MeetDoctor https://meetdoctor.com/ Connecting You and Doctors https://meetdoctor.com/logo.png MeetDoctor https://meetdoctor.com/ Connecting You and Doctors in business@meetdoctor.com Copyright 2017 Perhitungan Masa Subur https://meetdoctor.com/article/perhitungan-masa-subur https://meetdoctor.com/article/perhitungan-masa-subur Masa subur adalah siklus pada wanita ketika ovumnya matang dan siap dibuahi. Pada masa subur, kesempatan seorang perempuan untuk hamil lebih tinggi. Perlu diperhatikan oleh para wanita yang mendambakan kehamilan, masa hidup ovum hanya berlangsung selama 12-24 jam dalam sebulannya. Jadi pastikan cara menghitung masa kesuburan yang anda lakukan akurat adanya.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengetahui periode masa subur pada wanita. Kini, alat penguji kesuburan sudah tersedia untuk dibeli di supermarket. Namun, sebenarnya ada cara praktis menghitung masa subur yang mungkin sudah secara turun temurun diterapkan kaum hawa, yaitu metode hitung kalender.

Metode Kalender Ogino-Knaus

Metode ini digunakan bagi perempuan yang siklus haidnya tidak menentu. Langkah-langkahnya adalah:

  • Catat data haid selama 6-12 bulan terakhir.
  • Kurangi 18 hari dari siklus haid tersingkat untuk menentukan awal masa suburnya.
  • Kurangi 18 hari dari siklus haid terpanjang untuk menentukan akhir masa subur.

    Contoh : Setelah kita catat selama 6-12 bulan terakhir, ternyata siklus terpanjang adalah 31 hari dan siklus terpendek 26 hari.

    Maka, 31 – 11 = 20. 26 – 18 = 8. Jadi, perkiraan masa subur berlangsung dari hari ke 8 sampai hari ke 20.

    Jika siklusnya teratur, masa subur berlangsung 14+/- 1 hari haid berikutnya artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.

 

Metode Kalender dengan Menghitung Masa Subur dan Prasubur

  • Masa subur = hari terakhir haid +13 hari
  • Masa pra subur = masa subur – 3 dan masa subur + 3

    Contoh : jika hari terakhir haid tanggal 10 maka tanggal masa subur adalah 23. Masa prasubur awal tanggal 20 dan masa prasubur akhir tanggal 26.

 

Metode Kalender Tabel

Siklus menstruasi  Ovulasi Masa subur
22 Hari ke-8 Hari ke-7 sampai 9
23 Hari ke-9 Hari ke-8 sampai 10
24 Hari ke-10 hari ke-9 sampai 11
25 Hari ke-11 Hari ke-10 sampai 12
26 Hari ke-12 Hari ke-11 sampai 13
27 Hari ke-13 Hari ke-12 sampai 14
28 Hari ke-14 Hari ke-13 sampai 15
29 Hari ke-15 Hari ke-14 sampai 16
30 Hari ke-16 Hari ke-15 sampai 17
31 Hari ke-17 Hari ke-16 sampai 18
32 Hari ke-18 Hari ke-17 sampai 19
33 Hari ke-19 Hari ke-18 sampai 20
34 Hari ke-20 Hari ke-19 sampai 21
35 Hari ke-21 Hari ke-20 sampai 22
36 Hari ke-22 Hari ke-21 sampai 23

Contoh :
Awal menstruasi bulan lalu: 1 Januari
Awal menstruasi bulan ini: 3 Februari
Siklus menstruasi: 33 hari
Ovulasi: 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
Masa subur: 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)

Dengan mengetahui siklus yang terjadi pada tubuh diharapkan para wanita lebih menyadari kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sebuah proses pembuahan.

Temukan 5 Tips Sederhana Agar Cepat Hamil di sini.


]]>
Thu, 13 Apr 2017 17:08:51 +0700Kesehatan Seksual
Imunisasi Polio, Manfaat, Jadwal Pemberian dan Efek Samping https://meetdoctor.com/article/imunisasi-polio-manfaat-jadwal-pemberian-dan-efek-samping https://meetdoctor.com/article/imunisasi-polio-manfaat-jadwal-pemberian-dan-efek-samping Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio (poliovirus).  Virus ini biasanya menyebar dari orang ke orang melalui tinja yang terinfeksi. Virus polio juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang mengandung kotoran manusia dan kadang dari air liur yang terinfeksi.

Virus polio masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan menginfeksi usus. Infeksi virus polio terjadi di dalam saluran pencernaan yang menyebar ke kelenjar limfe regional, sebagian kecil menyebar ke sistem syaraf pusat. Bagian syaraf yang diserang adalah syaraf motorik otak. Inilah yang menyebabkan kelemahan otot, bahkan kelumpuhan permanen pada penderita polio.

Pada tahun 2014,  Indonesia sudah dinyatakan bebas polio oleh WHO. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia ini masih meminta kita untuk melakukan upaya imunisasi, mengingat masih mungkin virus datang dari negara-negara yang belum bebas polio. Untuk mempertahankan status bebas polio, pemerintah Indonesia giat melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

Apa itu imunisasi polio?

Pemberian imunisasi polio bertujuan  untuk membentuk kekebalan  tubuh terhadap virus polio. Vaksin polio berisi virus polio yang sudah dilemahkan. Keberadaan virus polio yang lemah tersebut, tidak dapat menginfeksi tubuh, namun akan merangsang tubuh membentuk antibodi sebagai respons imun untuk melawannya. Ketika antibodi sudah terbentuk, maka apabila virus polio datang menyerang di kemudian hari, maka akan langsung dibunuh dan tidak sampai menimbulkan penyakit polio.

Terdapat dua macam vaksin polio, yaitu vaksin virus polio oral (OPV = Oral Polio Vaccine) dan Incativated Polio Vaccine (IPV). Di Indonesia yang sering digunakan adalah OPV.  Vaksin polio oral mengandung virus yang sudah dilemahkan.  Vaksin polio oral diberikan dengan cara diteteskan ke mulut sedangkan vaksin IPV diberikan dengan cara disuntikkan.

Jadwal Pemberian

Sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Vaksin polio oral (OPV) diberikan saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan (atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah), sedangkan untuk vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun. Apabila imunisasi polio terlambat diberikan, jangan mengulang pemberiannya dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal,  tidak peduli berapa pun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

Efek samping Imunisasi Polio

Biasanya tidak terdapat efek samping yang berati. Efek Samping yang umum dialami setelah imunisasi polio :

  • Kadang-kadang terjadi peningkatan suhu (demam) beberapa jam setelah injeksi.
  • Sakit, merah dan bengkak di tempat suntikan
  • Pengerasan kulit pada tempat suntikan, yang biasanya cepat hilang.

Jika reaksi ringan terjadi, mungkin selama 1 atau 2 hari saja. Efek Samping yang amat jarang yaitu reaksi alergi parah. 

Efek samping dapat dikurangi dengan minum lebih banyak air, kompres dingin pada lokasi penyuntikan, memberikan parasetamol kepada anak Anda untuk mengurangi nyeri atau demam (perhatikan dosis yang dianjurkan menurut usia anak Anda). Jika reaksi parah atau berkelanjutan, atau jika Anda khawatir, silakan hubungi dokter atau rumah sakit Anda.

Yang perlu diperhatikan sebelum imunisasi :

Anak tidak boleh diberikan imunisasi polio, jika berada dalam kondisi ini:

  • Anak sedang demam.
  • Anak sedang mengalami diare.
  • Anak yang memiliki masalah defisiensi sistem kekebalan tubuh (lemahnya sistem imun).
  • Anak yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif (obat yang dapat menekan sistem imun).

Beritahukan dokter, perawat atau bidan bila Anak pernah mengalami reaksi parah terhadap vaksin manapun, atau pernah mengalami alergi parah terhadap komponen vaksin manapun (misalnya, neomisin).

 

Ditulis oleh dr. Jezy Reisya Pranasari


]]>
Tue, 25 Apr 2017 15:38:01 +0700Vaksin
Cegah Hepatitis B dengan Imunisasi https://meetdoctor.com/article/cegah-hepatitis-b-dengan-imunisasi https://meetdoctor.com/article/cegah-hepatitis-b-dengan-imunisasi Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus  Hepatitis B (VHB), dan ditandai dengan peradangan yang terjadi pada organ tubuh seperti hati (Liver). Pada masyarakat umum, Hepatitis B juga dikenal sebagai penyakit kuning.

Penderita hepatitis cukup banyak. Diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia telah terinfeksi virus Hepatitis B, dan sekitar 500.000 hingga 700.000 orang meninggal setiap tahun akibat hepatitis B.  Bagaimana dengan di Indonesia? Diperkirakan 4 - 40 juta penduduk Indonesia mempunyai kemungkinan mengidap hepatitis (pada semua tipe), dan hepatitis B menduduki urutan pertama dalam hal jumlah penderita dan penyebarannya. Dengan kondisi ini, Indonesia masuk ke dalam kelompok endemis sedang dan tinggi hepatitis B. Saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 11 juta pengidap penyakit Hepatitis-B di Indonesia.

VHB menular melalui kontak dengan cairan tubuh. Manusia merupakan satu - satunya host (pejamu) dari virus ini. Darah dan cairan tubuh yang lain merupakan faktor penting untuk media penularan.

Berita baiknya, hepatitis B bisa dicegah melalui imunisasi. Pemberian imunisasi ini akan menumbuhkan kekebalan tubuh secara terus menerus, menyeluruh, sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan serta memutus mata rantai penularan penyakit hepatitis B.

Terdapat dua pilihan vaksin, yaitu vaksin Hepatitis B dan DPT/HB Kombo. Vaksin VHB merupakan vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infectious, yang berasal dari HbsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (Hansanule polymorpha) menggunakan teknologi DNA rekombinan. Vaksin ini berindikasi untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (Depkes, 2005).

Vaksin DPT/HB Kombo merupakan vaksin DPT dan Hepatitis B yang dikombinasikan dalam suatu preparat tunggal dan merupakan sub unit virus yang mengandung HbsAg murni dan bersifat non infectious. Sehingga dengan adanya vaksin ini pemberian imunisasi menjadi lebih sederhana, dan menghasilkan tingkat cakupan yang setara antara HB dan DPT (Depkes, 2004).

Jadwal pemberian imunisasi Hepatitis B pada dasarnya sangat fleksibel sehingga tersedia beberapa pilihan. Imunisasi Hepatitis B diberikan minimal 3 kali, dan pertama kali diberikan segera setelah anak lahir. Jadwal yang dianjurkan adalah usia 0, 1, dan 6 bulan karena respons antibodi pada usia itu sangat optimal.

 

Ditulis oleh: dr. Adnan Yusuf


]]>
Tue, 25 Apr 2017 15:40:37 +0700Vaksin
Pentingnya Vaksin Rubella Sebelum Hamil https://meetdoctor.com/article/pentingnya-vaksin-rubella-sebelum-hamil https://meetdoctor.com/article/pentingnya-vaksin-rubella-sebelum-hamil Rubella dapat terjadi pada anak-anak maupun wanita hamil. Rubella pada wanita hamil dapat mengakibatkan kecacatan hingga kematian janin. Oleh karena itu vaksin Rubella penting untuk dilakukan.

Rubella disebut juga sebagai campak jerman. Campak jerman berbeda dengan campak biasa. Meskipun sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit campak jerman dan campak biasa disebabkan oleh virus yang berbeda. Campak jerman merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Rubella.

Gejala Rubella

Virus Rubella memiliki masa inkubasi selama 14-21 hari. Waktu inkubasi adalah perjalanan sejak awal terinfeksi sampai menimbulkan gejala. Gejala-gejala umum Rubella antara lain :

1.    Demam

2.    Nyeri kepala, hidung berair atau tersumbat

3.    Muncul bercak merah di mulai dari belakang telinga, wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh

4.    Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.

5.    Penurunan nafsu makan

Meskipun tidak semua ruam merah pada kulit merupakan gejala Rubella, akan lebih baik jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Apakah Rubella Berbahaya?

Rubella pada anak dan dewasa bisa membaik dengan cepat, tidak berbahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi. Rubella hanya berbahaya jika terjadi pada wanita hamil. Wanita hamil yang terinfeksi virus Rubella berisiko menimbulkan kecacatan hingga kematian pada janin.

Rubella pada Kehamilan

Rubella berbeda dengan  campak biasa. Meskipun sama-sama memiliki gejala berupa ruam kemerahan pada kulit, Rubella memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan campak.

Rubella pada wanita hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, berpotensi tinggi menyebabkan sindrom rubella kongenital seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, retardasi mental atau dapat kematian bayi dalam kandungan. Sedangkan campak biasa pada kehamilan tidak beresiko pada janin.

Cara Penulara Rubella

Rubella ditularkan oleh virus melalui droplet atau air liur manusia. Virus ini dapat menyebar ketika batuk atau bersin. Rubella juga dapat menular dari ibu ke bayi melalui aliran darah plasenta.

Mencegah Rubella

Cara paling efektif untuk mencegah Rubella ialah dengan vaksin, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Menurut penelitian, sebanyak 90% wanita yang mendapat vaksin akan terhindar dari Rubella.

Selain vaksin, Rubella juga dapat dicegah dengan cara menghindari kontak langsung dengan air liur pasien (menggunakan masker, tidak menggunakan alat makan bersamaan), dan menjaga kebersihan diri.

Vaksin Rubella

Vaksin Rubella di Indonesia berupa vaksin kombinasi MMR. Vaksin MMR (Mumps Measles Rubella) adalah campuran tiga jenis virus yang dilemahkan, untuk melawan campak (measles), gondongan (mumps) dan Rubella (campak jerman). Vaksin MMR yang tersedia antara lain MMR II dari Merck, Priorix dari GlaxoSmithKline, Tresivac dari Serum Institute of India, Trimovax dari Sanofi Pasteur. Vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib bagi anak di Indonesia dan diberikan sebanyak 2 kali dengan pembagian sebagai berikut:

  • Tahap pertama waktu anak berusia 15-18 bulan dengan jarak 6 bulan dari imunisasi campak
  • Tahap kedua dilulang pada saat anak berusia 6 tahun.

Vaksin Rubella tidak boleh diberikan pada wanita hamil. Vaksin akan diberikan pada wanita yang merencanakan kehamilan. Sebelumnya akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat kekebalan tubuh terhadap virus Rubella.

Jika Anda sudah memiliki kekebalan terhadap Rubella, vaksin tidak perlu diberikan. Namun, jika belum memiliki kekebalan terhadap Rubella, dokter akan menganjurkan untuk menerima vaksin MMR. Setelah vaksin, Anda diharuskan menunggu minimal 4 minggu untuk program hamil.

 

Ditinjau Oleh: dr. Nurul Attikah


]]>
Wed, 26 Apr 2017 13:39:44 +0700Vaksin
Ini Saat Tepat Imunisasi Campak https://meetdoctor.com/article/ini-saat-tepat-imunisasi-campak https://meetdoctor.com/article/ini-saat-tepat-imunisasi-campak Campak disebut juga dengan measles, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Ruam pada campak sulit dibedakan dengan ruam pada Rubella.

Gejala Campak

          Gejala campak muncul sekitar 7 sampai 14 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejalanya antara lain :

  1. Demam
  2. Nyeri tenggorokan
  3. Hidung meler/pilek
  4. Batuk
  5. Mata memerah
  6. Nyeri otot
  7. Bintik putih kecil di mulut pada hari ke-2 hingga ke-4
  8. Timbul bintik merah pada kulit serta terasa sedikit gatal. Gejala ini muncul pada hari ke-3 dan ke-5

Ruam pada campak sulit dibedakan dengan ruam pada rubella, tetapi gejala pada campak seringkali lebih berat dan tidak berisiko pada ibu hamil. Ruam pada campak  umumnya akan menghilang bertahap dan menyisakan bekas berwarna kecoklatan.

Penyebab Campak

Campak disebabkan oleh virus campak (measles virus). Campak ditularkan melalui droplet atau air liur. Campak dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita atau pun udara yang telah terkontaminasi oleh virus campak.

Pengobatan Campak

Campak disebabkan oleh virus, sehingga dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh, campak akan membaik. Tidak ada pengobatan khusus bagi penderita campak. Mula mula penderita diberikan obat penurun demam. Penderita juga disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat. Jika terdapat infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.

Cara Mencegah Campak

Pencegahan campak paling efektif adalah dengan imunisasi campak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi (vaksin MMR), yang disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan, namun jika dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Campak juga dapat dicegah dengan menghindari kontak, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, serta menghindari pemakaian alat makan, sikat gigi dan handuk yang bersamaan.

Vaksin Campak

Cakupan vaksin campak untuk anak-anak di Indonesia kerap mengalami penurunan. Di tahun 2015, cakupannya 53,3 persen sedangkan sampai September 2016, cakupannya menurun, di bawah 48 persen. Akibatnya, terjadi letusan kasus campak.

Jenis vaksin campak :

  • Vaksin Campak saja

Vaksin ini diberikan pertama saat usia 9 bulan, kemudian dilanjutkan saat berusia 24   bulan dan terakhir saat SD kelas 1-6.

  • Vaksin MMR

 Diberikan pada anak berusia 15-18 bulandengan jarak imunisasi minimal 6 bulan. Imunisasi ini dapat mencegah campak, gondongan dan rubella. Pemberian ulang atau booster dilakukan saat anak berusia 6 tahun.

  • Vaksin MMRV

Vaksin MMRV adalah suatu kombinasi vaksin MMR dan vaksin cacar air (varicella). Dengan adanya kombinasi ini, maka tata laksana vaksinasi lebih sederhana, karena jumlah penyuntikan lebih sedikit dan lebih murah. Tetapi untuk anak-anak berusia 2 tahun atau kurang, vaksin MMRV lebih memiliki efek samping dibandingkan pemberian vaksin MMR dan vaksin cacar air secara terpisah. Vaksinasi MMRV aman diberikan pada usia 4 sampai 6 tahun. Pada penelitian tidak didapatkan bukti terjadinya kejang demam pada pemberian MMRV di usia 4 sampai 6 tahun.

 

Ditinjau Oleh: dr. Nurul Attikah


]]>
Wed, 26 Apr 2017 13:40:12 +0700Vaksin
80 Kalori Untuk Kendalikan Berat Badan dan Diabetes https://meetdoctor.com/article/80-kalori-untuk-kendalikan-berat-badan-dan-diabetes https://meetdoctor.com/article/80-kalori-untuk-kendalikan-berat-badan-dan-diabetes Pola hidup atau kebiasaan yang tidak sehat berakibat buruk bagi kesehatan. Menurut RISKESDAS 2013, terjadi kecenderungan peningkatan penyakit tidak menular - terutama Diabetes Melitus terus meningkat (2,1% dari tahun 2007), dan ini erat hubungannya dengan pola hidup.

Ya, pola makan sehari-hari orang Indonesia yang mengonsumsi karbohidrat berlebih, terutama nasi,  mengakibatkan masalah kesehatan seperti diabetes dan obesitas. Pasalnya, karbohidrat yang berlebihan disimpan menjadi lemak dalam tubuh, sehingga menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, konsumsi gula atau kita sebut karbohidrat sederhana juga cenderung cepat dicerna sehingga dapat menyebabkan gula darah naik dengan cepat.

Menurut penelitian mengenai Diet, Nutrition and the Prevention of Type 2 Diabetes yang dilakukan oleh NP Steyn1,*, J Mann2, PH Bennett3, N Temple4, P Zimmet5, J Tuomilehto6, J Lindstro¨m6 and A Louheranta7 (Public Health Nutrition: 7(1A), 147–165, 2004), disebutkan bahwa asupan tinggi karbohidrat akan memperberat sekresi insulin untuk menjaga keseimbangan kestabilan gula darah.

Untuk itu, penyesuaian asupan karbohidrat akan sangat efektif untuk mencegah berat badan berlebih dan menurunkan risiko diabetes. Namun, bukan berarti  Anda tidak boleh makan nasi, tapi kurangi saja porsinya. Persoalannya, tidak mudah bagi sebagian orang untuk mengurangi karbohidrat, terutama nasi.

Meski Anda sudah menyantap aneka makanan, tetap dianggap belum makan, bila belum menyantap nasi.

Tapi Anda tidak perlu khawati, berikut ini beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan untuk memotong asupan karbohidrat:

1.Ganti beberapa jenis buah dengan sayuran

Bukan berarti buah tidak baik. Tetapi, kadar gula dalam buah, nyatanya lebih tinggi dari sayur.  Jadi jika Anda benar-benar mau mencoba untuk mengurangi asupan karbohidrat, ganti buah-buahan seperti apel, anggur, dan pir dengan irisan mentimun, seledri, atau paprika mentah.

2.Bersahabat dengan kedelai

Kedelai yang makanan yang tinggi serat dan protein, dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mengendalikan nafsu makan. Anda bisa mengonsumsi kedelai dalam bentuk utuh atau produk olahan yang berbahan kedelai.

3.Snack kaya serat dan protein

Mengurangi karbohidrat memang bukan hal yang mudah. Namun, Anda bisa menyiasati dengan mengonsumsi snack yang kaya serat dan protein sebelum makan besar. Anda bisa mengonsumsi buah atau snack yang tinggi serat dan proteinnya untuk membantu mengurangi asupan karbohidrat berlebihan.

4.Pola makan teratur

Tak hanya melewatkan waktu makan, waktu makan yang tidak teratur juga buruk bagi kesehatan, terutama bagi peningkatan berat badan dan risiko diabetes. Bagi penyandang diabetes, sebaiknya Anda tidak melewatkan waktu makan karena bisa membuat Anda mengalami hipoglikemia, atau penurunan gula darah secara drastis.

Usahakan untuk mengatur jadwal makan tiga kali makan makanan utama dan dua kali snack untuk membantu mengendalikan gula darah Anda.

5. 80 kalori

Selain jadwal makan yang teratur, perhatikan juga jenis makanan dan snack, serta jumlah kalori yang perlu Anda asup setiap hari. Untuk mengendalikan berat badan dan diabetes disarankan untuk mengonsumsi snack80 kalori per sekali makan. “Jumlah kalori snackuntuk penyandang diabetes direkomendasikan antara 60 – 110 kkal per sekali makan,” saran dr. Tjandraningrum, M.Gizi, SpGK.

Anda bisa memilih snack yang tinggi serat dan kaya protein, seperti SOYJOY, dan dikonsumsi dua jam sebelum makan besar untuk mengendalikan nafsu makan sehingga dapat terhindar dari obesitas dan diabetes.


]]>
Wed, 26 Apr 2017 09:19:34 +0700Diabetes