Profile
Fibrocystic Breast

Payudara terasa panas dan sakit setelah menyusui

Payudara terasa panas dan sakit setelah menyusui

Malam dok Dok saya ibu asi. Payudara saya yg sebelah kanan jarang saya kasih ke ank saya kalau saya kasih paling waktu mlm. Akhir2 ini payudara yg sblah kanan klau mlm stelah d susuin selalu merasa sakit perih dan panas. Itu kenapa ya dok?

Answers

1 answers

  • Selamat Malam

    Nyeri pada payudara adalah masalah yang sering dihadapi oleh ibu yang sedang menyusui. Penyebab nyeri pada payudara pada ibu menyusui antara lain:

    Payudara penuh atau breast engorgement
    Nyeri akibat payudara penuh dapat terjadi bila bayi tidak menyusu atau anda tidak mengosongkan payudara selama beberapa jam. Nyeri ini dapat disertai juga dengan gejala seperti flu (flu like symptom) yaitu rasa seperti demam, nyeri otot, dan rasa tidak enak badan. Nyeri dan semua gejala yang menyertai akan menghilang bila anda sudah menyusui atau mengosongkan payudara anda. Anda dapat mengurangi nyeri akibat payudara yang penuh dengan menggunakan bra yang ukurannya pas dengan payudara anda, serta menggunakan daun kol yang sudah didinginkan di dalam bra untuk membantu mengurangi bengkak dan nyeri.

    Sumbatan pada saluran keluar susu
    Sumbatan pada saluran keluar susu dapat menyebabkan nyeri disertai dengan munculnya benjolan yang keras pada payudara. Bila sumbatan besar dan tidak segera teratasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi mastitis atau peradangan payudara. Untuk mencegah terjadinya sumbatan pada saluran keluar susu, anda harus mengosongkan payudara setiap kali bayi menyusu. Bila sumbatan sudah terjadi, anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

    -Kompres payudara dengan kompres hangat atau anda dapat mandi dan merendam payudara anda di air hangat
    -Memijat dengan lembut payudara yang membenjol tersebut
    -Cobalah untuk menyusui dengan posisi bayi anda tiduran dan anda menungging di atas bayi anda dengan payudara menggantung. Posisi ini akan membuat susu keluar lebih deras dengan bantuan gravitasi dan menyingkirkan sumbatan pada saluran keluar susu.
    -Selalu memulai menyusui bayi dari payudara yang tersumbat lebih dahulu

    Mastitis
    Mastitis atau peradangan pada payudara dapat terjadi bila susu tidak dikeluarkan terus menerus hingga payudara membengkak atau adanya sumbatan pada saluran keluar susu yang tidak segera teratasi. Gejala yang dapat anda rasakan antara lain:

    -payudara nyeri dan teraba panas
    -payudara terlihat kemerahan dan nyeri saat disentuh
    -rasa tidak enak badan, cepat lelah, nyeri otot seperti gejala flu
    -demam
    Anda dapat mencegah terjadinya mastitis dengan selalu mengosongkan payudara anda. Mastitis paling sering terjadi karena adanya sumbatan di saluran keluar susu, sehingga bila terjadi sumbatan, cobalah untuk melakukan hal-hal yang telah disebutkan pada poin sebelumnya untuk mengatasi sumbatan payudara dengan segera. Anda juga dapat mengkonsumsi obat seperti parasetamol atau ibuprofen untuk membantu mengurangi gejala mastitis, banyak beristirahat, dan lanjutkan menyusui sesering mungkin.

    Bila gejala mastitis tidak mereda dalam 1-2 hari, anda perlu berobat segera ke dokter untuk mendapat terapi antibiotik.

    Abses payudara
    Abses payudara dapat terjadi pada kondisi mastitis yang tidak tertangani dengan segera. Abses payudara terjadi bila nanah terkumpul di bawah kulit, menimbulkan benjolan yang teraba lunak dan nyeri. Untuk menangani abses payudara diperlukan tindakan pengeluaran nanah dari dalam abses.

    Luka pada puting payudara
    Luka pada puting paling sering disebabkan karena perlekatan bayi (latch on) yang tidak baik, namun dapat pula disebabkan karena gigitan bayi. Kadang luka pada puting dapat juga disertai dengan perdarahan.

    Untuk mengatasi luka pada puting payudara, anda dapat memencet keluar sedikit asi dan mengoleskannya di sekitar puting setelah selesai menyusui, menggunakan krim payudara yang mengandung lanolin, serta yang terpenting adalah memperbaiki posisi perlekatan bayi. Bila terjadi perdarahan, anda tetap dapat menyusui dari payudara yang berdarah tersebut, namun cobalah memulai menyusui dari payudara yang tidak berdarah, baru dilanjutkan ke payudara yang berdarah untuk mengurangi rasa nyeri saat bayi mengisap puting. Solusi lainnya adalah dengan mempompa ASI dari payudara yang nyeri dan memberikannya pada bayi anda.

    Refleks pengeluaran susu yang nyeri
    Kadang refleks pengeluaran susu (let down reflex) dapat menimbulkan rasa nyeri pada beberapa wanita. Refleks pengeluaran susu yang nyeri biasanya dirasakan oleh wanita yang mengalami hiperlaktasi atau memiliki produksi susu yang berlebihan. Nyeri ini biasanya dirasakan sesaat setelah bayi menyusu dan akan berkurang perlahan-lahan. Tidak diperlukan penanganan khusus untuk hal ini.

    Infeksi jamur di puting payudara
    Infeksi jamur di puting payudara juga bisa menyebabkan nyeri. Nyeri biasanya dirasakan beberapa saat setelah selesai menyusui. Nyeri bisa bertahan selama beberapa menit hingga beberapa jam. Biasanya terdapat infeksi jamur juga di dalam mulut bayi.

    Bila melihat dari gejala yang anda alami, kemungkinan anda mengalami sumbatan pada saluran keluar susu. Anda dapat membaca kembali cara penanganan sumbatan pada saluran keluar susu di atas untuk dapat mengatasinya. Bila kondisi sumbatan ini sudah mengarah pada kondisi mastitis, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penatalaksanaan lanjutan.

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat.

Anda punya pertanyaan seputar Fibrocystic Breast ?
Ask Doctor
Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya