Profile
All Topic

Pusat Informasi Hipertensi

Tentang Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit kardiovaskular yang sangat umum. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menekan dinding arteri, akan sangat berbahaya bagi jantung dan meningkatkan resiko stroke. Semakin tinggi aliran darah yang dipompa jantung, semakin sempit arteri, semakin tinggi tekanan darah. Tekanan darah yang normal adalah 115/75 mm Hg sampai 120/80 mm Hg.

Gejala

Tekanan darah tinggi dapat terjadi bertahun-tahun tanpa dirasakan gejalanya. Adapun gejala dari hipertensi adalah pusing dan mimisan (darah yang keluar melebihi normal).

Penyebab

Penyebab hipertensi dibagi dalam 2 tipe :

  • Primary (essential) hypertension
    Tidak ada penyebab hipertensi jenis ini. Tekanan darah cenderung naik dan bertahan selama bertahun-tahun.
  • Secondary hypertension
    Tekanan darah naik dengan tiba-tiba. Bisa disebabkan karena adanya gangguan ginjal, tumor kelenjar adrenal, cacat lahir pada pembuluh darah, pengaruh obat (misalnya pil KB) dan obat berbahaya (misalnya kokain dan amfetamin).

Faktor Resiko

Beberapa faktor yang memicu seseorang terkena hipertensi adalah :

  • Usia.
    Umumnya tekanan darah akan terus meningkat, seiring dengan bertambahnya usia. Pada pria, tekanan darah akan terus meningkat sejak memasuki usia paruh baya, dan setelah menopause pada wanita. 
  • Ras.
    Lebih beresiko tinggi bagi kulit hitam.
  • Faktor keturunan.
  • Obesitas.
    Semakin berat, badan seseorang, semakin banyak kadar oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh jaringan. Semakin bertambah aliran darah yang melewati pembuluh, semakin banyak juga tekanan pada dinding arteri.
  • Jarang beraktivitas. 
  • Tembakau.
    Baik dalam bentuk rokok maupun permen. Selain itu, zat kimia dari tembakau juga dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri. Dinding jadi menjadi sempit.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi garam (sodium) atau kekurangan potassium dan vitamin D.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
  • Stress, kehamilan dan akibat dari penyakit lainnya, seperti diabetes, kolesterol tinggi dan gangguan ginjal.

Komplikasi Akibat

Tekanan pada pembuluh darah dapat merusak dinding arteri dan organ tubuh lainnya. Misalnya :

  • Serangan jantung atau stroke.
  • Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penebalan dan pengerasan arteri (atau aterosklerosis).
  • Aneurisma adalah pembuluh darah yang melemah dan menonjol.
  • Gagal jantung.
  • Pembuluh darah di ginjal menjadi lemah dan menyempit. Akibatnya ginjal tidak berfungsi dengan baik.
  • Pembuluh darah di mata menjadi lemah dan menyempit. Penglihatan menjadi kabur.
  • Metabolik sindrom misalnya meningkatnya kadar trigliserida atau insulin.
  • Gangguan memori, misalnya ksesulitan mengingat, berpikir dan belajar.

Diagnosa

Untuk mendiagnosa hipertensi, dilakukan tes urin, tes darah dan electrocardiogram (ECG).

Pengobatan

Contoh obat untuk perawatan hipertensi, diantaranya adalah :

Thiazide diuretics, Beta blockers, Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, Angiotensin II receptor blockers, Calcium channel blockers, Renin inhibitors.

Pencegahan

Hal-hal yang wajib dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah : 

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Mengurangi konsumsi garam. 
  • Mengatur berat badan.
  • Olahraga teratur. 
  • Mengurangi konsumsi alkohol. 
  • Menghindari rokok. 
  • Mengelola stress dengan baik.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Hipertensi

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Hipertensi ?
Ask Doctor