Profile
Alergi

Sumber Protein Alternatif untuk Anak Penderita Alergi

Sumber Protein Alternatif untuk Anak Penderita Alergi

Alergi makanan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh memusuhi protein dalam makanan tertentu, kemudian mendorong tubuh melepaskan zat kimia (histamin) yang menyebabkan gejala alergi kulit seperti gatal-gatal, gastrointestinal atau gangguan pernapasan. Gejala alergi, entah ringan atau berat, biasanya terjadi dengan cepat dalam hitungan mulai dari beberapa menit hingga dua jam setelah makan. Dalam kasus yang parah, bisa muncul gejala anafilaksis. Anafilaksis adalah kondisi fatal di mana reaksi alergi memengaruhi seluruh tubuh, mulai dari pernapasan hingga usus dan bisa mengancam nyawa.

Alergi makanan yang mengandung protein pada anak-anak,tidak bisa dipukul rata. Ada anak yang alergi kacang,  alergi susu, alergi telur, dan lain sebagainya. Karena itu, jenis protein yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, sangat tergantung pada jenis alergi yang dialami.Beberapa jenis makanan tinggi protein yang umum menjadi pemicu alergi adalah seperti di bawahini. Simak juga apa yang bisa disajikan oleh orang tua sebagai penggantinya.

Alergi kacang

Makanan yang harus dihindari: Selai kacang, kacang-kacangan,  minyak kacang dan semua makanan lain yang mengandung kacang. Menurut para ahli, sepertiga anak yang terdeteksi alergi terhadap satu jenis kacang, telah atau akan mengembangkan alergi terhadap satu atau lebih jenis kacang pohon (bukan kacang akar).

Sumber kacang tersembunyi: Beberapa jenis saus khas Asia, Afrika dan Meksiko ada yang mengandung kacang-kacangan (seperti kecap manis yang terbuat dari kacang kedelai),  permen, cokelat, kwaci dan mentega kacang.

Kudapan pengganti: Potongan apel dicocol madu sebagai ganti selai kacang dan popcorn ketika anak ingin menikmati camilan yang renyah. Anak yang alergi kacang juga bisa menikmati makanan berprotein lainnya seperti ikan dan daging unggas.

Alergi susu

Alergi susu relevan dengan intoleransi laktosa. Ada beberapa anak yang alergi susu ternyata tidak bermasalah ketika mengonsumsi yogurt.

Makanan yang harus dihindari: Susu sapi dan produk turunannya seperti mentega, butter milk, keju, krim keju, krimer,  eskrim,  pudding berbahan susu. Banyak (tetapi tidak semua) anak yang alergi terhadap susu sapi ternyata tidak alergi terhadap protein yang ada di dalam susu kambing dan susu domba.

Sumber laktosa tersembunyi: daging hot dog, burger vegetarian, sorbet, cokelat, roti,  salad dressing dan mayonnaise.

Kudapan pengganti: Anda bisa mencoba menawarkan anak untuk menikmati susu kedelai atau susu almond dan   yogurt yang terbuat dari susu kedelai.

Alergi gluten

Makanan yang harus dihindari: gandum dan produk turunannya seperti sereal, roti, semolina (sejenis gandum yang digunakan untuk membuat pasta), kamut (digunakan dalam sereal, kerupuk dan pasta) dan bulgur).

Sumber gluten tersembunyi: Es krim, kaldu dalam kemasan, keripik kentang, daging deli (daging yang diberi hormon pertumbuhan), kentang goreng, kecap,  makanan ringan olahan.

Kudapan pengganti: Ganti gandum dengan jagung, beras merah dan quinoa. Anak dengan intoleransi gluten masih bisa mengonsumsi sumber protein lain seperti telur, daging unggas, ikan dan kacang-kacangan.

Alergi ikan

Makanan yang harus dihindari: berbagai jenis ikan termasuk tuna, salmon, lele, dan banyak lagi. Menurut para ahli, anak dengan alergi ikan seringkali (namun tidak semua) juga alergi udang atau cumi.

Sumber ikan tersembunyi:  Caesar salad dressing (banyak mengandung pasta ikan teri), saus Worcestershire, caponata dan surimi atau daging kepiting imitasi, serta bakso ikan.

Kudapan pengganti: Daging ayam, kambing, sapi, telur dan susu.

Alergi telur

Makanan yang harus dihindari: Telur. Ada beberapa anak yang memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggo sehingga asap dari telur yang sedang dimasak pun bisa membuatnya terganggu.

Sumber telur tersembunyi: Es krim, pasta, permen, hot dog,  roti dan kue berbahan dasar telur,  mayones, marzipan dan masih banyak lagi.

Kudapan pengganti: Buah alpukat, tahu, tempe, kacang edamame dan jenis kacang-kacangan lainnya, telur dan daging hewan seperti ayam, ikan dan sapi.

Jadi, alergi anak bukan lagi hal sepele. Yuk, mulai sekarang, lebih sadar alergi. Tiga langkah yang disebut sebagai 3K (Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan) adalah kunci untuk menangani gejala alergi. Kenali adalah mengenal pengertian alergi dengan benar, faktor risiko, penyebab serta gejala. Konsultasikan, merupakan tahap selanjutnya, yaitu konsultasi kepada dokter begitu risiko diketahui atau terdapat kejadian yang menyerupai gejala alergi. Dan Kendalikan, yaitu mengambil tindakan pencegahan ataupun pengobatan sesuai saran dokter. Bila ingin mengetahui lebih jauh tentang alergi anak, klik www.alergianak.com.

 

Ditinjau oleh: dr. Jezzy Reisya

Anda punya pertanyaan seputar Alergi ?
Ask Doctor
Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Saat ini belum diketahiui penyebabnya, namun kamu bisa tau gejalanya Gejala Leukemia yang Tidak Boleh Diabaikan Diet sering dipilih untuk menurunkan berat badan, namun banyak juga yang masih membahayakan diri demi tubuh ideal. Ini cara diet sehat yang benar. Inilah Cara Diet Sehat