Profile
Kesehatan A-Z

buang air kecil terlalu sering apakah bahaya?

buang air kecil terlalu sering apakah bahaya?
Jakarta

Dok mau tanya, apakah kalau sering buang air kecil itu bahaya? karena kalau saya sering minum, dan kedinginan, saya akan lebih sering buang kecil. makin banyak air yg saya minum, makin sering saya buang air kecil, krn saya memang suka sekali minum air putih. warna air seninya tetep jernih dan tidak sakit, malah kalau saya tahan-tahan untuk tidak pipis malah sakit. apakah itu wajar dok?

Answers

2 answers

  • Selamat siang mowmow

    Jumlah cairan yang dikeluarkan melalui urine memang sangat dipengaruhi oleh jumlah asupan cairan yang kita minum. Tubuh senantiasa menjaga agar keseimbangan cairan di tubuh kita terjaga. Apabila anda sering minum dan dalam jumlah yang banyak maka semakin serinh dan banyak pula volume urine yang akan anda keluarkan melalui kencing.

    Anjuran jumlah minum sehari adalah minimal 8 gelas sehari atau sekitar 2 liter, apabila anda dapat minum melebihi jumlah tersebut maka tidak apa-apa dan tidak bahaya, karena asupan cairan juga dipengaruhi oleh aktivitas, semakin berat aktivitas maka jumlah asupan cairan yang dibutuhkan juga semakin banyak.

    Jumlah urine yang normal adalah 0,5-1 cc/kg berat badan per jamnya. Saran saya, anda dapat menampung urine anda dan memperkirakan berapa jumlah urine tersebut. Misal bb anda 50 kg, maka urine yang anda keluarkan sekitar 25-50 cc/jam nya atau sekitar 75-150 cc dalam 3 jam atau sekitar 150-300 cc dalam 6 jam. Dengan menampungnya anda dapat memperkirakan apakah urine yang anda keluarkan jumlahnya wajar atau tidak. Perkirakan juga berapa jumlah cairan yang anda minum. Usahakan keseimbangan cairan positif, artinya lebih banyak cairan yang anda minum dibandingkan dengan cairan yang anda keluarkan. Karena apabila lebih banyak cairan yang anda keluarkan, maka rentan terjadi dehidrasi. Jadi simpulannya, anda tidak perlu khawatir apabila sering kencing asalkan memang karena sering minum, suhu dingin, jumlah urine yang dikeluarkan masih dalam rentang jumlah normal dan tidak disertai gejala lainnya. Sangat tidak disarankan untuk menahan kencing karena lebih rentan untuk terjadinya infeksi saluran kencing, jadi apabila kandung kemih sudah penuh, sebaiknya urine dikeluarkan saja.

    Akan tetapi bila sering kencing, disertai gejala sering haus, sering merasa lapar, banyak makan, penurunan berat badan, maka anda dapat berkonsultasi ke dokter karena bisa saja itu gejala awal diabetes melitus yang perlu diwaspadai sehingga perlu dilakukan pengecekan kadar gula darah.

    Terimakasih

  • Salam sehat,

    Setiap hari seseorang pasti buang air kecil untuk mengeluarkan sisa metabolisme dan juga racun dari dalam tubuh. Sebagian besar orang dewasa akan buang air kecil sekitar 4-7 kali dalam sehari. Jumlah urine yang dikeluarkan bervariasi tiap orang, hal ini juga dipengaruhi oleh jumlah cairan yang dikonsumsi, kondisi tubuh serta lingkungan sekitar. Namun jika frekuensi buang air kecil lebih sering dari biasanya, maka patut untuk diperhatikan.

    Sedangkan jika cuaca atau udara dingin maka seseorang akan buang air kecil lebih sering. Hal ini karena cuaca atau lingkungan yang dingin bisa menyebabkan otot kandung kemih beraktivitas secara berlebihan (overactivity) dan memicu peningkatan sensor urgensi (mendesak).

    Ada dua kondisi kandung kemih yang menyebabkan seseorang sering pipis, yaitu interstitial cystitis (IC) yang disertai rasa sakit di kandung kemih dan sekitarnya serta overactive bladder yaitu sering mengalami dorongan kuat untuk pipis secara tiba-tiba.

    Selain itu terlalu sering buang air kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lain seperti pembesaran prostat, diabetes, kehamilan, infeksi saluran kencing, gelisah, cemas atau penggunaan obat-obatan tertentu.

    Bila seseorang buang air kecil lebih dari 8 kali dalam waktu 24 jam, atau buang air kecil lebih dari 2 kali dalam semalam yang dapat mengganggu waktu tidur, maka sebaiknya kondisi ini dikonsultasikan dengan dokter. Begitupula bila frekuensi buang air kecil meningkat diiringi dengan nyeri saat berkemih, demam atau kencing berwarna merah, sebaiknya melakukan pemeriksaan kedokter.

    Terimakasih, semoga membantu.

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya