Profile
All Topic

Pusat Informasi Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Tentang Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Pernahkah Anda terbangun di malam hari namun tidak dapat bergerak bahkan berbicara sekalipun? Kebanyakan orang menganggap makhluk mistis sedang menimpa tubuh mereka sehingga keinginan mereka untuk melakukan sesuatu menjadi tertahan. Namun taukah Anda jika ternyata Anda sedang mengalami kelumpuhan tidur atau Sleep Paralysis? Keadaan tersebut dapat terjadi saat seseorang berada dalam tahapan terjaga dan tidur, sehingga orang tersebut tidak dapat berbicara dan bergerak dalam beberapa detik bahkan beberapa menit. Kelumpuhan tidur biasanya terjadi setelah jet lag, stress, pengaruh obat-obatan dan perubahan pola tidur. Kelumpuhan tidur dapat terjadi pada siapapun baik pria dan wanita. Pada beberapa kasus, kelumpuhan tidur merupakan warisan genetik.

Gejala

Orang yang mengalami kelumpuhan tidur biasanya merasakan sensasi suara, aroma/bau, ketakutan berlebih dan gambaran yang menakutkan selama tidur. Meski menakutkan, kelumpuhan tidur bukanlah suatu hal yang berbahaya bagi kesehatan.

Penyebab

Normalnya, saat tidur kita melewati empat fase secara berurutan, yaitu kondisi setengah sadar, kondisi akan terlelap, kondisi mulai terlelap, dan yang terakhir, rapid eye movement (REM), di mana pada fase terakhir ini kita sedang asyik bermimpi serta mengistirahatkan otot-otot tubuh. Ketika kita tidak melewati fase tersebut secara bertahap, di sinilah sleep paralysis akan terjadi, di mana dari kondisi setengah sadar langsung melompat menuju REM. Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Faktor Resiko

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kelumpuhan tidur adalah ketika mengalami kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur. Selain itu ada faktor risiko lain, seperti faktor keturunan, mengalami stres, tidur dalam posisi terlentang, mengidap penyakit bipolar, serta penyalahgunaan obat-obatan. Meski jarang terjadi, kelumpuhan masa tidur ini juga bisa menjadi gejala seperti narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk tetap terjaga lebih dari 3-4 jam.

Komplikasi Akibat

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Diagnosa

Bicarakan dengan dokter Anda jika episode kelumpuhan tidur membuat Anda cemas. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis jika episode kelumpuhan tidur membuat Anda bangun di malam hari atau membuat Anda sangat lelah di siang hari. Dokter perlu mengetahui kapan kelumpuhan tidur mulai, seberapa sering hal itu terjadi dan berapa lama berlangsung. Dokter perlu mengetahui riwayat medis lengkap Anda. Termaksud menginformasikan kepadanya bila ada riwayat penggunaan obat terlarang pada masa lalu atau sekarang. Juga memberitahu dokter Anda jika Anda pernah memiliki gangguan tidur lainnya. Cari tahu apakah Anda memiliki anggota keluarga dengan masalah tidur. Ini juga akan membantu jika Anda mengisi buku harian tidur selama dua minggu. Buku harian tidur akan membantu dokter melihat pola tidur Anda. Data ini memberikan petunjuk dokter tentang apa yang menyebabkan masalah Anda dan bagaimana untuk memperbaikinya

Pengobatan

Kelumpuhan tidur dapat diatasi dengan :

  • Membiasakan diri untuk tidur 6-8 jam setiap harinya
  • Mengonsumsi obat-obatan
  • Melakukan terapi gangguan tidur

 

Pencegahan

Beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis untuk menghindari Sleep Paralysis, yaitu:

  • Tidurlah yang cukup dan teratur
  • Kurangi Stress
  • Berolahragalah secara teratur

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis) ?
Ask Doctor