Profile
Luka Bakar

Waspada Penyebab Luka Bakar Pada Anak

Waspada Penyebab Luka Bakar Pada Anak

Luka bakar bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak. Penyebab luka bakar tidak selalu karena adanya kontak dengan hal-hal yang bersifat panas, seperti api, air panas, dan lainnya. Tapi bisa juga karena tersengat listrik, radiasi, kontak dengan benda bersuhu dingin ekstrim, serta bahan kimia.

Rasa ingin tahu yang besar pada anak-anak membuat mereka berisiko tinggi mengalami luka bakar. Betapa tidak, apa pun yang menarik perhatian, mereka ingin menyentuh dan memainkannya. Mereka tidak mengerti bahayanya menyentuh benda panas, bermain-main dengan perangkat listrik, dan sebagainya.  Itu sebabnya, meski insiden luka bakar di dunia memang paling sering terjadi pada orang dewasa di usia produktif, namun anak-anak pun tidak luput dari insiden luka bakar.

Menurut International Journal of Caring Science, anak laki laki usia 0-6 tahun lebih beresiko terkena trauma luka bakar daripada anak perempuan. Mengenai penyebab luka bakar, trauma yang dikarenakan air panas dan gas menduduki peringkat pertama. Lalu diikuti dengan trauma luka bakar yang disebabkan oleh api, listrik, benda panas dan lainnya. Kurangnya pengawasan serta observasi dari lingkungan yang mengasuh anak merupakan penyebab utama dari terjadinya luka bakar anak.

Dari beberapa penelitian lainnya, dikatakan bahwa lingkungan rumah serta dapur merupakan lokasi paling sering terjadinya luka bakar pada anak. Penelitian di Tanzania menyatakan bahwa 68,6% luka bakar anak terjadi di dapur. Banyak dari kita yang tidak menyadari bahaya ini. Misalnya saja, ketika sedang memasak dan perhatian hanya pada kegiatan memasak, kita seringkali lengah mengawasi anak. Tanpa kita sadari, anak ikut masuk ke dapur lalu berusaha meraih kompor atau benda-benda panas lainnya. Bisa juga terjadi anak terkena cipratan minyak panas atau tumpahan air panas.

Menurut World Report on Child Injury Prevention, kejadian anak-anak terkena tumpahan teh panas dari teko, serta terkena air panas di kamar mandi merupakan kasus yang cukup sering terjadi. Karena itu, hindari anak bermain di dapur bila tidak berada dalam pengawasan orang dewasa. Mintalah seseorang untuk mengawasi Si Kecil ketika Anda sibuk beraktivitas di dapur. 

Selain itu, jauhkan juga perlengkapan elektrik, steker, kabel dari anak anak. Letakkan atau posisikan di mana anak akan sulit menjangkaunya untuk menurunkan risiko luka bakar listrik pada anak.

dr. Rahajeng Arianggarini. P

Anda punya pertanyaan seputar Luka Bakar ?
Ask Doctor
Begini Cara Mudah Mendapatkan #HidupEnak tapi Tetap Sehat Begini Cara Mudah Mendapatkan #HidupEnak tapi Tetap Sehat Kondom dikenal untuk mencegah terjadinya kehamilan. Namun sekarang kondom punya berbagai bentuk dengan fungsi yang berbeda. Kondom, Ini Bentuk hingga Fungsinya