Profile
All Topic

Pusat Informasi Tumor Otak

Tentang Tumor Otak

Tumor pada otak terjadi akibat tumpukan sel yang tidak normal pada otak. Sebagian tumor adalah tidak ganas, sebagian lainnya ganas. Tumor otak, bisa berawal langsung pada otak (atau primary brain tumors) atau akibat penyebaran kanker dari bagian tubuh lainnya (secondary brain tumors).

Gejala

Gejala tumor tergantung seberapa parah, lokasi dan ukuran tumor, yaitu :

  • Perubahan pola sakit kepala.
  • Sakit kepala menjadi lebih sering dan lebih parah.
  • Mual dan muntah tanpa sebab.
  • Gangguan penglihatan. Misalnya kabur atau berbayang.
  • Kemampuan gerak kaki atau tangan menurun.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Gangguan berbicara.
  • Seperti sedang kebingungan.
  • Perubahan perilaku.
  • Kejang.
  • Gangguan pendengaran.

Penyebab

Secondary brain tumors. Dapat disebabkan oleh menyebarnya kanker payudara, usus, ginjal, paru-paru dan melanoma.

Faktor Resiko

Faktor pemicu tumor otak, adalah :

  • Usia. Pada orang tua.
  • Dampak dari radiasi, misalnya pengobatan kanker.
  • Orang-orang yang bekerja di tempat yang berhubungan dengan zat-zat kimia tertentu.
  • Keturunan.

Diagnosa

Jika diperkirakan ada tumor otak, dapat melakukan beberapa jenis tes, seperti :

  • Pemeriksaan neurologis.
    Misalnya pemeriksaan mengenai penglihatan, pendengaran, keseimbangan dan refleks.
  • Imaging test.
    Misalnya MRI atau CT.
  • Biopsi.

Pengobatan

Contoh perawatan tumor otak, adalah :

  • Pembedahan.
    Dilakukan jika lokasi tumor memungkinkan. Cara ini dapat membawa efek samping seperti pendarahan dan infeksi.
  • Terapi radiasi.
    Efek sampingnya dapat berupa sakit kepala, iritasi kulit kepala atau rasa lelah.
  • Kemoterapi.
    Efek sampingnya adalah mual, muntah dan kebotakan.
  • Obat-obatan.

 

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Tumor Otak

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Tumor Otak ?
Ask Doctor