Profile
Kesehatan A-Z

Mencukur Rambut Kemaluan, Sehatkah?

Mencukur Rambut Kemaluan, Sehatkah?

Tumbuhnya rambut kemaluan, selain mengganggu juga bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman, jika tidak dijaga kebersihannya. Lalu, benarkah mencukur rambut kemaluan adalah solusi paling tepat sekaligus sehat?

Selain waxing dan menggunting rambut-rambut yang tumbuh di tubuh, mencukur adalah pilihan lain yang mudah dan aman untuk dilakukan. Namun, apakah aman jika dilakukan pada rambut di area kemaluan?

Mencukur area kemaluan dapat menimbulkan rasa sakit, jika dilakukan dengan teknik yang salah. Ada risiko kulit di area kemaluan terluka atau terjadinya iritasi saat rambut kembali tumbuh. Jika ingin mencukur rambut di area kemaluan, ada baiknya kuasai teknik mencukur yang tepat untuk meminimalisir rambut tumbuh ke arah yang salah dan kulit menjadi kasar.


Berikut lima tip mencukur rambut di area kemaluan:

1.    Lakukan pembersihan dan proses pengelupasan kulit sebelum bercukur
Tujuannya agar tidak terjadi iritasi setelah bercukur. Bersihkan permukaan kulit yang hendak dicukur untuk mengangkat sel kulit mati. Proses pengeluapasan kulit ini, dapat dilakukan dengan bantuan olesan yang terbuat dari campuran gula dan minyak almond atau minyak jojoba yang berupa scrub. Scrub ini dapat melembutkan kulit dan rambut kemaluan, sehingga akan memudahkan untuk dicukur bersih tanpa menyebabkan iritasi.

2.    Bercukurlah sesudah mandi dengan air hangat
Mandi dengan air hangat dapat membuat kulit menyerap uap panas untuk melunakkan kulit di area kemaluan yang akan dicukur. Jika Anda perlu bercukur tanpa mandi, tutupi dahulu area kemaluan yang akan dicukur dengan kain yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Air hangat akan membuka pori-pori di sekitar folikel rambut, sehingga rambut lebih mudah lepas dari akarnya saat dicukur.

3.    Gunakan pisau cukur yang tajam
Untuk mencukur area rambut kemaluan, pastikan pisau cukur yang digunakan tajam dan bersih bebas karat. Mencukur rambut dengan pisau cukur yang tumpul hanya memperbesar kemungkinan terjadinya iritasi dan benjolan-benjolan kecil di permukaan kulit. Sebaiknya, gunakan alat pencukur yang hanya sekali pakai untuk memastikan pisaunya tetap tajam, atau gunakan pisau cukur elektrik yang ketajamannya lebih bertahan lama.

4.    Gunakan gel atau krim cukur yang sejuk dan bersifat melindungi
Mengoleskan krim atau gel cukur pelindung ke area yang akan dicukur perlu dilakukan terutama untuk mereka yang memiliki kulit sensitif yang mudah mengalami arah pertumbuhan rambut yang terbalik. Carilah krim cukur yang mengandung oatmeal untuk melindungi dan menyejukkan kulit dari iritasi, kulit kering serta ruam. Bahan ini mampu mengikat air alami di kulit dan menjadi penghalang dari hal-hal di luar kulit yang berpotensi menyebabkan iritasi serta menjadi pelembab. 

Selain pilihan krim dengan kandungan bahan tersebut, menggunakan minyak kelapa yang lebih mudah diperoleh juga dapat menjadi alternatif pelembab dan pelindung. Namun, perhatikan adanya reaksi berupa timbulnya jerawat. Jika hal ini terjadi, segera hentikan penggunaannya.

5.    Cukur rambut kemaluan sesuai dengan arah pertumbuhannya
Gerakkan pisau cukur searah dengan pertumbuhan rambut. Jika rambut kemaluan bertumbuh ke bawah, mulailah dari bagian atas dan cukur ke bawah. Pendekkan terlebih dahulu rambut kemaluan dengan mengguntingnya sebelum mencukur. 

Rambut kemaluan memiliki tekstur yang lebih kasar, namun jangan menekan pisau cukur ke kulit untuk memastikan semua rambut kemaluan tercukur. Hal ini dapat menyebabkna infeksi dan dapat menimbulkan luka. Gerakkan pisau cukur secara perlahan dan hati-hati.


Setelah selesai, dapat dilakukan tindakan pencegahan timbulnya benjolan kemerahan dan iritasi. Segera keringkan area yang baru saja dicukur, dengan menepuk-nepukkan handuk, janggan menggosokannya. Usapkan area kemaluan dengan minyak kelapa

Untuk amannya, kenakan celana dalam berbahan katun tanpa tekstur, yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Celana dalam jenis ini, juga tidak akan bergesekan dengan pakaian luar, sehingga melukai kulit yang baru dicukur. Bagi para wanita, hindari sementara penggunaan celana dalam berbahan renda atau jenis celana dalam tali berupa thong.

Ketika rambut di area kemaluan mulai kembali tumbuh, hindari langsung mencukurnya kembali, karena permukaan kulit masih rentan infeksi. Jika area yang telah dicukur terasa sakit atau mengalami luka, segera periksakan diri ke dokter, karena mungkin telah terjadi infeksi. (PA) 

Ditinjau oleh: dr. Tri Ari Wibowo

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat aktifitas terganggu, tentu hal ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah penyebab telat haid. 8 Penyebab Siklus Menstruasi Tak Teratur