Profile
All Topic

Pusat Informasi Bell's Palsy

Tentang Bell's Palsy

Bell’s palsy terjadi saat saraf yang mengontrol sebelah sisi wajah, membengkak atau meradang, akibatnya, wajah akan terasa kaku. Wajah tampak berat sebelah, seolah senyum hanya 1 sisi dan sebelah mata sulit tertutup. Umumnya penderita bell’s palsy adalah yang berusia dibawah 15 tahun atau diatas 60 tahun. Bell's palsy bukan dampak dari stroke atau transient ischemic attack (TIA).

Gejala

Gejala awal melemahnya sebelah bagian wajah sangat cepat hingga mencapai kelumpuhan. Bisa hanya dalam beberapa jam atau beberapa hari sehingga wajah menjadi terkulai dan sulit menunjukan ekspresi.

Gejala lainnya adalah :

  • Nyeri disekitar rahang atau belakang kuping.
  • Sensitiv terhadap bunyi-bunyian.
  • Pusing.
  • Lidah menjadi sulit merasakan makanan atau minuman.
  • Jumlah produksi air mata dan saliva berkurang.

Penyebab

Umumnya disebabkan oleh virus herpes simplex, yang juga menyebabkan herpes pada kelamin dan cold sores (seperti bintik-bintik berair pada bibir dan sekitar mulut). Virus lain yang menjadi penyebab bell’s palsy adalah herpes zoster (sama seperti penyebab cacar air dan shingles), Epstein-Barr (juga menyebabkan mononucleosis).

Faktor Resiko

Pemicu Bell’s palsy, diantaranya : Kehamilan (saat memasuki bulan terakhir kehamilan atau minggu pertama setelah melahirkan), diabetes dan infeksi pernapasan.

Komplikasi Akibat

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah kerusakan saraf wajah yang tidak dapat diperbaiki dan kebutaan.

Diagnosa

Diagnosis yang dilakukan diantaranya : EMG, MRI, x-ray dan CT scan.

Pengobatan

Untuk mempercepat pemulihan, perawatan yang disarankan adalah : Obat-obatan misalnya kortikosteroid dan anti virus, terapi fisik (misalnya pemijatan wajah) atau pembedahan.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Bell's Palsy

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Bell's Palsy ?
Ask Doctor