Profile
Nutricoach

Vitamin Untuk Ibu Laktasi

Vitamin Untuk Ibu Laktasi

Asupan yang baik untuk ibu menyusui

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Air susu ibu (ASI) merupakan salah satu pemberian terbaik ibu untuk sang buah hati, karena ASI merupakan makanan yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan bayi sesuai usianya. Dalam ASI terkandung semua zat gizi yang dibutuhkan baik makronutrien maupun mikronutrien, dan tentunya cairan sehingga bayi yang mendapat cukup ASI tidak membutuhkan tambahan air lagi. Makronutrien yang terkandung dalam ASI yaitu karbohidrat dalam bentuk laktosa, lemak yang lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh ganda, dan protein yang mudah dicerna bahkan oleh bayi baru lahir. Sedangkan mikronutrien yang terkandung dalam ASI berupa vitamin seperti vitamin A, D, E, K (dalam jumlah sedikit), vitamin B (B1, B2, B6, B12), vitamin C, asam folat serta kandungan mineral yang cukup lengkap seperti kalsium, kalium, fosfor, natrium, klorida, zat besi, dan zink. Namun yang tak kalah penting ASI mengandung zat antibodi yang akan memberikan kekebalan tubuh alami bagi sang buah hati.

Untuk memenuhi kebutuhan bayi akan ASI, ibu membutuhkan asupan zat gizi yang cukup baik makronutrien maupun mikronutrien. Untuk menghasilkan 100 cc ASI diperlukan sekitar 80—90 kkal energy. Cadangan lemak semasa hamil dapat menyumbang energi yang diperlukan, namun demikian tetap dibutuhkan asupan tambahan sekitar 500 kkal/hari dari makanan yang dikonsumsi selama masa menyusui. Dalam hal mikronutrien sebagian besar vitamin yang terkandung dalam ASI dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu, terutama vitamin larut air seperti vitamin B1, B2, B6, B12 dan asam folat. Kadar mineral dalam ASI tidak terlalu dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu, namun demikian asupan mineral tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibu sendiri. Oleh karena itu, ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung zat gizi lengkap guna menyuplai kebutuhan zat gizi baik untuk ASI maupun tubuh ibu.

Kebutuhan vitamin ibu saat menyusui meningkat, dan ada beberapa jenis vitamin yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan saat hamil. Berikut adalah vitamin yang sangat perlu dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhannya dan buah hati.

Kebutuhan akan vitamin A meningkat dibandingkan saat hamil karena vitamin A dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan sel, jaringan, gigi dan tulang, perkembangan saraf, penglihatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A adalah sayur atau buah yang berwarna kuning-jingga seperti wortel, tomat, jagung, pepaya, mangga, nangka ataupun sayuran yang berwarna hijau tua seperti daun singkong, kangkung, bayam, dan lain-lain; sumber vitamin A yang berasal dari hewani diantaranya kuning telur, hati, susu, mentega.

Vitamin D dibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan tulang dan gigi, penyerapan kalsium dan fosfor. Sumber vitamin D terbesar adalah dari paparan sinar matahari, namun provitamin D yang dapat diubah menjadi vitamin D dapat diperoleh dari beberapa sumber makanan seperti hati, minyak hati ikan, kuning telur, atau makanan yang difortifikasi vitamin D seperti mentega dan susu.

Vitamin E berguna sebagai antioksidan, namun kadarnya tidak terlalu banyak dalam ASI. Vitamin E banyak didapatkan dari minyak tumbuh-tumbuhan terutama minyak kecambah gandum dan biji-bijian, dan sedikit terdapat pada minyak kelapa dan minyak zaitun, selain itu vitamin E dapat diperoleh dari sayuran dan buah.

Vitamin K dibutuhkan untuk mencegah perdarahan agar proses pembekuan darah normal. Kadarnya dalam ASI hanya sedikit, oleh karena itu pada saat lahir bayi diberikan injeksi vitamin K untuk mencukupi kebutuhannya. Kebutuhan vitamin K pada ibu menyusui tidak mengalami penambahan. Ibu dapat memperoleh vitamin K dengan mengkonsumsi kuning telur, hati, brokoli, asparagus dan bayam.

Vitamin B merupakan vitamin larut air yang jumlahnya dalam ASI sangat tergantung pada asupan ibu, karena vitamin larut air lebih cepat dikeluarkan dari tubuh melalui urin dan keringat. Oleh karena itu kebutuhannya meningkat dibandingkan saat hamil. Sumber vitamin B1 adalah serealia termasuk beras, selain itu terdapat dalam kacang-kacangan, daging dan ikan. Sumber vitamin B2 terbesar adalah susu, hati, dan beras utuh. Sumber vitamin B3 adalah daging, biji-bijian, kacang, dan beras utuh. Ketiga vitamin tersebut (B1, B2 dan B3) dibutuhkan untuk menunjang fungsi saraf, pencernaan dan kesehatan kulit. Vitamin B6 banyak terdapat dalam khamir, kecambah gandum, hati, ginjal, serealia tumbuk, kacang-kacangan, kentang dan pisang; dan terdapat sedikit dalam susu, telur, sayur dan buah. Vitamin B6  berperan dalam pembentukan sel darah merah serta kesehatan gigi dan gusi. Vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, fungsi normal metabolisme sel terutama sel pencernaan dan untuk kesehatan jaringan saraf. Sumber vitamin B12 terdapat dalam hati, ginjal, susu, telur, ikan, keju dan daging. Folat dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang, serta untuk kesehatan jaringan saraf. Folat banyak terdapat dalam sayuran hijau, hati, daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-bijian kacang-kacangan, dan jeruk.

Vitamin C memiliki banyak fungsi dalam tubuh diantaranya sebagai antioksidan dan daya tahan tubuh terhadap infeksi, pembentukan jaringan ikat, membantu pertumbuhan tulang, gigi dan gusi serta memberikan kekuatan pada pembuluh darah. Oleh karena itu diperlukan penambahan asupan pada ibu menyusui. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin C terutama buah yang berwarna kuning-merah dan rasanya asam seperti jeruk, tomat, jambu biji, papaya, selain itu juga terdapat pada sayuran daun dan jenis kol.

Selama masa menyusui diharapkan ibu dapat mencukupi kebutuhannya akan zat gizi yang lengkap dan seimbang. Terutama kebutuhan akan vitamin karena kandungan vitamin dalam ASI sangat bergantung pada asupan makanan ibu. Suplemen vitamin hanya diperlukan apabila ibu tidak dapat memenuhi asupan vitamin yang berasal dari makanan langsung, namun jika asupan makanan sudah memenuhi kebutuhan zat gizi maka suplemen tidak lagi dibutuhkan.

Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus ISPA, Penyakit Apa? Kanker payudara merupakan penyakit yang menakutkan. Namun, ada harapan untuk pencegahan kanker ini. 7 Hal Baru Tentang Kanker Payudara yang Perlu Anda Tahu