Profile
Nutricoach

Mitos dan Fakta Makanan untuk Ibu Laktasi

Mitos dan Fakta Makanan untuk Ibu Laktasi

Banyak mitos tentang asupan makanan ibu menyusui, inilah faktanya

Seorang ibu menyusui memerlukan asupan yang baik agar ASI yang diproduksinya lancer dan berkualitas optimal. Untuk itu disarankan makan dengan asupan bergizi seimbang dengan takaran kecil dalam frekuensi sering. Pilihlah snack di antara waktu makan utama berupa snack sehat (antara lain susu, buah, jus buah tanpa gula, kacang-kacangan yang dikukus, jagung dan umbi-umbian dikukus). Dalam masa laktasi, ibu membutuhkan kalori tambahan sekitar 300-400 kalori per harinya. Namun, ada banyak fakta dan mitos pada  ibu menyusui, beberapa yang sering dibicarakanakan dibahas di bawah ini:
 
- Ibu menyusui perlu mempertahankan diet 'sempurna' untuk membuat ASI berkualitas- mitos
Faktanya, seorang ibu dalam keadaan gizi buruk sekalipun mampu menghasilkan ASI dengan kualitas yang memadai.
 
- Seorang ibu menyusui seringkali merasa lapar- fakta
Jadi, saat menyusui, kemungkinan besar Anda akan merasa lebih lapar daripada jika Anda tidak menyusui. Namun, jika makan sesuai dengan rasa lapar yang muncul, kemungkinan besar ibu akan bertambah berat badannya
 
- Mengonsumsi Ikan pada ibu menyusui lebih baik- fakta
Jumlah keseluruhan lemak dimakan tidak mempengaruhi jumlah keseluruhan lemak dalam ASI. Namun, jenis lemak yang dimakan berefek pada jenis lemak dalam ASI. Jadi, jika menginginkan lebih banyak asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang (misalnya asam lemak omega 3) di dalam ASI, makanlah bahan makanan sumbernya (misalnya ikan). Jenis asam lemak ini penting untuk perkembangan otak dan mata
 
- Ibu menyusui harus menghindari makanan-makanan tertentu yang dapat menimbulkan alergi pada bayi- Mitos
Hanya sebagian kecil bayi yang disusui menunjukkan tanda-tanda kepekaan makanan dengan bereaksi terhadap sesuatu dalam makanan ibu mereka melalui ASInya. Dalam kebanyakan kasus, bayi dengan sensitivitas makanan biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda yang signifikan saat disusui secara eksklusif, namun mulai menunjukkan tanda yang lebih signifikan begitu bayi mulai makan makanan pendamping ASI.
 
- Seorang wanita dalam masa laktasi tidak boleh berdiet- mitos
Boleh saja berdiet saat laktasi, namun baiknya setelah bayi berusia 2 bulan, saat dimana produksi ASI sudah lancer dan optimal. Diet pada masa laktasi diperbolehkan dengan tetap memperhatikan zat gizi yang masuk
 
- Ibu menyusui sebaiknya menghindari sumber kafein (teh dan kopi) - fakta
Sebaiknya ibu menyusui seminimal mungkin mengonsumsi minuman berkafein karena selain bayi dapat menjadi gelisah, juga dapat mengalami kolik (sakit perut) dan refluks asam lambung
 
- Produksi ASI tidak dipengaruhi asupan harian - fakta
Jumlah ASI yang diproduksi tidak dipengaruhi asupan sehari-hari, namun penelitian menunjukkan kualitas komposisi jenis lemak ASI bergantung jenis makanan ibu
 
- Ibu menyusui membutuhkan kalori ekstra untuk memproduksi ASI- fakta
Benar, namun jumlah kalori ekstra yang dibutuhkan tidak terlalu besar, apabila setiap merasa lapar makan, ibu akan kelebihan asupan energi, sehingga akan bertambah berat badannya
 
- Makan dalam jumlah yang sama seperti sebelum hamil akan menurunkan berat badan- mitos
Wanita menyusui sebenarnya harus mengonsumsi kalori lebih banyak daripada saat sebelum hamil. Jumlah energi yang diperlukan untuk mendukung menyusui setara dengan sekitar 330-400 kalori per hari. Usahakan mengonsumsi dua camilan sehat setiap harinya untuk memenuhi tambahan kebutuhan kalori tersebut. Contoh cemilan sehat meliputi pisang, kacang-kacangan, yogurt, keju, dan biscuit gandum
 
- Saya harus menjauhi kacang, karena bisa menyebabkan alergi -mitos
Tidak ada alas an untuk menghindari makanan tertentu yang berpotensi menimbulkan alergi, kecuali jika ibunya sendiri memiliki intoleransi atau alergi terhadap makanan tersebut atau jika ada riwayat alergi dalam keluarga yang kuat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebenarnya bermanfaat untuk mengekspos bayi dengan kacang selama melalui asupan ibu selama kehamilan dan menyusui. Jika bayi terekspos sejak awal, ketika system kekebalan tubuhnya berkembang, makanan akan dikenali sebagai "aman" untuk tubuh dan tidak akan muncul dalam bentuk reaksi alergi saat anak terpapar kacang di kemudian hari.
 
Ditulis oleh: dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK

 

 
Referensi :
- Truths & Myths about Breastfeeding.  Bartlet Regional Hospital. 
- Pregnancy Diet Myths and Facts.  Kaiser Foundation Health Plan of the Northwest, Portland. 2014
Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat aktifitas terganggu, tentu hal ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah penyebab telat haid. 8 Penyebab Siklus Menstruasi Tak Teratur Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil