Profile
All Topic

Pusat Informasi Swimmer’s Ear

Tentang Swimmer’s Ear

Swimmer’s ear adalah infeksi telinga bagian luar, mulai dari gendang telinga hingga ke daun telinga. Disebut swimmer’s ear karena setelah berenang telinga dipenuhi air. Telinga pun lembap dan menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Air juga dapat masuk ke telinga saat mandi, keramas, atau berendam. Selain karena air, memasukkan jari, pembersih telinga ataupun objek lain juga dapat menyebabkan swimmer’s ear. Objek-objek tersebut dapat merusak lapisan tipis yang melindungi saluran telinga. Swimmer’s ear disebut juga acute external otitis atau otitis externa. Infeksi telinga sendiri banyak macamnya, termasuk infeksi telinga tengah.

Gejala

Swimmer’s ear dibagi menjadi tiga kondisi, yakni ringan, sedang, dan parah. Gejalanya bergantung pada seberapa parah kondisinya.

Swimmer’s ear ringan ditunjukkan dengan :

  • Saluran telinga gatal.
  • Telinga memerah.
  • Telinga terasa tidak nyaman jika daun telinga ditarik.
  • Keluar cairan bening dan tidak berbau dari telinga.

 

Swimmer’s earsedang ditandai dengan :

  • Gatal yang sangat mengganggu.
  • Nyeri yang semakin meningkat.
  • Telinga memerah.
  • Cairan yang keluar lebih banyak.
  • Telinga terasa penuh, dan sebagian saluran telinga tertutup karena pembengkakan, cairan, atau kotoran.
  • Pendengaran terganggu.

 

Sedangkan gejala swimmer’s ear yang parah mencakup :

  • Nyeri yang merambat ke wajah, leher, atau kedua sisi kepala.
  • Saluran telinga sepenuhnya tertutup.
  • Telinga luar memerah dan membengkak.
  • Kelenjar limfa di leher membengkak.
  • Demam.

Penyebab

Swimmer’s ear disebabkan oleh infeksi bakteri yang biasa ditemukan di air atau tanah. Infeksi karena jamur atau virus termasuk jarang terjadi.

Sebenarnya telinga bagian luar sudah memiliki mekanisme pertahanannya sendiri. Telinga bagian luar memiliki kelenjar yang menghasilkan zat serupa lilin (serumen) dan strukturnya yang semakin melandai ke bagian luar.

Jika swimmer’s ear terjadi, artinya pertahanan telinga sudah dikalahkan. Hal ini dapat disebabkan oleh :

  • Telinga terlalu lembap.
  • Luka di saluran telinga.
  • Reaksi terhadap bahan kimia di produk rambut atau perhiasan.

Faktor Resiko

Faktor peningkat risiko terkena swimmer’s ear, yaitu :

  • Berenang, terutama berenang di tempat kotor.
  • Memiliki saluran telinga yang sempit, misalnya anak-anak.
  • Produksi zat lilin di telinga yang berlebihan.
  • Terlalu berlebihan ketika membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat lainnya.
  • Penggunaan headphones, alat bantu pendengaran, atau swim cap.
  • Alergi kulit atau iritasi akibat pemakaian perhiasan, hair spray, atau cat rambut.

Komplikasi Akibat

Swimmer’s ear yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi berikut :

  • Kehilangan pendengaran selama beberapa waktu.
  • Infeksi berkepanjangan (chronic otitis externa).
  • Infeksi pada jaringan ikat di kulit (cellulitis).
  • Kerusakan tulang dan tulang rawan (necrotizing otitis externa).
  • Infeksi yang menyebar.

Diagnosa

Pemeriksaan untuk mendiagnosis swimmer’s ear berupa pemeriksaan saluran telinga dan gendang telinga. Dokter juga mungkin akan mengambil sampel cairan atau kotoran telinga untuk mengetahui penyebab pasti infeksinya.

Pengobatan

Penanganan swimmer’s ear difokuskan pada cara menghentikan infeksi dan menyembuhkan saluran telinga. Telinga bagian luar harus dibersihkan agar obat tetes dapat mengenai seluruh area yang terinfeksi. Obat tetes yang diberikan pun bergantung pada tipe dan seberapa parah infeksinya.

Obat yang mengandung solusi asam digunakan untuk menormalkan kultur anti bakteri di telinga. Steroid untuk mengatasi peradangan. Antibiotik untuk melawan bakteri. Anti jamur untuk menyembuhkan infeksi karena jamur. Jika obat tetes tidak berhasil, dokter mungkin akan memberikan antibiotik berbentuk pil.

Untuk meredakan nyeri, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran. Seperti jenis ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen. Kalau obat ini tidak mempan, dokter akan memberikan obat yang lebih keras. Selama masa perawatan, jangan berenang, menyelam, atau terbang. Jangan gunakan penutup telinga, alat bantu dengar, atau headphones sampai sembuh. Hindari masuknya air ke telinga ketika mandi.

Pencegahan

Swimmer’s ear dapat dihindari dengan menjaga telinga tetap kering, berhati-hati ketika berenang, jangan masukkan objek asing ke telinga, lindungi telinga dari iritasi dan polusi, serta berhati-hatilah jika baru saja melakukan operasi atau mengalami infeksi telinga.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Swimmer’s Ear

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Swimmer’s Ear ?
Ask Doctor