Profile
All Topic

Pusat Informasi Epilepsi

Tentang Epilepsi

Kejang adalah gerakan abnormal akibat aktivitas listrik yang tidak biasa di otak. Sel-sel otak berkomunikasi dengan mengirimkan sinyal elektrik dengan pola yang sudah ditentukan. Pada epilepsi, sinyak elektrik menjadi tidak normal dan menaikan ‘tegangan’ yang mengakibatkan kejang. Macam kejang dibagi menjadi : • Non epileptic seizures (atau pseudoseizures) Adalah jenis epilepsi yang tidak disertai dengan aktivitas listrik di otak, biasanya disebabkan oleh masalah psikologi atau stress. • Provoked seizures Adalah kejang yang disebabkan oleh trauma, kadar gula darah rendah (hypoglycemia), kadar sodium darah rendah, demam tinggi, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Kejang juga berhubungan dengan demam pada anak-anak. • Seizure disorder Dimana kejang adalah gejala dari suatu penyakit.

Gejala

Gejala-gejala kejang adalah :

  • Generalized seizure (mengenai seluruh bagian otak):
    Menangis atau mengeluarkan bunyi-bunyian, kaku untuk beberapa saat, kedua tangan dan kaki bergerak, mata terbuka, tidak bernapas, kembali sadar setelah beberapa saat, keluar air seni dan kebingungan.
  • Partial atau focal seizure (hanya mengenai 1 bagian otak) :
    Hanya sebelah bagian tubuh yang bergerak (kejang), pusing dan kebingungan.
  • Absence atau petit mal seizures :
    Mengedip berulang dan kejang tidak berlangsung lama.

Penyebab

Kejang terjadi akibat aktivitas listrik yang tidak biasa di otak.

Faktor Resiko

Faktor resiko epilepsi di kelompokkan dalam 3 kategori yaitu:

  • Prenatal: Umur ibu saat hamil terlalu muda (35 tahun), Kehamilan dengan eklamsia dan hipertensi, Kehamilan primipara atau multipara, pemakaian bahan toksik.
  • Natal: Asfiksia, bayi dengan berat badan lahir rendah(<2500 gram), kelahiran prematur atau postmatur, partus lama dan persalinan dengan alat.
  • Post Natal: Kejang demam, trauma kepala, infeksi susunan syaraf pusat, gangguan metabolik.

Komplikasi Akibat

  • Pasien-pasien ini dapat mengembangkan kesulitan kognitif dan perilaku
  • Aspirasi (inhalasi ke paru-paru) sekresi atau isi perut muntah
  • Tengkorak atau patah tulang belakang, dislokasi bahu
  • Lidah atau bibir yang luka yang disebabkan akibat tergigit saat serangan
  • Status epileptikus
     

Diagnosa

Beberapa tes yang dilakukan, diantaranya, tes darah, MRI, EEG dan CT Scan.

Pengobatan

Perawatan epilepsi meliputi :
Obat-obatan seperti anti-epileptic drug.
Efek samping : lelah, pusing, berat badan bertambah, hilangnya kepadatan tulang dan ruam.

Jika obat-obatan tidak membantu, dapat dilakukan pembedahan atau terapi.

Pencegahan

Jika Anda memiliki epilepsi, menghindari kemungkinan pemicu - seperti kurang tidur, lampu yang menyilaukan, penggunaan heroin atau kokain, dan penarikan tiba-tiba dari penggunaan obat atau alkohol dapat mencegah atau mengurangi kejang. Orang dengan diabetes dapat membantu mencegah kejang dengan memonitor gula darah.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Epilepsi

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Epilepsi ?
Ask Doctor