Profile
All Topic

Pusat Informasi Hipogonadisme

Tentang Hipogonadisme

Adalah kondisi tubuh (testikel) tidak memproduksi cukup hormon testosteron, hormon yang berperan dalam pertumbuhan tubuh laki-laki selama masa pubertas. Selain itu, hipogonadisme dapat pula terjadi saat masih berada di dalam kandungan, akibat cedera atau infeksi.

Gejala

Gejala hipogonadisme adalah :

Yang dimulai sejak lahir (janin).
Hipogonadisme dapat mempengaruhi pertumbuhan organ seksual eksternal. Umumnya penderitanya akan terlahir dengan alat kelamin yang tidak jelas (ambigu) atau alat kelamin tidak berkembang.

Yang terjadi pada masa pubertas.
Masa otot tidak berkembang, suara seperti suara wanita, bulu tubuh tidak tumbuh dengan baik, tubuh seperti tubuh wanita.

Yang terjadi saat dewasa.
Disfungsi ereksi, ketidaksuburan, bulu tubuh tidak tumbuh dengan baik, masa otot tidak berkembang, hilangnya kepadatan tulang.

Menyerupai gejala menopause pada wanita, hipogonadisme membuat penderitanya mudah lelah, kehilangan gairah seksual dan sulit konsentrasi.

Penyebab

Primary hypogonadism.

  • Klinefelter syndrome atau gangguan kromosom.
  • Testikel tidak turun, sebelum lahir, testikel berkembang di dalam abdomen dan normalnya, turun ke skrotum, kadang satu atau kedua testikel tersebut tidak turun.
  • Terlalu banyak zat besi dalam tubuh.
  • Cedera pada testikel.
  • Dampak dari perawatan kanker (kemoterapi atau terapi radiasi).

Secondary hypogonadism.

  • Ketidaknormalan kelenjar dibawah otak.
  • Penyakit peradangan (misalnya tuberkulosis).
  • HIV/AIDS.
  • Obesitas.

Hipogonadisme juga dapat disebabkan oleh masalah mental atau perubahan emosi.

Diagnosa

Untuk memastikan, dapat dilakukan pemeriksaan fisik (seperti pada rambut kemaluan, masa otot, ukuran testis), tes hormon, semen atau biopsi.


 

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Hipogonadisme

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Hipogonadisme ?
Ask Doctor