Profile
All Topic

Pusat Informasi Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT)

Tentang Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT)

Lebih dikenal dengan istilah THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Bagian ini akan membahas berbagai penyakit yang menyangkut permasalahan pada ketiga organ tubuh tersebut, karena ketiganya terdapat pada organ kepala dan leher yang saling berhubungan. Penyakit yang terjadi pada organ ini biasanya mencakup sinus hidung, permasalahan rongga mulut, permasalahan pada Faring (tenggorokan), Laring (kotak suara), dan berbagai penyakit pada organ leher.

Gejala

Gejala yang mungkin terjadi bila ada masalah pada telinga yaitu berkurangnya pendengaran, rasa penuh (tersumbat) pada telinga, nyeri pada bagian dalam telinga, keluar cairan menyerupai nanah dari telinga, telinga berdengung serta pusing berputar. Gejala yang mungkin terjadi bila ada gangguan pada hidung adalah hidung tersumbat atau berair, bersin-bersin, gangguan penghidu serta rasa sakit yang parah di sekitar mata, dahi atau pipi. Gejala yang yang mungkin terjadi bila ada gangguan pada tenggorokan antara lain nyeri menelan, kesulitan menelan, nyeri saat bersuara, suara serak, kadang disertai demam.

Penyebab

Penyebab umum timbulnya keluhan pada organ telinga, hidung dan tenggorokan adalah Infeksi virus, jamur, bakteri dan alergi. Penyebab lainnya yang jarang adalah penyakit bawaan lahir, penyakit akibat cedera, tumor baik jinak ataupun ganas.

Faktor Resiko

Bayi biasanya memiliki tabung eustachius yang belum terbentuk sempurna dan sistem kekebalan tubuh yang masih lemah sehingga rentan infeksi. Begitupula anak-anak lebih rentan terkena infeksi virus dan bakteri pada telinga, hidung dan tennggorokan. Biasanya penderita penyakit flu, alergi dingin, sinusitis dan radang tenggorokan lebih rentan terkena infeksi telinga. Terakhir, orang yang tinggal dengan kondisi udara yang buruk seperti lingkungan yang dipenuhi dengan asap rokok dan polusi udara lebih rentan terkena gangguan pada telinga, hidung dan tenggorokan.

Komplikasi Akibat

Infeksi telinga yang tidak diobati dapat mengakibatkan komplikasi dan kerusakan telinga permanen antara lain: kehilangan pendengaran (sementara atau permanen), infeksi telinga berulang, gendang telinga pecah, menyebarnya infeksi ke dasar tengkorak dan struktur atau jaringan lainnya. Penyakit pada hidung seperti sinusitis yang berlangsung lama dan tidak ditangani bisa berakibat terjadinya osteomyelitis, infeksi mata socket bahkan sampai meningitis(radang selaput otak). Untuk bakteri yang menyebabkan infeksi pada tenggorokan, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga.

Diagnosa

Pemeriksaan infeksi pada telinga, hidung atau tenggorokan, awalnya dilakukan dengan melihat semua gejala yang muncul. Dokter akan melakukan wawancara singkat kepada penderita atau orang tua penderita pada bayi. Kemudian dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dengan alat tertentu.

Pengobatan

Infeksi telinga, hidung dan tenggorokan sering disebabkan oleh virus dan bakteri. Dalam kasus karena serangan virus, dokter hanya dapat memberi pengobatan dengan meringankan gejalanya saja. Sedangkan untuk infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik dan pengobatan untuk meringankan gejala lainnya seperti antipiretik untuk menurunkan demam dan analgesia sebagai pereda nyeri. Pilihan pengobatan lainnya adalah operasi. Biasanya dilakukan pada kasus infeksi telinga bagian dalam, sinusitis, deviasi septum hidung, kasus tumor atau kanker yang dapat dioperasi dan lainnya.

Pencegahan

Beberapa usaha yang dapat dilakukan agar terhindar dari masalah pada telinga, hidung dan tenggorokan :

  • Membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.
  • Menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan konsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur.
  • Lakukan vaksinasi terbaru pada anak-anak, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib.
  • Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok.
  • Jangan memberi makan pada anak saat mereka berbaring.
  • Menghindari kontak langsung dengan pemderita atau orang yang sedang terkena infeksi.
  • Hindarkan telinga bagian dalam dari paparan suara musik yang kencang untuk durasi lama.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT)

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) ?
Ask Doctor