Profile
All Topic

Pusat Informasi Lupus

Tentang Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun, artinya, sistem imun yang seharusnya melawan bakteri dan virus justru menghancurkan jaringannya sendiri, hal ini menyebabkan peradangan. Peradangan menyebabkan pembengkakan, nyeri dan kerusakan jaringan. Jika lupus semakin parah, penderitanya mungkin akan terkena gangguan pada ginjal, paru, sistem saraf, jantung dan sel-sel darah. Lupus lebih sering dialami oleh wanita. Dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh penderita lupus, karena penderita lupus mengalami keterbatasan pada kesehariannya. 4 macam jenis lupus, adalah : • Discoid atau cutaneous lupus Adalah lupus yang hanya merpengaruhi kulit. Gejalanya adalah ruam pada leher, wajah dan kulit kepala. • Drug-induced systemic lupus Adalah lupus yang terjadi akibat pengobatan medis (obat-obatan yang memicu resiko terkena lupus). • Neonatal lupus Atau lupus yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Gejalanya adalah ruam selama beberapa minggu semenjak bayi dilahirkan, jika kondisi semakin parah, akan berbahaya bagi jantung bayi. • Subacute cutaneous lupus Lupus yang bisa mengenai hampir semua bagian tubuh.

Gejala

Gejala lupus akan berbeda-beda pada tiap penderitanya, tergantung bagian tubuh mana yang diserang. Adapun beberapa gejala lupus, adalah :

  • Perasaan sangat lelah.
  • Nyeri sendi.
  • Demam.
  • Ruam kulit (terutama jika terpapar sinar matahari).
  • Ruam malar (Butterfly-shaped rash, ruam berbentuk mirip kupu-kupu, terjadi di sekitar hidung dan tulang pipi).
  • Luka di mulut.
  • Rambut rontok (alopecia).
  • Berat badan bertambah atau berkurang.
  • Jari tangan dan kaki menjadi putih atau biru jika terkena suhu dingin atau saat stress.
  • Nyeri di bagian dada.
  • Sesak napas.
  • Mata terasa kering.
  • Mudah memar.
  • Anxiety, depresi.
  • Memory loss

Penyebab

Penyebab lupus belum diketahui dengan pasti. Para ahli menduga, sebagian orang (penderita) lahir dengan suatu gen tertentu yang dapat meningkatkan resiko terkena lupus.

Komplikasi Akibat

  • Ginjal
    Kerusakan pada ginjal memperbesar resiko parahnya penyakit lupus, bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk memonitor fungsi ginjal, dapat dilakukan tes darah (serum kreatinin) atau urinalisis untuk mendiagnosis adanya infeksi pada ginjal.
  • Jaringan saraf pusat
    Jika lupus mengenai sistem saraf pusat, penderita akan mengalami sakit kepala, perubahan perilaku, halusinasi, kejang.
  • Darah dan pembuluh darah
    Meningkatnya resiko anemia, pendarahan dan pembekuan darah. Hal ini dapat meyebabkan peradangan pembuluh darah dan kematian.
  • Paru-paru
    Gangguan pada paru akan meningkatkan resiko peradangan pada lapisan rongga dada yang akan menimbulkan rasa sakit saat bernapas dan rentan terkena pneumonia.
  • Jantung 
    Menyebabkan peradangan pada otot jantung, arteri dan membran jantung. Lupus juga meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung. Mengontrol tekanan darah, kolestrol dalam darah, berhenti merokok dan olahraga teratur dapat mencegah resiko sakit jantung.
  • Infeksi
    Infeksi yang sering menyerang penderita lupus adalah infeksi saluran kemih, pernapasan dan radang paru-paru (pneumonia).
  • Kanker
    Umumnya non-Hodgkin's lymphoma dan kanker paru-paru.
  • Rusaknya jaringan tulang
    Akibat dari berkurangnya suplai darah ke tulang.
  • Gangguan kehamilan
    Dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan keguguran.

Pengobatan

Perawatan lupus meliputi :

  • Pemberian krim kortikosteroid untuk mencegah ruam kulit.
  • Pemberian nonsteroidal anti-inflammatory drugs (obat anti peradangan), untuk meredakan nyeri sendi, nyeri otot dan demam.
  • Antimalarial medicines untuk mengobati kelelahan, nyeri sendi dan ruam kulit.
  • Penggunaan kortikosteroid jika obat-obatan sudah tidak dapat membantu mengurangi gejala. Kortikosteroid termasuk obat keras dan penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter, penggunaan berlebih dapat mengakibatkan efek samping yang serius.

Pencegahan

Untuk mencegah lupus bertambah parah, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah :

  • Perbanyak istirahat untuk mengurangi stress.
  • Hindari paparan sinar matahari. Gunakan tabir surya dan pakaian yang tertutup.
  • Olahraga teratur untuk mencegah tubuh cepat lelah dan menghilangkan kekakuan pada sendi.
  • Berhenti merokok.
  • Merawat diri dengan baik, dapat membantu penderita lupus, agar tetap beraktivitas sehari-hari dengan baik

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Lupus

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Lupus ?
Ask Doctor