive development, from pregnancy through childhood. Front Hum Neurosci 2013;7:97–112.
 
Smithers LG, Golley RK, Mittinty MN, Brazionis L, Northstone K, Emmet P, et al. Dietary patterns at 6, 15 and 24 months of age are associated with IQ at 8 years of age. European Journal of Epidemiology2012;27(7):525–35.
Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya