Profile
All Topic

Pusat Informasi Mendengkur (Snoring)

Tentang Mendengkur (Snoring)

Mendengkur (snoring) atau lebih dikenal dengan mengorok, merupakan proses bergetarnya struktur pernapasan, yang akhirnya menghasilkan suara. Mendengkur diakibatkan oleh terjadinya hambatan gerakan udara yang terjadi saat seseorang sedang tidur. Orang yang mendengkur akan mengeluarkan suara yang parau, dan terkadang keras, sehingga seringkali menganggu orang lain. Kadang mendengkur bisa merupakan awal permasalahan kesehatan lainnya, seperti sleep apnea. Mendengkur kebanyakan terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Gejala

Mendengkur biasanya dilakukan secara tidak sadar saat seseorang sedang tertidur pulas. Mendengkur dapat mengeluarkan suara yang terkadang mengganggu karena cenderung parau, serak dan keras. Berikut gejala lain yang menandakan seseorang berpotensi mendengkur di malam hari :

  • Mengantuk berlebihan di siang hari
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit tenggorokan
  • Tekanan darah tinggi
  • Detak jantung tidak teratur
  • Tidur tidak nyenyak

Penyebab

Mendengkur terjadi akibat pergerakan udara dari mulut atau hidung menuju paru-paru membuat jaringan tenggorokan bergetar saat tertidur.

Otot-otot pada bagian belakang atap mulut, lidah dan tenggorokan akan menjadi lebih lemas pada keadaan tidur. Jika otot berada dalam keadaan lemas yang berlebihan, maka otot akan menghadang saluran napas. Saat pernapasan terjadi, langit-langit lunak dan uvula akan bergetar dan menyentuh bagian belakang tenggorokan.

Getaran tersebut dapat mempersempit saluran pernapasan. Semakin sempit saluran napas, maka aliran udara menjadi lebih besar dan meningkatkan getaran jaringan. Inilah yang menyebabkan terjadinya suara keras saat mendengkur. 

Faktor Resiko

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mendengkur :

  • Pria
    Pria akan lebih mudah mendengkur dibandingkan wanita
     
  • Memiliki berat badan berlebih
    Seseorang dengan berat badan berlebih atau obesitas akan lebih mudah mendengkur
  • Memiliki saluran napas yang sempit
    Meski memiliki langit-langit mulut yang panjang, beberapa orang memiliki amandel atau kelenjar gondok yang besar. Keadaan ini dapat dapat mempersempit saluran pernapasan dan menyebabkan terjadinya dengkuran.
  • Alkohol
    Alkohol dapat melemaskan oto-otot tenggorokan, dan meningkatkan resiko terjadinya dengkuran
  • Mengalami masalah pada hidung
    Saluran pernapasan yang cacat secara struktural, seperti septum menyimpang, atau terjadi penyumbatan kronis pada hidung dapat menyebabkan terjadinya mendengkur.

Komplikasi Akibat

Komplikasi yang seringkali dialami seseorang yang kerap kali mendengkur adalah :

  • Mengantuk di siang hari
  • Sulit berkonsentrasi
  • Hubungan menjadi bermasalah dengan orang lain
  • Resiko terjadi tekanan darah tinggi, gagal jantung dan stroke
  • Attention-Deficit/Hyperactivity (ADHD) pada anak-anak yang memiliki obstructive sleep apnea
  • Meningkatknya potensi terjadinya kecelakaan dalam berkendara

Pengobatan

Jika mendengkur sudah terasa sangat mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Perubahan gaya hidup seperti mengurangi berat badan, menghindari alkohol, tidur tepat waktu dan berganti posisi tidur dapat membantu seseorang terlepas dari kebiasaan mendengkur.

 

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Mendengkur (Snoring)

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Mendengkur (Snoring) ?
Ask Doctor