Profile
All Topic

Pusat Informasi Kesehatan Mental

Tentang Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Selain itu kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagian diri dan orang lain, serta terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa.

Gejala

Berikut ciri-ciri seseorang yang memiliki kesehatan mental:

  • Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
  • Mampu merubah perilakunya melalui proses belajar
  • Mampu melihat suatu perilaku dengan sebab dan akibatnya
  • Mampu membedakan antara impian dan kenyataan
  • Mempunyai orientasi waktu, tempat dan ruang serta mengerti tentang situasi dan lingkungan yang dihadapi

Penyebab

Kesehatan mental dicapai dengan terwujudnya keharmonisan antara fungsi-fungsi jiwa, serta kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.

Faktor Resiko

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingkat kesehatan mental yakni sebagai berikut:

  • Biologis. Aspek biologis yang secara langsung berpengaruh terhadap kesehatan mental, diantaranya: otak, sistem endokrin, genetik, sensori, kondisi ibu selama kehamilan.
  • Psikologis. Aspek psikis manusia merupakan satu kesatuan dengan dengan sistem biologis.
  • Sosial budaya. Lingkungan sosial sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Lingkungan sosial tertentu dapat menopang bagi kuatnya kesehatan mental sehingga membentuk kesehatan mental yang positif, tetapi pada aspek lain kehidupan sosial itu dapat pulan menjadi stressor yang dapat mengganggu kesehatan mental.
     

Komplikasi Akibat

Dampak seseorang dengan kesehatan mental yaitu tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya. 

Diagnosa

Terdapat beberapa cara dalam mendefenisikan kesehatan mental (mental hygiene) yaitu:

  • karena tidak mengalami gangguan mental
  • tidak jatuh sakit akibat stessor
  • sesuai dengan kapasitasnya dan selaras dengan lingkungannya
  • tumbuh dan berkembang secara positif.

Pengobatan

Penganganan pada gangguan kesehatan mental meliputi terapi psikofarmakologi, psikoterapi, psikososial, psikoreligius dan rehablitasi  
 

Pencegahan

Cara praktis yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental kita:

  • Konsumsi makanan dan minuman sehat
  • Tidur yang cukup dan berkualitas
  • Olahraga teratur
  • Menerima dan menghargai diri sendiri
  • Menjaga hubungan baik
  • Aktif berkegiatan
  • Bercerita kepada orang lain
  • Lakukan kegiatan yang disukai

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

  • Pelupa

    Halk dok. Saya perempuan berusia 16 tahun, belakangan ini saya sering lupa dengan apa yang saya lakukan beberapa menit atau jam yang lalu. Bagaimana agar saya bisa meningkatkan ingatan saya?

    Detail Answer
  • Dok Mohon Bantuannya..

    Dok, saya sudah kelas 2 SMA dan masuk jurusan IPA, dan masuk 10 besar disekolah saya. Dok, saya pengen sekali bisa menjadi dokter gigi, seperti cita-cita saya sejak kecil dulu. Tapi dok, saya seorang yang penakut dan kurang aktif bergaul, saya juga lahir dari keluarga ekonomi yang sedang, ayah saya pensiun dan ibu saya pns, dok kira2 biaya masuk kedokteran tsb berapa? Terus untuk masuk dokter gigi apakah harus masuk dokter umum dahulu? Berapa lama kuliahnya dok? Apakah mental kita sangat diuji saat masuk kedokteran dok?

    Detail Answer
  • Apakah Dampak Selingkuh

    Salam hangat, pertanyaan saya tergolong mental question & kehamilan. Saya seorang suami dan istri saya sedang mengandung 4 bulan dan sebelum kehamilannya, sifat istri saya memang arogan dan mau menang sendiri. Ditambah sekarang istri saya sedang hamil. Maka sifatnya itu menjadi-jadi. Apalagi selama kehamilannya, istri tidak mau memberikan kebutuhan biologis untuk saya. Walaupun istri saya tidak mau melayani saya, sdh hampir sebulan ini kami sdh pisah ranjang. Tak hanya itu, sekarang, saking arogannya sifat istri saya itu, hingga pernikahan kami sudah diambang perpecahan dan sepertinya sdh tidak bisa diselamatkan lagi ke depannya & saya berencana menceraikan dia setelah dia melahirkan anak kami. Pertanyaannya, apakah boleh jika saya berselingkuh dengan wanita lain mengingat usia kandungan istri saya sdh mencapai 4 bulan? Apakah ada dampaknya bagi janin jika sang ayah berselingkuh?

    Detail Answer
  • Mental

    Dok apakah trauma bsa tidak disadari?

    Detail Answer
  • Ada Apa Dengan Saya

    dok, saya usia 20 tahun, sering berdebar sudah lebih dari 6 bulan. saya sering panik dengan hal-hal kecil. saya suka menangis merasakan hal kecil. saya kadang sangat sedih sekali, namun beberapa menit kemudian saya bisa tertawa lupa kalau habis menangis. sekarang saya mudah lupa dan berbicara lamban, saya sudah tidak haid lebih dari 6 bulan. saya merasa diri saya bermasalah dok, apakah saya sakit mental atau bagaimana dok? saya sering merasa sesak dan pusing seperti dijerat tali. saya juga sering mencemaskan hal-hal keci, mudah berkeringat. tolong saya dok, saya sudah lama seperti ini, saya bingung harus apa.

    Detail Answer
  • Tempramen Yang Tertahan.

    Dokter saya seorang introvert dan saya suka memendam amarah. Akibatnya, sering saya merasa ada dorongan mengamuk berupa keinginan untuk menghancurkan apa saja tanpa alasan. saya pernah melepaskannya dan saya menghancurkan banyak barang termasuk barang kesukaan kakak. Disanalah saya sadar bahwa saya menyakiti orang lain dan saya makin memendamnya. Apabila dorongan itu keluar saya memukul diri saya sendiri, karena meninggalkan bekas saya memilih memarahi secara verbal untuk menghentikan dorongan tersebut. Masuk kuliah, frekuensi dorongan mengamuk makin sering dan volume suara saat saya memarahi diri sendiri makin keras sampai teman teman saya dengar, bahkan teman saya yang membuat saya sadar akan kondisi saya. Sekarang saya berusaha menahan diri tanpa memarahi dan itu membuat saya sakit kepala. Sejauh ini yang yang paling mirip dengan ciri ciri saya adalah intermitten explossive disorder tapi seharusnya saya tidak sadar jika mengidap. Bagaimana penjelasan dan saran dokter?

    Detail Answer
  • Gangguan Mental?

    Haii dok, saya gadis berusia 15 thn. Ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Sejak 2 thn yg lalu, aku mengalami perubahan dlm diriku, bukan berarti merasa terlalu over PD, tapi setiap ada cowo yang lewat di depanku, aku selalu merasa dia menyukaiku, ntah kenapa. Bahkan pada orang yg tidak aku kenal. Oh ya dok, satu lagii, saya sangat takut pada keramaian, aku selalu merasa orang2 di sampingku berkata tentangku, selalu menjelek2an aku dan menghinaku, sehingga aku takut pada tempat yang ramai, termasuk sekolah. Terima kasih dokk

    Detail Answer
  • Psikologis

    Selamat malam dokter. Saya ingin berkonsultasi, selama ini saya tahu betul bahwa saya bukan orang yang suka update status, atau membawa permasalahan real saya ke dunia maya atau media sosial. Namun akhir - akhir ini saya sering sekali menggunakan media sosial dan mengupdate status dan sebagainya. Bahkan terkadang saya tidak berfikir tentang tulisan atau status yang saya tulis di dunia maya ini. Dalam keseharian pun saya menjadi orang yang sangat mudah marah, tidak sabaran dan terkadang saya memilih untuk pura2 tidak mendengar ketika dipanggil dan sebagainya. saya merasa ingin menutup akses sosialisasi saya. Saya merasa terbebani dengan beberapa hal disekitar saya, saya tidak sering curhat atau berbagi tentang hal ini. Jika sudah tidak tahan saya biasanya menangis sendiri. bahkan saya sering membayangkan hal yang tidak terjadi dan sebagainya. Apakah hal ini termasuk gangguan psikis dan sebagainya? Bagaimana cara saya mengatasi hal ini ? mohon bantuannya salam terimakasih

    Detail Answer
  • Help Me

    Dok, saya tidak bisa mengingat dengan baik apa yang telah saya lakukan atau kejadian yang berhubungan dengan saya. Jika saya melihat foto atau rekaman atas apa yang pernah saya lakukan saya merasa kalau itu bukan saya atau itu tidak pernah terjadi. Seringnya kerasa kalau saya cuma mimpi. Lalu saya juga merasa jika saya berada di tempat umum, orang orang melihat saya dengan tatapan yang aneh, yang menyebabkan saya merasa tidak nyaman dan capek, sehingga saya lebih sering di dalam rumah. Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat merasa bahwa orang orang disekitar saya hanya memanfaatkan saya saja untuk keuntungan mereka sehingga saya tidak menghiraukan telepon sms dsb. Apakah gejala yang saya alami bisa dikategorikan sebagai mental illness dan harus menemui psikiater?

    Detail Answer
  • Sulit Berkonsentrasi , Marah Pada Diri Sendiri, Usia 20an

    Mohon sarannya : Akhir akhir ini saya sangat sulit berkonsentrasi dan mudah lupa, seperti contoh yang cukup klasik saya mencari kabel data hape kemana mana dan ternyata kabel sudah nyolok di hape yang dipegang dari tadi. Seringkali saya mendengar seseorang memanggil nama saya tapi ketika saya menoleh tidak ada satupun yang memanggil saya termasuk ketika saya sedang berjalan sendirian. Saya kesulitan bangun dengan perasaan positif bahkan kerap saya bangun dan merasa ingin menangis, sering merasa ingin marah sampai saya lihat tangan saya gemetar seperti ada sesuatu yang ingin dikeluarkan entah apa. Meski hanya berlangsung sebentar, tidak banyak yang sadar, dikarenakan frekuensi yang cukup sering, bisa dibilang menganggu. Teman saya mengajarkan teknik afirmasi dengan berbicara di depan cermin, entah kenapa kalimat yang keluar aku akan membunuhmu dan aku membencimu, dan itu tidak saya sadari sampai saya mengatakannya,biasanya saya akan berkata aku memaafkanmu meski terasa janggal.

    Detail Answer

Community

Get the Newsletter! all about Kesehatan Mental

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor