Profile
All Topic

Pusat Informasi Vitiligo

Tentang Vitiligo

Vitiligo terjadi saat sel yang memproduksi melanin mati dan tidak lagi membentuk pigmen, menyebabkan perlahan membesarnya bercak putih pada kulit. Melanin adalah pigmen yang mengatur warna kulit, mata dan rambut. Vitiligo bisa mengenai semua jenis ras, tapi akan terlihat lebih jelas pada mereka yang berkulit gelap. Penderitanya kebanyakan berusia 10 sampai 30. 3 pola vitiligo yang sering muncul : Generalized : adalah jenis vitiligo yang paling umum. Bercak putih menyebar di beberapa bagian tubuh. Segmental : bercak hanya muncul pada sebelah bagian tubuh. Biasanya diderita usia muda. Focal : bercak hanya ada di 1 area tubuh (sangat sedikit).

Gejala

Gejala-gejala vitiligo adalah sebagai berikut :

  • Hilangnya pigmen dan timbul bercak putih pada kulit.
  • Rambut, bulu mata, alis, jenggot cepat memutih (uban) atau berubah warna.
  • Hilangnya warna pada jaringan sekitar mulut, memudar atau hilangnya warna pada retina.
  • Depigmentasi (biasanya lebih dulu terjadi pada bagian kulit yang terekpos sinar matahri : tangan, kaki, muka, bibir).
  • Bercak putih juga dapat timbul di alat kelamin.

Penyebab

Kemungkinan penyebabnya adalah gangguan sistem kekebalan tubuh dan keturunan.

Faktor Resiko

Para pakar menduga penyakit ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko :

  • Faktor keturunan. Sekitar 1 dari 5 pengidap vitiligo memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Mengidap penyakit autoimun lain, misalnya hipertiroidisme, diabetes atau penyakit Addison.
  • Stres.
  • Mengalami kerusakan kulit, misalnya akibat terbakar matahari.
  • Terpajan senyawa kimia tertentu.

Komplikasi Akibat

Penderita vitiligo mungkin mengalami komplikasi berikut :

  • Kulit mudah terbakar dan mempertinggi risiko kanker kulit.
  • Kekurangan pigmen pada mata dapat menyebabkan inflamasi pada bagian iris.
  • Penurunan kemampuan pendengaran. Kondisi ini umumnya terjadi pada kasus vitiligo yang bersifat keturunan. Melanin berperan dalam fungsi dan struktur telinga bagian dalam. Diperkirakan sekitar 15 persen penderita vitiligo di bawah umur 40 mengalami komplikasi ini.

Diagnosa

Pada awal metode diagnosis, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan kita lebih dulu, baru setelah itu berlanjut ke pemeriksaan secara fisik sehingga akan mampu menyingkirkan gangguan medis lainnya, seperti adanya psoriasis atau dermatitis. Untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis banding, maka penderita vitiligo sebaiknya menjalani pemeriksaan laboratorium sebagai screening: T4, radioimmunoassay TSH (thyroidstimulating hormone), antinuclear antibody, gula darah puasa, hitung darah lengkap (complete blood count) atas indikasi anemia pernisiosa, dan tes stimulasi ACTH jika curiga penyakit Addison. Pemeriksaan dengan lampu wood, mikroskop elektron, dan biopsi lesi boleh dilakukan bila diperlukan.

Pengobatan

Perawatan vitiligo mungkin akan memakan waktu 6 sampai 18 bulan dan dapat mencoba beberapa jenis perawatan :

Medical teraphy :

  • Topical corticosteroid therapy
    Untuk mengembalikan warna kulit. Terapi ini hanya berlaku jika vitiligo masih ringan. Krim topical corticosteroid ringan dapat digunakan untuk orang atau anak-anak yang mengalami bercak besar. 
    Terapi memakan waktu setidaknya 3 bulan sampai dengan adanya perubahan, mudah dilakukan dan efektiv, namun penggunaannya tetap harus dibawah pengawasan dokter karena krim ini dapat mengakibatkan efek samping seperti penipisan kulit (atrophy) atau goresan di kulit.
    Calcipotriene (Dovonex), vitamin D derivatif, juga dapat digunakan dan kadang digunakan dengan kortikosteroid atau sinar ultraviolet.
  • Topical immunomodulators
    Adalah salep dengan kandungan tacrolimus atau pimecrolimus, efektif digunakan pada bercak dengan area yang kecil, misalnya wajah dan leher, efek sampingnya lebih sedikit dibanding penggunaan corticosteroid dan dapat dikombinasikan dengan ultraviolet B (UVB).
    Ada kekhawatiran, terapi ini meningkatkan resiko limfoma dan kanker kulit.
  • Topical psoralen plus ultraviolet A (PUVA)
    Atau yang disebut juga dengan photochemotherapy, bisa jadi efektiv jika hanya terjadi 20 % bercak pada tubuh. Dapat dilakukan 1 atau 2 kali seminggu.
  • Oral psoralen photochemotherapy (oral PUVA)
    Untuk pengobatan lebih dari 20% bercak diseluruh tubuh, digunakan bagi penderita dibawah usia 10 tahun. Terapi ini juga mengurangi resiko terjadinya kerusakan pada mata, seperti katarak.
    Sebagai pengganti, dapat juga dengan berjemur dibawah sinar matahari. Efek samping yang mungkin timbul adalah kulit terbakar, mual, muntah, gatal, pertumbuhan rambut tidak normal dankanker kulit. Untuk pencegahan, gunakan tabir surya dan kacamata.
  • Narrowband ultraviolet B (UVB) therapy.
  • Excimer laser
    Perawatan ini dapat mengakibatkan kulit kemerahan dan bisul.
  • Depigmentation
    Jika vitiligo mengenai lebih dari 50% bagian tubuh, caranya adalah dengan menyamakan warna kulit.
    Efek sampingnya adalah kemerahan, bengkak, gatal dan kulit kering, menjadi sangat sensitiv terhadap sinar matahari dan perawatan ini hanya bersifat sementara.

Surgical therapies :

  • Autologous skin grafts
    Adalah proses Transplantasi kulit menggunakan jaringan tubuh penderita sendiri.
  • Blister grafting
    Efek sampingnya adalah menyebabkan kulit seperti jaringan parut.
  • Tattooing (micropigmentation)
    Adalah mengimplan pigmen ke kulit. Efektif untuk area sekitar bibir dan bagi mereka yang berkulit gelap.
  • Experimental therapies
    Salah satunya adalah autologous melanocyte transplant, yaitu mentransplantasi melanocytes ke kulit yang kekurangan pigmen.

Pencegahan

Pencegahan dari penyakit ini dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko dan untuk pengobatan bisa dipilih yang sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan vitiligo yang dialami.

Artikel Terkait

Pertanyaan Terkait

Get the Newsletter! all about Vitiligo

Our free healthy living newsletter delivers useful news, inspiring stories, and delicious recipes to your in-box every day.

Anda punya pertanyaan seputar Vitiligo ?
Ask Doctor