Profile
Nutricoach

Makanan untuk Meningkatkan Produksi ASI

Makanan untuk Meningkatkan Produksi ASI

Makanan untuk Meningkatkan Produksi ASI

Bagi ibu menyusui seringkali timbul kekhawatiran apakah ASI yang dihasilkannya cukup untuk kebutuhan bayinya atau tidak. Untuk itu ibu seringkali mengonsumsi berbagai makanan tertentu dengan harapan dapat meningkatkan produksi ASI-nya. Agar dapat memahami bagaimana payudara ibu menghasilkan ASI, mari kita bahas singkat mengenai produksi ASI tersebut.

Payudara ibu akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayinya. Semakin sering dan semakin efektif bayi menyusu, maka ASI akan semakin banyak diproduksi karena produksi ASI sangat dipengaruhi oleh frekuensi hisapan bayi, selain juga oleh status hidrasi (kecukupan cairan) ibu. Oleh sebab itu susuilah bayi sesering mungkin dan pastikan perlekatan yang baik dengan payudara ibu.

Banyak ibu bertanya-tanya apakah ada jenis makanan tertentu yang dapat membantu untuk meningkatkan produksi ASInya? Jawabannya hingga saat ini tidak ada satu jenis makanan yang secara spesifik dapat meningkatkan produksi ASI. Tetaplah konsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang cukup.

Demi produksi ASI yang cukup untuk bayi, maka diperlukan tambahan energi sebanyak 330 kkal pada 6 bulan pertama dan 400 kkal pada 6 bulan kedua. Mengapa kebutuhan ini lebih besar pada 6 bulan kedua? Hal ini karena pada 6 bulan pertama pasca melahirkan, tubuh ibu masih menyimpan cadangan lemak yang disimpan selama periode kehamilan untuk menunjang proses menyusui. Pada periode enam bulan kedua menyusui, simpanan lemak tersebut telah menipis sehingga ibu membutuhkan tambahan kalori lebih banyak daripada saat periode 6 bulan pertama.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, sehingga bahan makanan sumber karbohidrat harus dikonsumsi dalam jumlah cukup. Contohnya adalah nasi, jagung, umbi-umbian, dan gandum. Kecukupan protein juga menjadi hal yang sangat penting karena ibu menyusui membutuhkan tambahan protein sebesar 20 g dari kebutuhan normalnya. Protein dapat diperoleh dari ikan, ayam, daging, telur, susu, ataupun dari sumber nabati seperti tahu, tempe, susu kedelai, maupun kacang hijau. Agar yakin bahwa kebutuhan protein dapat tercukupi, ibu menyusui disarankan mengonsumsi dua lauk hewani dan satu lauk nabati pada setiap porsi makan. Selain sebagai sumber protein, bahan makanan sumber protein hewani juga dapat mencukupi asupan besi, asam folat, fosfor, kalsium serta beberapa vitamin.

Kandungan asam lemak di dalam ASI mencerminkan asupan ibu menyusui sehari-hari. Untuk itu pilihlah sumber asam lemak baik atau lemak tak jenuh yang terdapat pada alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, dan hindari sumber lemak jahat seperti pada makanan yang digoreng dan daging yang sangat berlemak. Penuhi juga kebutuhan vitamin dan mineral dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang beraneka warna sehingga mengandung zat gizi yang bervariasi.

Selain zat gizi, kecukupan cairan juga harus diperhatikan karena pada masa ASI eksklusif ibu membutuhkan tambahan cairan sebanyak 800 mL per hari dan pada 6 bulan berikutnya sebanyak 650 mL yang kira-kira setara dengan minimal 11 gelas air putih. Ibu sebaiknya mengonsumsi segelas air putih ketika akan menyusui, namun hindarilah minuman yang mengandung gula tambahan seperti soft drink dan juga jus buah kemasan yang mengandung gula tinggi.

(by : dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK)

Referensi:

  1. Erick M. Nutrition during pregnancy and lactation. Dalam: Krause’s Food and Nutrition Therapy, edisi 12. Saunders Elsevier, 2008
  2. Marangoni F, Cetin I, Verduci E. Maternal diet and nutrient requirements in pregnancy and breastfeeding. An Italian Consensus Document. Nutrients. 2016
  3. Segura SA, Ansotegui JA, Diaz-Gomez NM. The importance of maternal nutrition during breastfeeding: Do breastfeeding mothers need nutritional supplements?. An Pediatr (Barc) 2016.
  4. AKG 2013.
Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat aktifitas terganggu, tentu hal ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah penyebab telat haid. 8 Penyebab Siklus Menstruasi Tak Teratur Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu