Profile
All Topic

Pusat Informasi Jantung Koroner

Tentang Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner adalah suatu kondisi dimana arteri koroner (arteri coronaria) -yang merupakan pembuluh utama pada jantung, yang membawa persediaan oksigen dan nutrisi untuk jantung- mengalami kerusakan dan/atau penyumbatan. Pada kondisi awal, seringkali penyakit jantung koroner ini tidak memberikan manifestasi gejala. Tapi proses penimbunan plaque (yang merupakan timbunan kolesterol) sudah berlangsung sejak lama, bahkan dimulai ketika seseorang masih berusia muda. Jika arteri koroner tersebut mengalami penyumbatan secara total, itulah ketika seseorang mengalami serangan jantung.

Gejala Jantung Koroner

Ketika arteri koroner mengalami penyempitan, maka ia tidak bisa memberikan cukup nutrisi dan oksigen kepada jantung. Kondisi seperti olahraga, emosi, setelah makan membuat otot jantung bekerja lebih keras, sehingga pasien dengan gangguan koroner biasanya akan mengalami gejala pasca kegiatan 3E tersebut (Exercise, Emotion, Eating).

Berita buruknya adalah pada saat-saat awal, kondisi penyempitan arteri koroner tersebut tidak memberikan gejala apapun. Baru ketika kondisi penyempitannya semakin memburuk, maka beberapa gejala yang mungkin timbul adalah:

  • Nyeri dada (chest pain) atau dikenal juga dengan sebutan angina. Rasa nyeri di dada itu sering digambarkan sebagai suatu rasa nyeri seperti ditusuk atau ditindih benda berat, dan rasa nyeri itu bisa menjalar hingga ke pundak dan punggung sebelah kiri. Kondisi ini biasanya dipicu oleh 3E tersebut diatas, dan akan mereda saat kegiatan 3E tersebut dihentikan.
  • Sesak nafas. Ketika otot jantung tidak mampu bekerja maksimal, maka pompa supply darah ke tubuh akan berkurang yang menyebabkan gejala sesak.
  • Serangan jantung. Ketika arteri koroner sepenuhnya tersumbat, maka seseorang akan mengalami serangan jantung (heart attack). Gejala serangan jantung diantaranya: nyeri sangat di dada yang bisa menjalar ke bahu dan lengan, disertai sesak nafas dan keringat. 

Jika seseorang mengalami gejala tersebut, segera pergi ke Rumah Sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan yang tepat.

Hanya saja karena umumnya gejala tidak muncul hingga kondisi sudah parah, maka sangat dianjurkan bagi kita semua untuk melakukan pemeriksaan jantung sedini mungkin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, untuk mengeleminasi kemungkinan mengalami penyakit jantung koroner tersebut. 

Penyebab Resiko Jantung Koroner

Penyebab terjadinya gangguan pada arteri koroner adalah karena tertumpuknya timbunan plaque yang terjadi sejak lama. Timbunan tersebut dipicu oleh terjadinya kerusakan dinding pembuluh arteri yang diakibatkan oleh beberapa hal berikut:

  • Merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Diabetes

Saat dinding arteri mengalami kerusakan (injury), maka akan terjadi timbunan dari kolesterol dan bahan buangan lainnya. Inilah proses yang disebut sebagai aterosklerosis. Pada saat plaque tersebut pecah, maka trombosit akan mengumpul untuk memperbaiki arteri tersebut, yang justru semakin berakibat pada penyempitan daerah arteri tersebut karena gumpalan yang terjadi.

Faktor Resiko

Beberapa faktor resiko adalah :

  • Usia. Bertambahnya usia meningkatkan risiko terjadinya injury pada dinding arteri.
  • Jenis kelamin. Pria lebih memiliki risiko mengalami jantung koroner, walaupun wanita pasca menopause juga memiliki peningkatan risiko terkena gangguan jantung koroner.
  • Riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga yang punya riwayat penyakit jantung atau serangan jantung, maka risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner lebih tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes. Diabetes meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada arteri koroner. Dan biasanya pasien dengan diabetes juga memiliki kecenderungan memiliki faktor risiko lain seperti hipertensi dan kegemukan.
  • Kolesterol tinggi.
  • Obesitas.
  • Stress.

Komplikasi Akibat Jantung Koroner

Komplikasi yang paling berat dan mematikan adalah serangan jantung (heart attack), yaitu saat pembuluh arteri koroner benar-benar tersumbat. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis yang sangat cepat, yang bila terlambat dapat mengancam nyawa. Komplikasi lain adalah gangguan jantung seperti aritmia (gangguan irama jantung), dan gagal jantung.

Diagnosa Jantung Koroner

Diagnosa adanya suatu PJK harus ditegakkan secara cepat, tepat dan didasarkan pada tiga kriteria, yaitu: gejala klinis nyeri dada spesifik Sifat nyeri: rasa sakit seperti ditekan, rasa terbakar, ditindih benda berat, seperti ditusuk, Penjalaran ke leher, lengan kiri, Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat atau dengan bantuan obat. Tujuan dari pemeriksaan fisik adalah untuk mengidentifikasi faktor pencetus dan kondisi lain  seperti: hipertensi , DM tak terkontrol.  gambaran EKG (elektrokardiogram), Chest X-Ray (foto dada), Latihan tes stres jantung (treadmill) untuk pemeriksaan penunjang spserti evaluasi biokimia dari enzim jantung.

Pengobatan Jantung Koroner

Pengobatan penyakit jantung koroner dimaksudkan tidak sekedar menggurangi atau bahkan menghilangkan keluhan. Yang paling penting adalah memelihara fungsi jantung sehingga harapan hidup akan meningkat Obat jantung  termasuk: beta blocker yang mengurangi denyut jantung dan tekanan darah; nitrogliserin, yang melebarkan arteri koroner, sehingga memudahkan aliran darah; calcium c h a n n e l b l o c k e r , yang membantu memperlambat denyut jantung, memungkinkan jantung untuk berdetak lebih efisien; ACE Inhibitor , yang melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi ketegangan di hati; dan statin , yang mengurangi jumlah lemak (ditemukan di kolesterol) dalam darah untuk mengurangi kemungkinan pembentukan plak di arteri. Untuk beberapa pasien dengan penyakit jantung, obat mungkin diperlukan Hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan ada beberapa obat, meskipun memulihkan keadaan, tidak selalu membuat lebih baik, penggunaan obat harus secara teratur. Penghentian penggobatan tanpa konsultasi dengan dokter dapat menimbulkan masalah baru.

Bila obat tidak cukup, prosedur innvasif kadang kadang digunakan untuk untuk membantu mengobati  penyakit jantung. Berikut ini adalah prosedur umum digunakan untuk mengobati penyakit jantung.

 • Koroner (balon) angioplasti: Sebuah kateter tipis dimasukkan ke dalam arteri yang tersumbat dengan balon kecil di ujungnya. Ketika balon yang di tempat penyumbatan,  balon tsb digembungkan untuk menjaga arteri terbuka sehingga darah dapat mengalir lebih bebas, dan kateter akan diangkat.

• Stent: Penyisipan dari stent mirip dgn angioplasti koroner kecuali bahwa dalam balon ada logam tabung kecil (stent) yang ditinggal di tempat untuk menjaga arteri terbuka, sedangkan kateter dan balon akan diangkat.

• Atherectomy: Perangkat seperti bor atau laser memotong menghilangkan plak yang menutupi arteri.

 • Brachytherapy: Radiasi yang diberikan pada bagian yang terhambat untuk menghapusnya agar tidak berulang setelah angioplasty .

Pencegahan Jantung Koroner

Pencegahan untuk penyakit jantung koroner adalah dengan :

1. Diet. Adapun metode diet yang benar adalah :

a. Baca label makanan dan minuman yang dibeli untuk menentukan pilihan yang terbaik 

b. Minimalisir asupan makanan dan minuman yang menggunakan pemanis tambahan

b. Batasi porsi makan

c. Pilih produk-produk non-fat 

d. Kurangi penggunaan garam dalam makanan dan hindari makanan yang asin, konsumsi makanan tinggi serat dan kaya antioksidan

e. Tingkatkan konsumsi kacang kedelai, kacang-kacangan, ikan Salmon, alpukat, bawang putih, bayam, margarin dari minyak biji bunga kanola dan teh 

f. Konsumsi ikan sedikitnya dua kali seminggu.

 

2. Pola hidup sehat, seperti :

a.  Berolahraga secara teratur

b. Menjaga berat badan yang sehat

c. Mengurang jumlah alkohol 

d. Hindari merokok dan asap rokok

Pencegahan pada penderita yang sudah tekena PJK agar tidak berulang atau menjadi lebih berat. Disini diperlukan perubahan pola hidup (terhadap faktor-faktor yang dapat dikendalikan) dan kepatuhan berobat bagi mereka yang sudah menderita PJK.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

  • Tolong Bantu Membaca Hasil Echo

    Ruang jantung membesar d LA LVH menebal d PW LV wall motionin hipokinetik segmental LV diastolic gangguan relaksasi Regional wall motion hipokinetik anterior d mid apikal Katup AO3 cuspis Kesan hipokinetik segmental, FS LV + RV sistolik baik, disfungsi LV diatolik,hipertropi pw

    Detail Answer
  • Jantung Koroner Dan Jumlah Air Minum

    Ibu saya 69th, penderita jantung koroner. Tidak berani pasang ring. Sebaiknya banyak apa sedikit mengkonsumsi air putih? Kalau versi dokter penyakit dalam banyak, karena ibu saya minum simvastatin. Tapi versi dokter jantung tidak boleh banyak. Suhu air mana yang bagus, suhu ruang apa hangat? Terimakasih

    Detail Answer
  • Kanker Serviks

    Selamat siabg. Sebagai wanita saya tetap waapada akan kanker serviks. Bagaiman tanda awal kanker serviks itu dok. Mohon balasannya.

    Detail Answer
  • Jamur Di Dagu

    Assalamualaikum, Dok jika sudah pernah kena jamur didagu bagaimana cara pencegahannya kembali?

    Detail Answer
  • Berat Badan Berlebih

    Hallo selamat malam dokter. Berat bdan saya berlebih dok. Bagaiman cara menurunkannya ini dok. Pakah ada olah raga khusus? Mohon bantuannya

    Detail Answer
  • Nyeri Haid

    Dok sebelum men dan hari pertama men . vagina saya sakitt katanua itu me!ang ad. Memamg ia ya?

    Detail Answer
  • Radang Jantung

    Selamat malam dokter, saya ingin bertanya mengenai radang pada dindimg jantung. Keluhan yang dirasakan penderita apa saja dok?

    Detail Answer
  • Nyeri Tenggorokan

    Kalau nyeri tenghorokan atasi nya bagaimana dok. Mohon bantuannya.

    Detail Answer
  • Setiap Musim

    Halo dok. Kenapa ya dok setiap musim hujan saya sering memgalami flu dok. Mohon penjelasannya dok?

    Detail Answer
  • Menyusui

    Makanan yang dapat meningkatkan kwalitas asi ada gak. Atau memang sudah alami?

    Detail Answer

Get the Newsletter! all about Jantung Koroner

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Jantung Koroner ?
Ask Doctor