Profile
Alergi

Gatal pd bibir vagina

Gatal pd bibir vagina
Yogyakarta

Rasa gatal perih dan panas pd kemaluan setiap malam krn jamur ato alergi dan apa obatnya

Answers

2 answers

  • Selamat malam

    Gatal pada vagina dapat terjadi karena satu atau kombinasi beberapa penyebab. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang dapat terjadi.

    1. Penggunaan bahan kimia: gatal dapat disebabkan iritasi vagina akibat bahan-bahan kimia yang terdapat dalam kondom, krim, sabun, tisu, atau pembalut yang digunakan.

    2. Infeksi jamur/kandidiasis vagina: jamur yang tumbuh berlebihan pada vagina dan vulva. Infeksi ini lebih berisiko terjadi saat wanita sedang hamil, menggunakan antibiotik, aktif berhubungan seksual, dan ketika sistem kekebalan tubuhnya sedang melemah. Selain gatal, jamur akan menyebabkan vagina mengeluarkan cairan putih dan kental.

    3. Vaginosis bakteri: keberadaan bakteri-bakteri sehat pada vagina adalah hal yang normal. Namun bakteri jahat dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal. Selain gatal, umumnya vaginosis bakteri diiringi gejala seperti rasa perih, serta keluarnya cairan dan bau tidak sedap dari vagina.

    4. Penyakit menular seksual (PMS): herpes, klamidia, trikomoniasis, dan gonore.

    5. Menopause: turunnya produksi estrogen di akhir masa reproduksi wanita dapat menyebabkan dinding vagina menipis dan mengering, sehingga menyebabkan iritasi dan gatal. Selain pada lansia, kondisi ini dapat terjadi pada wanita yang sedang menyusui.

    6. Lichen sklerosis: bercak putih pada kulit sekitar kemaluan. Kondisi yang jarang terjadi ini umumnya dialami wanita pascamenopause. Penyakit kulit lain seperti eksim juga dapat menyebabkan gatal.

    7. Infeksi cacing kremi: lebih sering dialami oleh anak perempuan.

    8. Pra-kanker: gatal juga dapat menjadi gejala kulit kemaluan yang mengalami prakanker.

    9. Stres: meski jarang terjadi, namun kondisi emosional yang tidak stabil dapat menyebabkan sistem kekebalan menurun sehingga membuat tubuh lebih berisiko mengalami gatal dan iritasi.

    Mengingat banyaknya penyebab gatal pada kemaluan, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter untuk diketahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat.

  • Selamat pagi

    Keluhan gatal pada vagina seringkali disebabkan oleh iritasi benda asing pada area kewanitaan, infeksi, ataupun menopause. Pada kasus tertentu, rasa gatal pada vagina juga dapat timbul akibat stres atau merupakan pertanda awal kanker vulva. Anda dapat menghindari risiko mengalami keluhan ini dengan menerapkan gaya hidup bersih dan pola makan sehat.

    Inilah berbagai penyebab gatal pada vagina, termasuk vulva (area sekitar vagina):

    1.Iritasi oleh benda asing dari luar vagina
    Berbagai bahan kimia yang berada di sekitar Anda dan daerah kewanitaan, tanpa Anda sadari menjadi penyebab rasa gatal. Biasanya, Anda mengalami reaksi alergi sehingga timbul ruam, dan menjalar hingga ke vagina. Benda asing yang dapat menjadi penyebab alergi dan rasa gatal pada vagina meliputi sabun, semprotan untuk daerah kewanitaan, kebiasaan mencucukkan jari untuk membersihkan vagina, kontrasepsi, deterjen, hingga bahan pelembut pakaian.

    Selain itu, penderita diabetes maupun gangguan pengendalian berkemih (inkontinensia urin) juga dapat mengalami iritasi dan gatal akibat kondisi lembap yang ditimbulkan saat berkemih dalam frekuensi berlebih.

    2.Masalah penyakit kulit
    Berbagai penyakit kulit, seperti eczema, dapat menyebabkan kulit kering, gatal dan bernanah. Terkadang, gejala penyakit kulit ini dapat menjalar hingga ke vagina dan menyebabkan rasa gatal.

    3.Infeksi yeast
    Infeksi yeast yang terjadi pada vagina tanpa diketahui dapat menyebabkan gatal yang tidak terkontrol pada vagina. Jenis infeksi ini biasanya dapat dialami wanita yang baru saja banyak meminum antibiotik yang mempengaruhi bakteri baik dalam vagina dan membunuhnya sehingga terjadi ketidakseimbangan flora normal dalam vagina. Selain terasa gatal, vagina juga dapat mengeluarkan cairan putih yang terasa panas dan gatal.

    4.Vaginitis atau vulvovaginitis
    Vaginitis merupakan kondisi di mana keseimbangan bakteri dalam vagina terganggu dan terjadilah infeksi. Selain gatal, vagina juga dapat mengalami peradangan sehingga menjadi kemerahan, mengeluarkan cairan dan berbau.

    5.Trichomoniasis
    Infeksi lain yang dapat dialami vagina meski lebih jarang daripada dua infeksi sebelumnya adalah trichomoniasis yang disebabkan oleh parasit dan dapat ditularkan melalui hubungan intim. Selain terasa gatal, vagina dapat pula mengeluarkan cairan hijau atau kekuningan dan terasa sakit saat buang air kecil.

    6. Memasuki masa menopause
    Rasa gatal pada vagina saat menjelang menopause dapat terjadi karena turunnya kadar estrogen sehingga vagina menjadi lebih kering. Kekeringan tersebut menyebabkan timbulnya rasa gatal yang jika dibiarkan dapat menyebabkan iritasi.

    7.Stres
    Stres secara fisik dan emosi dapat juga menyebabkan gatal pada vagina. Pada saat Anda mengalami stres psikis, sistem imun tubuh akan melemah sehingga mudah sekali terjadi infeksi dan akhirnya timbullah rasa gatal.

    Bila gatal terus berlanjut sebaiknya melakukan pemeriksaan kedokter. Diperlukan wawancara medis, pemeriksaan fisis dan penunjang jika dibutuhkan seperti pemeriksaan urin untuk mengetahui penyebab. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab gatal.

    Untuk merawat dan mencegah gatal pada vagina sendiri, Anda dapat membuka link berikut :
    http://meetdoctor.com/article/cara-alami-hilangkan-gatal-pada-vagina

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor.
    Semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk anda.

Anda punya pertanyaan seputar Alergi ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya