Profile
All Topic

Pusat Informasi Menstruasi

Tentang Menstruasi

Siklus menstruasi atau haid adalah serangkaian perubahan tubuh wanita yang terjadi sebagai bentuk persiapan tubuh terhadap kehamilan. Sekitar sekali sebulan, tumbuh lapisan baru (endometrium) pada rahim untuk dibuahi sel telur. Ketika tidak ada sel telur yang dibuahi, lapisan rahim tersebut akan luruh. Peristiwa inilah yang kita kenal sebagai pendarahan bulanan, juga disebut haid atau menstruasi. Siklus menstruasi terjadi dalam rentang waktu 28 hari, tapi ada juga beberapa orang yang mengalami rentang siklus selama 21 hari.

Gejala

Gadis biasanya mulai mengalami periode menstruasi atau haid antara usia 11 dan 14. Perempuan biasanya mulai memiliki periode yang lebih sedikit antara usia 39 dan 51. Perempuan di usia 40-an dan remaja mungkin memiliki siklus haid yang lama atau berubah banyak. Jika Anda seorang remaja, siklus haid Anda bahkan harus keluar dengan waktu. Jika Anda mendekati menopause, siklus haid Anda mungkin akan mendapatkan lagi dan kemudian akan berhenti.

Bicarakan dengan dokter jika Anda melihat adanya perubahan besar dalam siklus Anda. Ini terutama penting untuk memeriksa dengan dokter Anda jika Anda memiliki tiga atau lebih siklus yang bertahan lebih lama dari 7 hari atau sangat berat. Juga panggilan jika Anda memiliki perdarahan antara periode haid atau nyeri panggul yang tidak dari periode haid Anda.

Penyebab

Periode menstruasi mulai terjadi untuk pertama kalinya pada gadis berusia 10-14 tahun. Namun ada beberapa kondisi medis yang mengakibatkan seakan anak dikejar masa pubertas atau justru ketinggalan kereta pubertas

Hormon mempunyai andil mengatur siklus menstruasi. Selama masa siklus, hipotalamus otak dan kelenjar pituitari mengirimkan sinyal hormon bolak-balik dengan ovarium. Sinyal-sinyal tersebut mengomunikasikan kesiapan tubuh untuk dibuahi. Hormon estrogen dan progesteron memainkan peran terbesar dalam perubahan uterus selama masa siklus.

Hal-hal lain dapat mengubah siklus Anda. Semisal pil KB, kekurangan kandungan lemak tubuh, kehilangan banyak berat badan, atau kelebihan berat badan. Stres atau sangaolahraga terlampau keras juga dapat mengubah siklus menstruasi.

Faktor Resiko

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan siklus menstruasi pada wanita usia reproduktif menjadi ireguler atau tidak teratur yaitu kehamilan, penyakit endokrin dan juga kondisi medik. Semua faktor ini berhubungan dengan pengaturan fungsi endokrin hipotalamik-pituitari. Paling sering adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang menyebabkan perpanjangan interval antara dua siklus menstruasi terutama pada pasien dengan gejala peningkatan endrogen. Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi siklus menstruasi adalah gangguan pada sentral Gonadotropin-releasing Hormone (GnRH), penurunan berat badan yang nyata, aktivitas yang berlebihan, perubahan pola makan dan waktu tidur, dan tingkat stres yang berlebihan. Gangguan pada siklus menstruasi juga dapat terjadi pada penyakit kronik seperti Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol, kondisi genetik atau kongenital seperti Turner Syndrome dan disgenesis gonadal.

Komplikasi Akibat

Gangguan menstruasi paling umum terjadi pada awal dan akhir masa reproduktif, yaitu di bawah usia 19 tahun dan di atas usia 39 tahun. Gangguan ini mungkin berkaitan dengan lamanya siklus menstruasi, atau jumlah dan lamanya menstruasi. Seorang wanita dapat mengalami kedua gangguan itu.

Diagnosa

Siklus menstruasi normal umumnya rentang waktu 21 sampai 35 hari untuk terjadi menstruasi berikutnya. Umumnya lama menstruasi wanita adalah 3-7 hari, dengan volume menstruasi rata-rata 30-40 ml sebulan pada masa menstruasi. Rasa nyeri saat atau sebelum haid merupakan hal yang normal, namun jika sudah mengganggu aktivitas dan bahkan terasa hingga ingin pingsan, maka itu tidaklah normal. Ada kemungkinan Anda mengidap dysmenorrhea, rasa sakit berlebihan saat haid.

Pengobatan

Pada saat terjadinya menstruasi, para wanita biasanya menggunakan pembalut untuk menampung darah kotor yang keluar dari tubuh. Beberapa wanita pun ada yang memilih tampon sebagai alat untuk menanggulangi kondisi siklus bulanan.

Idealnya, tampon atau pun pembalut diganti sekitar 3-4 jam sekali untuk menghindari berkembangnya jamur di daerah alat kelamin akibat terkontaminasi darah kotor.

Pencegahan

Biasanya para wanita yang tengah mengalami menstruasi akan mengalami nyeri pinggang, pinggul, keram perut bahkan migrain. Perbanyak minum air putih untuk mengurangi efek nyeri datang bulan. Hindari mengonsumsi panganan yang terlampua dingin karena justru akan memperparah nyeri di perut.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Menstruasi

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Menstruasi ?
Ask Doctor